Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Advetorial

Sampah, Pengangguran, Kemiskinan Masih Layakkah Disebut “Bahagia”?

badge-check

Sampah, Pengangguran, Kemiskinan Masih Layakkah Disebut “Bahagia”?Perbesar

Opini : Abah Kh. Elang Mangkubumi

Di bawah kepemimpinan Bupati Ratu Zakiyah, narasi “Serang Bahagia” terus digaungkan ke ruang publik. Namun masyarakat tidak hidup dari slogan. Masyarakat hidup dari kenyataan yang mereka hadapi setiap hari.
Fakta di lapangan menunjukkan persoalan mendasar di Kabupaten Serang belum juga terurai.

Setiap hari, Kabupaten Serang menghasilkan sekitar 1.100 hingga 1.200 ton sampah. Dari jumlah itu, yang tertangani hanya sekitar 120 ton per hari. Artinya, ada sekitar 1.000 ton sampah setiap hari yang belum terselesaikan.

Di saat yang sama, tingkat pengangguran masih berada di kisaran 8,7 persen. Sementara itu, lebih dari 68 ribu warga masih hidup dalam kondisi kemiskinan.

Ini bukan sekadar deretan angka statistik.
Di balik angka-angka itu ada lingkungan yang kian terbebani sampah, ada keluarga yang kesulitan mencari pekerjaan, dan ada warga yang masih harus bergulat dengan kebutuhan hidup paling dasar.

Karena itu, pertanyaannya tidak lagi semata soal teknis pengelolaan. Pertanyaannya adalah soal tanggung jawab politik.

Apa yang sesungguhnya sudah berhasil diselesaikan di bawah kepemimpinan saat ini?
Jika sampah masih menumpuk setiap hari,
jika pengangguran belum menunjukkan penurunan yang berarti,
dan jika kemiskinan masih dirasakan puluhan ribu warga,
maka wajar apabila publik mulai mempertanyakan arah kebijakan yang dijalankan.

Sebab kepemimpinan bukan hanya soal merancang program atau menyampaikan janji. Kepemimpinan diukur dari sejauh mana hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat, dan dari seberapa nyata persoalan-persoalan mendasar dapat dikurangi.

Namun ketika persoalan yang sama terus berulang, dalam skala besar dan dengan dampak yang langsung dirasakan rakyat, maka publik berhak menilai apakah ini sekadar keterbatasan kapasitas, atau justru kegagalan dalam menempatkan prioritas?

Pada akhirnya, jabatan publik bukan sekadar posisi administratif. Jabatan publik adalah mandat untuk menyelesaikan persoalan rakyat.

Dan ketika persoalan mendasar seperti sampah, pengangguran, dan kemiskinan belum juga menemukan jawaban yang nyata, maka ada satu hal yang tidak bisa dihindari:tanggung jawab itu melekat pada kepemimpinan.
Bukan untuk disangkal.
Bukan untuk ditunda.Tetapi untuk dijawabdengan kerja nyata yang bisa dirasakan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Pagar Nusa Lebak Siapkan Sertifikasi Pelatih Berstandar Nasional, Royanudin: Semua Pelatih Harus Memiliki Legalitas

4 Nov 2026 - 12:36 WIB

Pagar Nusa Lebak Siapkan Sertifikasi Pelatih Berstandar Nasional, Royanudin: Semua Pelatih Harus Memiliki Legalitas

Uang Nasabah Rp70 Juta Hilang dari Rekening, ASP Law Firm Somasi BRI Cabang Rangkasbitung

4 Nov 2026 - 05:02 WIB

Uang Nasabah Rp70 Juta Hilang dari Rekening, ASP Law Firm Somasi BRI Cabang Rangkasbitung

Mahasiswa Dihadang, Massa Diduga Bayaran Difasilitasi? Abah Elang Sentil Keras Polda Metro Jaya!

2 Nov 2026 - 10:39 WIB

Mahasiswa Dihadang, Massa Diduga Bayaran Difasilitasi? Abah Elang Sentil Keras Polda Metro Jaya!

Investasi Harus Berdampak Nyata, Pemerintah Daerah Wajib Persiapkan Tenaga Kerja Lokal

1 Nov 2026 - 11:05 WIB

Investasi Harus Berdampak Nyata, Pemerintah Daerah Wajib Persiapkan Tenaga Kerja Lokal

Abah Elang Mangkubumi Sentil DPR soal Suket Gibran: Jangan Biarkan Bangsa Ini Diajari Berbohong!

31 Okt 2026 - 13:29 WIB

Abah Elang Mangkubumi Sentil DPR soal Suket Gibran: Jangan Biarkan Bangsa Ini Diajari Berbohong!

Ponpes Al Marjan Mulabaru Borong Enam Penghargaan di MOMB 2026 Tingkat Provinsi Banten

31 Okt 2026 - 12:52 WIB

Ponpes Al Marjan Mulabaru Borong Enam Penghargaan di MOMB 2026 Tingkat Provinsi Banten

Aktivitas Tambang Berhenti, Direktur PT HMD Hamdan Tegaskan Komitmen Patuhi Aturan Perizinan

31 Okt 2026 - 08:20 WIB

Aktivitas Tambang Berhenti, Direktur PT HMD Hamdan Tegaskan Komitmen Patuhi Aturan Perizinan

Aliansi AMMCB Ancam Kepung Kantor PDAM Lebak: “Manajemen Baru Gagal Total, Tak Pernah Belajar dari Kesalahan!

30 Okt 2026 - 22:22 WIB

Aliansi AMMCB Ancam Kepung Kantor PDAM Lebak: “Manajemen Baru Gagal Total, Tak Pernah Belajar dari Kesalahan!
Trending Banten