Rangkasbitung, BantenPopuler.com – Di tengah tradisi perayaan kelulusan yang identik dengan aksi corat-coret seragam sekolah, siswa kelas 9J SMP Negeri 3 Rangkasbitung justru memilih cara yang berbeda dan lebih bermakna untuk merayakan kelulusan mereka.
Atas arahan pihak sekolah dan inisiatif wali kelas, para siswa diajak menuliskan cita-cita serta impian masa depan di telapak tangan masing-masing. Kegiatan sederhana tersebut menjadi simbol komitmen dan semangat mereka dalam menggapai masa depan yang lebih baik.

Wali Kelas 9J, Yumi Hartati, S.Pd., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk implementasi dari arahan Kepala SMPN 3 Rangkasbitung agar momen kelulusan diisi dengan kegiatan yang positif dan memberikan nilai edukatif bagi para siswa.
“Sesuai arahan Kepala Sekolah, siswa dan siswi kami arahkan untuk melakukan kegiatan yang lebih positif. Kelulusan bukan hanya tentang berakhirnya masa belajar di SMP, tetapi juga menjadi awal perjalanan mereka menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” ujar Yumi.
Menurutnya, menuliskan cita-cita di telapak tangan bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan upaya menanamkan pola pikir positif dan target hidup yang jelas kepada para siswa.
“Saya meminta anak-anak menuliskan cita-citanya di telapak tangan agar mereka selalu mengingat tujuan yang ingin dicapai. Dengan begitu, mereka memiliki motivasi untuk terus belajar dan berusaha mewujudkan impian tersebut,” tambahnya.
Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari para siswa. Salah satunya adalah Galuh, yang mengaku mendapatkan inspirasi dan dorongan semangat untuk terus mengembangkan potensi dirinya.
Menurut Galuh, saat ini dirinya telah mencoba merintis usaha kecil-kecilan melalui jual beli akun gim dan belajar investasi sebagai sarana menambah pengalaman serta wawasan dalam dunia usaha.
“Ketika diminta menuliskan cita-cita di telapak tangan, saya langsung menuliskan keinginan untuk menjadi Ketua Paguyuban Pengusaha. Semoga cita-cita itu bisa terwujud di masa depan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 3 Rangkasbitung, Asep Yudie Hermanto, M.Pd., menegaskan bahwa pihak sekolah selalu mendorong agar kegiatan kelulusan dilaksanakan secara sederhana, edukatif, dan penuh makna.
“Dalam setiap rapat internal sekolah, saya selalu menekankan kepada para guru agar kegiatan kelulusan dilaksanakan secara simbolis dan sederhana. Yang terpenting bukan kemeriahannya, melainkan nilai positif yang dapat ditanamkan kepada para siswa,” katanya.
Menurut Asep, kegiatan yang dilaksanakan oleh wali kelas 9J merupakan contoh sederhana yang sarat akan pesan moral dan motivasi bagi peserta didik.
“Kelulusan bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk meraih cita-cita dan menggapai masa depan yang lebih baik. Saya berharap seluruh siswa dapat terus belajar, berprestasi, dan menjadi generasi yang membanggakan orang tua, sekolah, serta bangsa,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, siswa kelas 9J SMPN 3 Rangkasbitung menunjukkan bahwa perayaan kelulusan tidak harus dilakukan dengan euforia berlebihan. Menanamkan mimpi, harapan, dan semangat untuk meraih masa depan justru menjadi cara yang lebih bermakna dalam menyambut langkah baru menuju jenjang pendidikan berikutnya.
Editor: Yudistira.



















