Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Advetorial

Tanah Bukan Barang Dagangan : Nobar Pesta Babi di Serang Jadi Forum Kritik Proyek Papua

badge-check

0-2160x3840-0-0-{}-0-24#bokehtype:0#;ts:13021523080000;appts:1778592736201;qlty:1;illum:0 scene:0 humanIn:0;Perbesar

0-2160x3840-0-0-{}-0-24#bokehtype:0#;ts:13021523080000;appts:1778592736201;qlty:1;illum:0 scene:0 humanIn:0;

SERANG – Di tengah meningkatnya pembubaran diskusi dan pemutaran film dokumenter di sejumlah daerah, suasana berbeda justru terlihat di Padepokan Bumi Alit Padjadjaran. Ratusan aktivis, mahasiswa, pegiat lingkungan, hingga masyarakat adat berkumpul dalam agenda “Nobar dan Diskusi Film Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita”, Selasa (12/5).

Kegiatan tersebut menjadi ruang konsolidasi kritik terhadap proyek-proyek besar negara di Papua yang dinilai mengancam keberlangsungan hidup masyarakat adat dan kelestarian hutan.
Pengasuh padepokan, Abah Elang Mangkubumi, menyampaikan bahwa film dokumenter itu bukan sekadar tayangan biasa, melainkan cermin dari persoalan kemanusiaan yang sedang berlangsung di Papua.

“Ini bukan soal anti pembangunan. Yang dipersoalkan adalah ketika pembangunan dilakukan dengan mengorbankan manusia, hutan, dan ruang hidup masyarakat adat,” ujarnya dalam sesi diskusi.

Film tersebut menyoroti kondisi masyarakat adat seperti suku Marind, Yei, Awyu, dan Muyu yang disebut mengalami tekanan akibat ekspansi proyek pangan dan industri skala besar di Papua.
Dalam forum itu, Abah Elang menilai paradigma pembangunan nasional saat ini terlalu berorientasi pada investasi dan eksploitasi sumber daya alam, namun minim keberpihakan terhadap masyarakat lokal.

“Hutan Papua itu bukan lahan kosong. Di sana ada sejarah, ada kehidupan, ada identitas. Kalau tanah adat dirampas atas nama proyek strategis, maka yang hilang bukan cuma pohon, tapi juga masa depan manusia,” tegasnya.

Ia juga menyinggung maraknya pembubaran agenda nobar dan diskusi film dokumenter di berbagai daerah. Menurutnya, tindakan represif justru menunjukkan ketakutan terhadap suara-suara kritis masyarakat.

“Kalau sebuah film dianggap berbahaya hanya karena membuka kenyataan, berarti ada yang sedang disembunyikan. Kebenaran tidak akan hilang hanya karena diskusinya dibubarkan,” katanya disambut tepuk tangan peserta.
Diskusi berlangsung hingga malam hari dengan pembahasan mengenai krisis iklim, konflik agraria, hak masyarakat adat, serta arah kebijakan pembangunan nasional. Sejumlah peserta menilai forum seperti ini penting untuk membuka ruang pendidikan publik di tengah minimnya informasi yang berimbang mengenai situasi di Papua.

Menutup pernyataannya, Abah Elang mengingatkan bahwa hubungan manusia dengan tanah bukan hubungan ekonomi semata.
“Tanah ini bukan barang dagangan. Alam adalah ibu yang memberi kehidupan. Pemimpin yang bijak seharusnya menjaga, bukan menjualnya,” pungkasnya.

Acara nobar dan diskusi tersebut disebut menjadi awal konsolidasi lanjutan jaringan aktivis dan masyarakat sipil di Banten untuk mengangkat isu lingkungan dan hak masyarakat adat di berbagai wilayah Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Peduli Jurnalis yang Hilang, Kapolres Lebak Sambangi Keluarga M. Bagus Khoirunnas

26 Sep 2026 - 09:59 WIB

Peduli Jurnalis yang Hilang, Kapolres Lebak Sambangi Keluarga M. Bagus Khoirunnas

Wagub Banten Ajak Masyarakat Perkuat Penghimpunan ZIS DSKL melalui BAZNAS

23 Sep 2026 - 17:38 WIB

Wagub Banten Ajak Masyarakat Perkuat Penghimpunan ZIS DSKL melalui BAZNAS

Hari Tani Nasional 2026 Resmi Dibuka di Rangkasbitung, Ada Bazar, Layanan Gratis hingga Hiburan Rakyat

23 Sep 2026 - 15:38 WIB

Hari Tani Nasional 2026 Resmi Dibuka di Rangkasbitung, Ada Bazar, Layanan Gratis hingga Hiburan Rakyat

Dugaan Kekerasan di SDN Bojong Leles 2 Berakhir Damai, Para Pihak Sepakat Saling Memaafkan

23 Sep 2026 - 14:53 WIB

Dugaan Kekerasan di SDN Bojong Leles 2 Berakhir Damai, Para Pihak Sepakat Saling Memaafkan

Asep Nuh Tegaskan Konsolidasi PPP Lebak Usai Dikukuhkan, Siap Perkuat Struktur Menuju Pemilu 2029

21 Sep 2026 - 15:48 WIB

Asep Nuh Tegaskan Konsolidasi PPP Lebak Usai Dikukuhkan, Siap Perkuat Struktur Menuju Pemilu 2029

DPP PPP Kukuhkan Pengurus DPW dan DPC se-Banten, Konsolidasi Menuju Pemilu 2029

21 Sep 2026 - 15:37 WIB

DPP PPP Kukuhkan Pengurus DPW dan DPC se-Banten, Konsolidasi Menuju Pemilu 2029

IMALA Desak Tes Urine Menyeluruh Seluruh Relawan SPPG di Kabupaten Lebak

21 Sep 2026 - 13:36 WIB

IMALA Desak Tes Urine Menyeluruh Seluruh Relawan SPPG di Kabupaten Lebak

Rumah Warga di Sajira Lebak Terbakar, Belum Ada Respons Bantuan dari Pemerintah dan Wakil Rakyat

21 Sep 2026 - 11:25 WIB

Rumah Warga di Sajira Lebak Terbakar, Belum Ada Respons Bantuan dari Pemerintah dan Wakil Rakyat
Trending Banten