LEBAK, BANTENPOPULER.COM – Kualitas beton menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan ketahanan jalan yang dibangun melalui program Bang Andra di Kabupaten Lebak, Banten. Untuk memastikan hasil pembangunan sesuai spesifikasi, PT Rizki Bangun Beton menegaskan komitmennya dalam menjaga mutu beton readymix yang dipasok ke sejumlah proyek jalan.
Humas PT Rizki Bangun Beton, Achmad Syarif, mengatakan pengawasan kualitas dilakukan sejak proses produksi hingga pengiriman beton ke lokasi pekerjaan. Menurutnya, setiap tahapan harus mengikuti standar teknis agar material yang digunakan mampu mendukung kualitas konstruksi jalan.

“Proses produksi diawasi ketat oleh ahli beton. Secara berkala kami lakukan uji mutu untuk memastikan beton yang dikirim benar-benar sesuai spesifikasi,” ujar Achmad Syarif.
Syarif, yang juga dikenal sebagai mantan wartawan dan aktivis senior, menilai program Bang Andra memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pembangunan jalan dinilai mampu memperlancar mobilitas warga, memudahkan akses menuju sekolah dan fasilitas kesehatan, sekaligus membantu petani mendistribusikan hasil pertanian ke pasar.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak hanya bergantung pada ketersediaan anggaran dan kecepatan pengerjaan. Kualitas material, ketepatan pelaksanaan konstruksi, serta perawatan setelah pengecoran juga harus menjadi perhatian serius.
Pasokan Beton dari Beberapa Perusahaan Perlu Pengawasan
Achmad Syarif menyoroti kondisi di lapangan ketika satu proyek pembangunan jalan menerima pasokan beton dari beberapa perusahaan sekaligus untuk memenuhi target pekerjaan.
Menurutnya, penggunaan beberapa pemasok perlu diimbangi dengan pengendalian mutu yang konsisten agar beton yang digunakan tetap memenuhi spesifikasi teknis yang dipersyaratkan.
Ia menegaskan, setiap pemasok bertanggung jawab atas kualitas material yang dikirimkan. Sementara itu, kontraktor pelaksana juga memiliki kewajiban memastikan seluruh proses pekerjaan dilakukan sesuai prosedur.
“Jangan sampai karena mengejar target pekerjaan, standar mutu justru diabaikan. Semua pihak harus menjaga kualitas agar jalan yang dibangun bisa bertahan lama dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” katanya.
Lima Langkah Penting agar Beton Jalan Tidak Mudah Retak
Selain kualitas material, proses pengecoran dan perawatan beton turut menentukan daya tahan jalan. Karena itu, Syarif mengingatkan kontraktor pelaksana agar tidak mengabaikan tahapan teknis yang dapat memengaruhi kualitas hasil pekerjaan.
Berikut sejumlah hal yang perlu diperhatikan:
1. Memperhatikan kondisi cuaca saat pengecoran
Pengecoran perlu dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan temperatur. Panas berlebihan dapat mempercepat penguapan air dari permukaan beton, sedangkan hujan dapat mengganggu kualitas beton yang belum mengeras. Langkah perlindungan harus disiapkan sesuai kondisi lapangan.
2. Memastikan tanah dasar benar-benar padat
Sebelum pengecoran, tanah dasar harus dipadatkan sesuai spesifikasi teknis. Persiapan yang kurang baik berisiko menyebabkan penurunan tidak merata dan memengaruhi kondisi beton setelah jalan digunakan.
3. Melakukan perawatan beton secara konsisten
Perawatan atau curing diperlukan untuk menjaga kelembapan beton selama proses pengerasan. Syarif menekankan pentingnya perawatan rutin selama tujuh hari setelah pengecoran, sesuai metode dan persyaratan teknis yang berlaku.
4. Melindungi permukaan beton yang baru dicor
Permukaan beton perlu dilindungi dari paparan sinar matahari langsung, hujan, dan penguapan berlebihan. Penutup berupa terpal atau geotekstil dapat digunakan sesuai metode perawatan yang diterapkan.
5. Memotong sambungan sesuai waktu yang ditentukan
Pemotongan sambungan beton atau joint cutting harus dilakukan pada waktu yang tepat berdasarkan kondisi pengerasan dan spesifikasi pekerjaan. Syarif mengingatkan agar pemotongan tidak terlambat, dengan batas waktu maksimal 12 jam setelah pengecoran sebagaimana ditekankannya, tetap menyesuaikan kondisi teknis di lapangan.
