Menu

Mode Gelap
Diduga Bertindak Semena-mena, PLN ULP Rangkasbitung Disorot: Pemutusan Listrik Berbekal Surat Tanpa Tanda Tangan Manajer Transformasi UPK Menjadi BUMDesma: Antara Amanat Regulasi dan Dugaan Kejahatan Terstruktur atas Aset PNPM di Kabupaten Lebak Hutan Kabel di Lebak, Bisnis Internet Menjamur, Negara Kehilangan Wibawa? GAIB-212 Siap Kepung PLN UP3 Banten Selatan, Bongkar Dugaan Pungli dan Carut-Marut Penggunaan Aset Negara Ketua GAIB-212 Lebak Buka Ruang Koordinasi dengan OPD, Namun Tetap Kawal Kepentingan Rakyat Perpisahan Kelas IX SMPN 3 Rangkasbitung Tahun Ajaran 2025-2026 Berlangsung Khidmat dan Penuh Haru

Advetorial

Sampah, Pengangguran, Kemiskinan Masih Layakkah Disebut “Bahagia”?

badge-check


					Sampah, Pengangguran, Kemiskinan Masih Layakkah Disebut “Bahagia”? Perbesar

Opini : Abah Kh. Elang Mangkubumi

Di bawah kepemimpinan Bupati Ratu Zakiyah, narasi “Serang Bahagia” terus digaungkan ke ruang publik. Namun masyarakat tidak hidup dari slogan. Masyarakat hidup dari kenyataan yang mereka hadapi setiap hari.
Fakta di lapangan menunjukkan persoalan mendasar di Kabupaten Serang belum juga terurai.

design4223

Setiap hari, Kabupaten Serang menghasilkan sekitar 1.100 hingga 1.200 ton sampah. Dari jumlah itu, yang tertangani hanya sekitar 120 ton per hari. Artinya, ada sekitar 1.000 ton sampah setiap hari yang belum terselesaikan.

Di saat yang sama, tingkat pengangguran masih berada di kisaran 8,7 persen. Sementara itu, lebih dari 68 ribu warga masih hidup dalam kondisi kemiskinan.

Ini bukan sekadar deretan angka statistik.
Di balik angka-angka itu ada lingkungan yang kian terbebani sampah, ada keluarga yang kesulitan mencari pekerjaan, dan ada warga yang masih harus bergulat dengan kebutuhan hidup paling dasar.

Karena itu, pertanyaannya tidak lagi semata soal teknis pengelolaan. Pertanyaannya adalah soal tanggung jawab politik.

Apa yang sesungguhnya sudah berhasil diselesaikan di bawah kepemimpinan saat ini?
Jika sampah masih menumpuk setiap hari,
jika pengangguran belum menunjukkan penurunan yang berarti,
dan jika kemiskinan masih dirasakan puluhan ribu warga,
maka wajar apabila publik mulai mempertanyakan arah kebijakan yang dijalankan.

Sebab kepemimpinan bukan hanya soal merancang program atau menyampaikan janji. Kepemimpinan diukur dari sejauh mana hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat, dan dari seberapa nyata persoalan-persoalan mendasar dapat dikurangi.

Namun ketika persoalan yang sama terus berulang, dalam skala besar dan dengan dampak yang langsung dirasakan rakyat, maka publik berhak menilai apakah ini sekadar keterbatasan kapasitas, atau justru kegagalan dalam menempatkan prioritas?

Pada akhirnya, jabatan publik bukan sekadar posisi administratif. Jabatan publik adalah mandat untuk menyelesaikan persoalan rakyat.

Dan ketika persoalan mendasar seperti sampah, pengangguran, dan kemiskinan belum juga menemukan jawaban yang nyata, maka ada satu hal yang tidak bisa dihindari:tanggung jawab itu melekat pada kepemimpinan.
Bukan untuk disangkal.
Bukan untuk ditunda.Tetapi untuk dijawabdengan kerja nyata yang bisa dirasakan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Transformasi UPK Menjadi BUMDesma: Antara Amanat Regulasi dan Dugaan Kejahatan Terstruktur atas Aset PNPM di Kabupaten Lebak

17 Juni 2026 - 09:29 WIB

Screenshot 20260617 162719 ChatGPT

Hutan Kabel di Lebak, Bisnis Internet Menjamur, Negara Kehilangan Wibawa?

17 Juni 2026 - 07:02 WIB

Poster ilustrasi opini menampilkan Yudistira, Ketua Umum Barisan Rakyat Lawan Korupsi (BARALAK) Nusantara, dengan latar belakang tiang listrik yang dipenuhi kabel internet semrawut. Gambar memuat elemen berita mengenai dugaan provider internet ilegal, penggunaan aset negara tanpa izin, potensi pungutan liar, serta tuntutan transparansi dan penegakan hukum

Perpisahan Kelas IX SMPN 3 Rangkasbitung Tahun Ajaran 2025-2026 Berlangsung Khidmat dan Penuh Haru

9 Juni 2026 - 02:20 WIB

Screenshot 20260609 091600 ChatGPT

PLT Kepala Dishub Banten dari Kepala Samsat: Mengapa Praktik PLT di Pemprov Banten Kerap Menabrak Aturan

5 Juni 2026 - 02:25 WIB

Screenshot 20260605 092302 Gallery

Mengaku Wartawan Kompas, Oknum Kepsek di Lebak Diduga Peras Narasumber

29 Mei 2026 - 14:47 WIB

Screenshot 20260529 214125 Gallery

Truk Pasir Diduga Langgar Jam Operasional, Aktivitas PT MQS dan PT Permata Alam Dikeluhkan Warga Sajira

25 Mei 2026 - 12:50 WIB

IMG 20260525 WA0037

Dugaan Larangan Ujian dan Pemisahan Siswa di SD IT Insan Karima Lebak Tuai Sorotan, Dinilai Berpotensi Tekan Psikologis Anak

24 Mei 2026 - 17:12 WIB

IMG 20260524 WA0030

Disambut Jaksa Agung, Adhyaksa FC Banten Targetkan 5 Besar Liga 1

20 Mei 2026 - 10:16 WIB

IMG 20260520 WA0098
Trending Banten