Menu

Mode Gelap
PP IMALA Terima Pengaduan Dugaan Belum Diserahkannya Ijazah Alumni SMP di Kabupaten Lebak, Desak Dinas Pendidikan Segera Lakukan Klarifikasi dan Evaluasi Masih Pantaskah Ormas yang Diduga Terlibat Aksi Penculikan dan Intimidasi Tetap Bebas Beraktivitas? CV. Batu Putra Jaya Mandiri Tegaskan Aktivitas Tambang Batu Belah di Cibaliung Berizin dan Utamakan Kepentingan Masyarakat P2SP SMKN 1 Warunggunung Tegaskan Pelaksanaan Revitalisasi Telah Sesuai Aturan, Keributan Disebut Hanya Kesalahpahaman Hak Jawab Kepala SMAN 2 Maja: Proyek Revitalisasi Dilaksanakan Sesuai Mekanisme Swakelola .Revitalisasi SMAN 2 Maja Disorot, Dugaan Keterlibatan Pihak Ketiga dalam Proyek Swakelola Dipertanyakan

Nasional

Cukup! PBNU Bukan Panggung Politik Siapa Pun

badge-check


					Cukup! PBNU Bukan Panggung Politik Siapa Pun Perbesar

Oleh: Abah Elang Mangkubumi
Dewan Khos PP PSNU Pagar Nusa

Pernyataan yang disampaikan oleh Muhaimin Iskandar dan Nusron Wahid dalam forum Halal Bihalal Ikatan Alumni PMII (IKA PMII) di Jakarta telah melampaui batas kewajaran dalam etika komunikasi publik.

design4223

Apa yang semestinya menjadi ruang silaturahmi justru berubah menjadi panggung penyampaian narasi yang berpotensi menyeret Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ke dalam pusaran kepentingan politik. Ini bukan sekadar soal kritik, tetapi soal cara dan ruang yang dipilih yang pada akhirnya menentukan dampak sosialnya.

Kita tidak menolak kritik. Namun kritik yang disampaikan di ruang publik oleh tokoh politik, dengan diksi yang keras dan bernuansa penilaian terhadap legitimasi serta dinamika internal, bukan lagi sekadar masukan. Ia telah menjadi framing membentuk persepsi, memicu tafsir, dan berpotensi memecah konsolidasi umat.

Nahdlatul Ulama bukan entitas yang bisa diperlakukan sebagai objek retorika. Ia adalah rumah besar umat, tempat bernaungnya nilai, tradisi, dan perjuangan panjang para ulama. Menariknya ke dalam arena opini politik jangka pendek adalah tindakan yang tidak hanya tidak bijak, tetapi juga berisiko merusak keseimbangan sosial yang selama ini dijaga.

Lebih jauh, narasi yang menimbulkan kesan adanya kelompok yang “terasing” di dalam tubuh jam’iyah hanya akan memperlebar jarak dan membuka ruang kesalahpahaman. Padahal kekuatan Nahdlatul Ulama justru terletak pada kemampuannya merawat perbedaan tanpa harus terpecah.

Kami menegaskan, jika ada kritik terhadap PBNU, sampaikan melalui jalur yang tepat, dengan adab, dan dengan niat memperbaiki bukan membangun opini di ruang publik yang rawan ditarik ke berbagai kepentingan.

Publik juga harus cerdas membaca situasi ini. Tidak semua yang tampak sebagai kritik lahir dari kepedulian murni. Dalam politik, persepsi adalah alat, dan narasi adalah kendaraan.

Cukup. Jangan jadikan Nahdlatul Ulama sebagai panggung politik siapa pun.

Karena ketika marwah jam’iyah terganggu, yang terdampak bukan hanya organisasi tetapi ketenangan umat dan keseimbangan bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Masih Pantaskah Ormas yang Diduga Terlibat Aksi Penculikan dan Intimidasi Tetap Bebas Beraktivitas?

23 Juli 2026 - 08:03 WIB

Screenshot 20260723 145956 ChatGPT

Lawan Kriminalisasi Aktivis, Tegakkan Hukum dan Tolak Main Hakim Sendiri

18 Juli 2026 - 17:38 WIB

Screenshot 20260719 003612 ChatGPT

RDP Bukan Sekadar Undangan, Melainkan Forum Pertanggungjawaban Publik

17 Juli 2026 - 13:14 WIB

file 00000000c854720784f58fb875547416

Memahami Hak Masyarakat dan Penggunaan Kata “Diduga” dalam Kontrol Sosial

14 Juli 2026 - 15:38 WIB

Screenshot 20260714 223742 ChatGPT

Siapa di Balik Pemenang Langganan Proyek Dindik Banten? Publik Berhak Mendapat Jawaban

5 Juli 2026 - 14:09 WIB

Screenshot 20260705 210645 ChatGPT

Demo BEM UI di Hari Bhayangkara ke-80 Tuai Sorotan, LAKSI Nilai Penggunaan Keranda Bersifat Provokatif

5 Juli 2026 - 09:15 WIB

IMG 20260705 WA0056

Menguji Independensi Inspektorat Lebak: Beranikah Memeriksa Masa Lalu Pimpinannya Sendiri?

4 Juli 2026 - 15:43 WIB

IMG 20260704 WA0052

PNM Raih Apresiasi Top Company in Ultra Micro Finance for Women Empowerment

30 Juni 2026 - 09:20 WIB

IMG 20260630 WA0006
Trending Advetorial