Menu

Mode Gelap
AMMCB Resmi Laporkan Dugaan Tambang Batu Ilegal ke Kapolda Banten Sampah, Pengangguran, Kemiskinan Masih Layakkah Disebut “Bahagia”? AMMCB Bongkar Dugaan Pembiaran Tambang Batu, Soroti Kerusakan Lingkungan dan Lemahnya Penegakan Hukum Guru Jadi Korban Jalan Hancur, Warga Tuding Keras Aktivitas Galian Batu di Kp Sengkol Kec. Curugbitung Ahmad Ludin Resmi Daftarkan Diri Bakal Calon Kades PAW Pamubulan Bahagia Belum Sampai ke Dapur Rakyat: Satu Tahun Menunggu Janji Kampanye Ratu Zakiyah

Advetorial

Sampah, Pengangguran, Kemiskinan Masih Layakkah Disebut “Bahagia”?

badge-check


					Sampah, Pengangguran, Kemiskinan Masih Layakkah Disebut “Bahagia”? Perbesar

Opini : Abah Kh. Elang Mangkubumi

Di bawah kepemimpinan Bupati Ratu Zakiyah, narasi “Serang Bahagia” terus digaungkan ke ruang publik. Namun masyarakat tidak hidup dari slogan. Masyarakat hidup dari kenyataan yang mereka hadapi setiap hari.
Fakta di lapangan menunjukkan persoalan mendasar di Kabupaten Serang belum juga terurai.

design4223

Setiap hari, Kabupaten Serang menghasilkan sekitar 1.100 hingga 1.200 ton sampah. Dari jumlah itu, yang tertangani hanya sekitar 120 ton per hari. Artinya, ada sekitar 1.000 ton sampah setiap hari yang belum terselesaikan.

Di saat yang sama, tingkat pengangguran masih berada di kisaran 8,7 persen. Sementara itu, lebih dari 68 ribu warga masih hidup dalam kondisi kemiskinan.

Ini bukan sekadar deretan angka statistik.
Di balik angka-angka itu ada lingkungan yang kian terbebani sampah, ada keluarga yang kesulitan mencari pekerjaan, dan ada warga yang masih harus bergulat dengan kebutuhan hidup paling dasar.

Karena itu, pertanyaannya tidak lagi semata soal teknis pengelolaan. Pertanyaannya adalah soal tanggung jawab politik.

Apa yang sesungguhnya sudah berhasil diselesaikan di bawah kepemimpinan saat ini?
Jika sampah masih menumpuk setiap hari,
jika pengangguran belum menunjukkan penurunan yang berarti,
dan jika kemiskinan masih dirasakan puluhan ribu warga,
maka wajar apabila publik mulai mempertanyakan arah kebijakan yang dijalankan.

Sebab kepemimpinan bukan hanya soal merancang program atau menyampaikan janji. Kepemimpinan diukur dari sejauh mana hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat, dan dari seberapa nyata persoalan-persoalan mendasar dapat dikurangi.

Namun ketika persoalan yang sama terus berulang, dalam skala besar dan dengan dampak yang langsung dirasakan rakyat, maka publik berhak menilai apakah ini sekadar keterbatasan kapasitas, atau justru kegagalan dalam menempatkan prioritas?

Pada akhirnya, jabatan publik bukan sekadar posisi administratif. Jabatan publik adalah mandat untuk menyelesaikan persoalan rakyat.

Dan ketika persoalan mendasar seperti sampah, pengangguran, dan kemiskinan belum juga menemukan jawaban yang nyata, maka ada satu hal yang tidak bisa dihindari:tanggung jawab itu melekat pada kepemimpinan.
Bukan untuk disangkal.
Bukan untuk ditunda.Tetapi untuk dijawabdengan kerja nyata yang bisa dirasakan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ahmad Ludin Resmi Daftarkan Diri Bakal Calon Kades PAW Pamubulan

3 Mei 2026 - 04:00 WIB

IMG 20260503 WA0007

Bahagia Belum Sampai ke Dapur Rakyat: Satu Tahun Menunggu Janji Kampanye Ratu Zakiyah

1 Mei 2026 - 08:36 WIB

IMG 20260501 WA0011

Deki Setiawan Ditempatkan di Sel Maximum Security, AMMCB Soroti Dugaan Ketidakwajaran Sanksi

30 April 2026 - 05:46 WIB

IMG 20260430 WA0021

Tambang Ilegal Mengamuk di Gunung Pinang, AMMCB Murka: Ada ‘Main Mata’?

25 April 2026 - 08:26 WIB

Screenshot 20260425 151721 ChatGPT

Deki Setiawan Diisolasi di Sel Maximum Security, Baralak Nusantara: Ini Bukan Pembinaan, Ini Dugaan Pelanggaran HAM

23 April 2026 - 23:58 WIB

Ilustrasi narapidana di dalam sel maximum security dengan latar kolase elemen berita, dokumen hukum, dan headline, disertai cap air “BANTEN POPULER” yang menyoroti kasus Deki Setiawan.

Cukup! PBNU Bukan Panggung Politik Siapa Pun

23 April 2026 - 12:06 WIB

IMG 20260423 WA0032

Gunung Pinang Dikeruk Lagi: Ketika Segel Negara Tak Lagi Bertaring

21 April 2026 - 01:20 WIB

Aktivitas alat berat di lokasi tambang ilegal kawasan Gunung Pinang, Serang, Banten, yang kembali beroperasi meski sempat disegel polisi.

Budaya K3 di PT. Cemindo Dinilai Masih Rendah, Dinas Siapkan Pembinaan Masif

18 April 2026 - 09:04 WIB

IMG 20260418 160022
Trending Banten