Menu

Mode Gelap
Deki Setiawan Diisolasi di Sel Maximum Security, Baralak Nusantara: Ini Bukan Pembinaan, Ini Dugaan Pelanggaran HAM Cukup! PBNU Bukan Panggung Politik Siapa Pun Sidang Praperadilan Temi J. Putra di PN Tangerang Ditunda, Kuasa Hukum Soroti Dugaan Kejanggalan Administratif Gunung Pinang Dikeruk Lagi: Ketika Segel Negara Tak Lagi Bertaring Budaya K3 di PT. Cemindo Dinilai Masih Rendah, Dinas Siapkan Pembinaan Masif LSM NIL “Kunci” Kasus Tambang Cihara, Desak Polda Banten Buka Terang: Jangan Ada Ruang Gelap

Nasional

Cukup! PBNU Bukan Panggung Politik Siapa Pun

badge-check


					Cukup! PBNU Bukan Panggung Politik Siapa Pun Perbesar

Oleh: Abah Elang Mangkubumi
Dewan Khos PP PSNU Pagar Nusa

Pernyataan yang disampaikan oleh Muhaimin Iskandar dan Nusron Wahid dalam forum Halal Bihalal Ikatan Alumni PMII (IKA PMII) di Jakarta telah melampaui batas kewajaran dalam etika komunikasi publik.

design4223

Apa yang semestinya menjadi ruang silaturahmi justru berubah menjadi panggung penyampaian narasi yang berpotensi menyeret Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ke dalam pusaran kepentingan politik. Ini bukan sekadar soal kritik, tetapi soal cara dan ruang yang dipilih yang pada akhirnya menentukan dampak sosialnya.

Kita tidak menolak kritik. Namun kritik yang disampaikan di ruang publik oleh tokoh politik, dengan diksi yang keras dan bernuansa penilaian terhadap legitimasi serta dinamika internal, bukan lagi sekadar masukan. Ia telah menjadi framing membentuk persepsi, memicu tafsir, dan berpotensi memecah konsolidasi umat.

Nahdlatul Ulama bukan entitas yang bisa diperlakukan sebagai objek retorika. Ia adalah rumah besar umat, tempat bernaungnya nilai, tradisi, dan perjuangan panjang para ulama. Menariknya ke dalam arena opini politik jangka pendek adalah tindakan yang tidak hanya tidak bijak, tetapi juga berisiko merusak keseimbangan sosial yang selama ini dijaga.

Lebih jauh, narasi yang menimbulkan kesan adanya kelompok yang “terasing” di dalam tubuh jam’iyah hanya akan memperlebar jarak dan membuka ruang kesalahpahaman. Padahal kekuatan Nahdlatul Ulama justru terletak pada kemampuannya merawat perbedaan tanpa harus terpecah.

Kami menegaskan, jika ada kritik terhadap PBNU, sampaikan melalui jalur yang tepat, dengan adab, dan dengan niat memperbaiki bukan membangun opini di ruang publik yang rawan ditarik ke berbagai kepentingan.

Publik juga harus cerdas membaca situasi ini. Tidak semua yang tampak sebagai kritik lahir dari kepedulian murni. Dalam politik, persepsi adalah alat, dan narasi adalah kendaraan.

Cukup. Jangan jadikan Nahdlatul Ulama sebagai panggung politik siapa pun.

Karena ketika marwah jam’iyah terganggu, yang terdampak bukan hanya organisasi tetapi ketenangan umat dan keseimbangan bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pekerja Tewas Terjepit Pulley Belt di PT Cemindo, IMALA Soroti Lemahnya K3

7 April 2026 - 09:19 WIB

Sumber: UngkapPublik.com

Kekerasan terhadap Aktivis Bukan Kebetulan, Ini Cara Pembungkaman

6 April 2026 - 16:16 WIB

IMG 20260406 WA0073 e1775492141209

Di Tengah Keterbatasan, Ibu Irma Bangun Kemandirian dan Gerakkan Disabilitas Lewat PNM Mekaar

25 Maret 2026 - 23:39 WIB

IMG 20260326 WA0007

Konsumen Mancanegara Kunjungi Galeri Batik Chanting Lebak, Bukti UMKM Lokal Kian Mendunia

24 Maret 2026 - 16:42 WIB

Pengusaha asal Malaysia melihat dan memeriksa kain batik bersama pengelola di galeri Batik Chanting Lebak dengan motif berwarna cerah

Peserta Kecewa, Program “Terima Kasih Muadzin” Dinilai Tak Jelas dan Berpotensi PHP

19 Maret 2026 - 20:25 WIB

Screenshot 2026 03 20 03 13 31 55 1c337646f29875672b5a61192b9010f9

Abah Elang Mangkubumi: Spiritualitas, Islam, dan Kebangsaan Fondasi Kebangkitan Peradaban Nusantara

12 Maret 2026 - 20:09 WIB

IMG 20260313 WA0004 e1773346153781

Potensi Pemborosan Program Makan Bergizi Gratis Capai Rp1,75 Triliun per Pekan, Celios Desak Evaluasi Total

8 Maret 2026 - 06:58 WIB

Ilustrasi makanan program Makan Bergizi Gratis yang tidak dikonsumsi siswa, terkait temuan Celios tentang potensi pemborosan anggaran hingga Rp1,75 triliun per minggu.

Abah Elang Mangkubumi Ingatkan Arah Pembangunan Tetap Berbasis Kebudayaan

27 Februari 2026 - 21:46 WIB

Abah Elang mangkubumi
Trending Banten