Menurut Syarif, pengabaian terhadap tahapan tersebut berpotensi menimbulkan keretakan, sekalipun material beton yang digunakan telah memenuhi persyaratan mutu.
“Masih ada kontraktor yang tidak melakukan penyiraman selama tujuh hari dan terlambat memotong sambungan. Padahal beton sebaik apa pun, jika penanganannya salah, pasti akan retak,” tegasnya.
PT Rizki Bangun Beton Terapkan Pengujian Mutu
Untuk memastikan kualitas beton yang dikirim, PT Rizki Bangun Beton menyatakan bahwa setiap pengiriman didampingi teknisi yang melakukan pengujian kelandasan atau slump test.
Selain itu, pengiriman beton disertai benda uji yang selanjutnya digunakan untuk pengujian kuat tekan di laboratorium independen.
Pengujian tersebut menjadi bagian dari upaya mengontrol mutu beton sekaligus menyediakan data teknis yang dapat digunakan dalam evaluasi apabila ditemukan persoalan pada hasil pengecoran.
Syarif juga menyampaikan bahwa perusahaan telah mencantumkan ketentuan tertulis dalam kontrak terkait kewajiban kontraktor, terutama mengenai pemadatan tanah dasar, perlindungan permukaan beton, dan perawatan setelah pengecoran.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperjelas pembagian tanggung jawab antara pemasok dan pelaksana pekerjaan apabila muncul persoalan di lapangan.
Siap Memperbaiki Jika Keretakan Terbukti akibat Mutu Beton
Mengenai kemungkinan terjadinya keretakan pada jalan beton, Syarif meminta semua pihak melakukan pemeriksaan teknis sebelum menyimpulkan penyebab kerusakan.
Menurutnya, keretakan dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari mutu material, kondisi tanah dasar, pelaksanaan pengecoran, hingga metode perawatan beton.
Karena itu, ia meminta agar perusahaan pemasok tidak langsung dijadikan pihak yang disalahkan tanpa didukung hasil pemeriksaan yang memadai.
“Jangan langsung tuding ke batching plant kalau terjadi keretakan. Kami berani menjamin secara tertulis: jika keretakan murni karena kesalahan kami, kami perbaiki. Retak kecil ditangani dengan injeksi grouting; jika parah, kami bongkar dan cor ulang dengan beton baru,” jelasnya.
Ia menambahkan, penanganan kerusakan harus disesuaikan dengan tingkat keparahan dan hasil evaluasi teknis. Dengan demikian, metode perbaikan yang dilakukan benar-benar menjawab penyebab masalah dan tidak sekadar menutup kerusakan pada permukaan.
Pernyataan tersebut merupakan komitmen yang disampaikan pihak perusahaan. Adapun pelaksanaan tanggung jawab perbaikan tetap mengacu pada hasil pemeriksaan teknis serta ketentuan kontrak yang berlaku.
Infrastruktur Berkualitas Jadi Harapan Masyarakat Lebak
Syarif berharap seluruh pihak yang terlibat dalam program Bang Andra di Kabupaten Lebak dapat bekerja secara profesional dan bertanggung jawab.
Menurutnya, pembangunan jalan harus berorientasi pada manfaat jangka panjang. Infrastruktur yang dibangun dengan kualitas baik akan membantu memperlancar aktivitas masyarakat, mendukung distribusi hasil pertanian, serta meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Karena itu, pengawasan mutu material, kedisiplinan kontraktor, dan perawatan beton harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan proyek.
Dengan koordinasi yang baik antara pemasok beton, kontraktor pelaksana, pengawas, dan pihak terkait, pembangunan jalan melalui program Bang Andra diharapkan dapat menghasilkan infrastruktur yang kuat, aman, dan tahan lama.
Catatan Redaksi: Berita ini disusun berdasarkan keterangan Humas PT Rizki Bangun Beton. Pernyataan mengenai pengawasan mutu dan komitmen perbaikan merupakan keterangan pihak perusahaan. Penilaian terhadap kualitas beton maupun penyebab keretakan pada proyek tertentu memerlukan hasil pengujian dan pemeriksaan teknis di lapangan.
Redaksi bantenpopuler.com



















































