Menu

Otomatis
Breaking News

Nasional

Cukup! PBNU Bukan Panggung Politik Siapa Pun

badge-check

Cukup! PBNU Bukan Panggung Politik Siapa PunPerbesar

Oleh: Abah Elang Mangkubumi
Dewan Khos PP PSNU Pagar Nusa

Pernyataan yang disampaikan oleh Muhaimin Iskandar dan Nusron Wahid dalam forum Halal Bihalal Ikatan Alumni PMII (IKA PMII) di Jakarta telah melampaui batas kewajaran dalam etika komunikasi publik.

Apa yang semestinya menjadi ruang silaturahmi justru berubah menjadi panggung penyampaian narasi yang berpotensi menyeret Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ke dalam pusaran kepentingan politik. Ini bukan sekadar soal kritik, tetapi soal cara dan ruang yang dipilih yang pada akhirnya menentukan dampak sosialnya.

Kita tidak menolak kritik. Namun kritik yang disampaikan di ruang publik oleh tokoh politik, dengan diksi yang keras dan bernuansa penilaian terhadap legitimasi serta dinamika internal, bukan lagi sekadar masukan. Ia telah menjadi framing membentuk persepsi, memicu tafsir, dan berpotensi memecah konsolidasi umat.

Nahdlatul Ulama bukan entitas yang bisa diperlakukan sebagai objek retorika. Ia adalah rumah besar umat, tempat bernaungnya nilai, tradisi, dan perjuangan panjang para ulama. Menariknya ke dalam arena opini politik jangka pendek adalah tindakan yang tidak hanya tidak bijak, tetapi juga berisiko merusak keseimbangan sosial yang selama ini dijaga.

Lebih jauh, narasi yang menimbulkan kesan adanya kelompok yang “terasing” di dalam tubuh jam’iyah hanya akan memperlebar jarak dan membuka ruang kesalahpahaman. Padahal kekuatan Nahdlatul Ulama justru terletak pada kemampuannya merawat perbedaan tanpa harus terpecah.

Kami menegaskan, jika ada kritik terhadap PBNU, sampaikan melalui jalur yang tepat, dengan adab, dan dengan niat memperbaiki bukan membangun opini di ruang publik yang rawan ditarik ke berbagai kepentingan.

Publik juga harus cerdas membaca situasi ini. Tidak semua yang tampak sebagai kritik lahir dari kepedulian murni. Dalam politik, persepsi adalah alat, dan narasi adalah kendaraan.

Cukup. Jangan jadikan Nahdlatul Ulama sebagai panggung politik siapa pun.

Karena ketika marwah jam’iyah terganggu, yang terdampak bukan hanya organisasi tetapi ketenangan umat dan keseimbangan bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

KBIH SUDAH TIDAK RELEVAN: SIKAP SEORANG WARGA SERANG UNTUK KESELAMATAN CALON JEMAAH HAJI

14 Sep 2026 - 13:11 WIB

KBIH SUDAH TIDAK RELEVAN: SIKAP SEORANG WARGA SERANG UNTUK KESELAMATAN CALON JEMAAH HAJI

Abah KH. Elang Mangkubumi: Pasukan Inti Pagar Nusa Bukan Sekadar Jago Bela Diri

13 Sep 2026 - 16:06 WIB

Abah KH. Elang Mangkubumi: Pasukan Inti Pagar Nusa Bukan Sekadar Jago Bela Diri

10 Sep 2026 - 01:43 WIB

Ilusi Angka Kemiskinan: Mengapa Saya Menggugat Data BPS

10 Sep 2026 - 01:01 WIB

Ilusi Angka Kemiskinan: Mengapa Saya Menggugat Data BPS

Harga BBM Pertamina Naik Mulai 1 September 2026, Pertamina Dex Tembus Rp25.200

31 Agu 2026 - 23:44 WIB

Harga BBM Pertamina Naik Mulai 1 September 2026, Pertamina Dex Tembus Rp25.200

Muktamar ke-35 NU Tetapkan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) sebagai Ketua Umum PBNU 2026–2031

31 Agu 2026 - 01:09 WIB

Muktamar ke-35 NU Tetapkan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) sebagai Ketua Umum PBNU 2026–2031

Rumah Singgah Pemprov Banten di Jakarta Ringankan Beban Pasien, Gratis Tempat Tinggal hingga Antar Jemput Rumah Sakit

30 Agu 2026 - 17:39 WIB

Rumah Singgah Pemprov Banten di Jakarta Ringankan Beban Pasien, Gratis Tempat Tinggal hingga Antar Jemput Rumah Sakit

Sidang Pleno Muktamar Ke-35 NU Ricuh, Panitia Kerahkan Pagar Nusa

30 Agu 2026 - 11:00 WIB

Sidang Pleno Muktamar Ke-35 NU Ricuh, Panitia Kerahkan Pagar Nusa
Trending berita