Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Banten

Bahagia Belum Sampai ke Dapur Rakyat: Satu Tahun Menunggu Janji Kampanye Ratu Zakiyah

badge-check

Bahagia Belum Sampai ke Dapur Rakyat: Satu Tahun Menunggu Janji Kampanye Ratu ZakiyahPerbesar

Opini: Abah Elang Mangkubumi 

Hari Buruh, 1 Mei 2026Hari ini, Hari Buruh. Momentum yang seharusnya menjadi refleksi bagi para pemegang kebijakan, sekaligus pengingat bahwa kesejahteraan pekerja bukan sekadar narasi, melainkan tanggung jawab yang harus ditunaikan.

Abah Elang Mangkubumi memilih berbicara bukan dengan amarah, melainkan dengan kejujuran yang selama ini terpendam.
Satu tahun telah berlalu sejak pelantikan Bupati Serang, Ratu Zakiyah. Waktu yang cukup untuk membuktikan bahwa janji kampanye bukan sekadar kata-kata manis di masa pemilihan, melainkan komitmen nyata kepada rakyat.

Dalam masa kampanye, Bupati sendiri menyampaikan bahwa angka pengangguran terbuka di Kabupaten Serang mendekati 10 persen. Ia juga berjanji akan memastikan tenaga kerja lokal terserap secara maksimal, serta menjamin proses rekrutmen berjalan bersih tanpa praktik pungutan liar.
Namun, satu tahun berjalan, realitas di lapangan justru berbicara sebaliknya.

Sebuah pabrik besar yang diresmikan di kawasan Cikande menyerap sekitar 450 tenaga kerja. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 100 orang merupakan warga Kabupaten Serang sekitar 22 persen. Ironisnya, pabrik tersebut berdiri di atas tanah Kabupaten Serang dan beroperasi dengan izin dari pemerintah daerah setempat.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan mendasar sejauh mana keberpihakan kebijakan terhadap tenaga kerja lokal benar-benar diwujudkan?
Respons pemerintah daerah pun dinilai belum tegas. Harapan agar perusahaan membuka lebih banyak peluang bagi warga lokal dinilai tidak cukup. Dalam konteks kewenangan kepala daerah terhadap perizinan investasi, publik menilai seharusnya ada langkah yang lebih konkret dan mengikat, bukan sekadar imbauan.

Di sisi lain, laporan kinerja yang dibuka oleh DPRD juga menuai sorotan. Kolom permasalahan dalam laporan tersebut disebut tidak diisi, seolah tidak ada persoalan yang perlu diakui atau diperbaiki. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran: bagaimana solusi dapat dirumuskan jika masalahnya sendiri tidak diakui secara terbuka?

Bagi masyarakat, terutama para buruh dan pencari kerja, persoalan ini bukan sekadar angka statistik. Ini adalah realitas sehari-hari. Mereka adalah kepala keluarga yang pulang tanpa penghasilan tetap, serta anak-anak muda yang melamar pekerjaan di daerahnya sendiri namun berakhir dengan penolakan.

Slogan “Serang Bahagia” yang dulu digaungkan kini dipertanyakan maknanya. Sebab, bagi banyak warga, kebahagiaan itu belum benar-benar terasa terutama di dapur mereka.

Melalui catatan ini, Abah Elang Mangkubumi menyampaikan tiga tuntutan sederhana namun mendasar

1. Mewajibkan serapan tenaga kerja lokal secara konkret, bukan sekadar imbauan simbolik.

2. Menegakkan sistem rekrutmen yang bersih dengan sanksi tegas terhadap pelanggaran.

3. Kehadiran langsung pemimpin daerah untuk mendengar dan merespons keluhan buruh serta pengangguran.

Masih ada waktu dalam masa kepemimpinan yang berjalan. Harapan belum sepenuhnya hilang. Namun, kepercayaan publik bukanlah sesuatu yang tak terbatas.

“Serang Bahagia” bukan sekadar slogan kampanye. Ia adalah janji yang harus ditunaikan secara nyata, bertahap, dan dapat dirasakan hingga ke dapur rakyat.

Editor: Sapnudi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Investasi Harus Berdampak Nyata, Pemerintah Daerah Wajib Persiapkan Tenaga Kerja Lokal

1 Nov 2026 - 11:05 WIB

Investasi Harus Berdampak Nyata, Pemerintah Daerah Wajib Persiapkan Tenaga Kerja Lokal

Abah Elang Mangkubumi Sentil DPR soal Suket Gibran: Jangan Biarkan Bangsa Ini Diajari Berbohong!

31 Okt 2026 - 13:29 WIB

Abah Elang Mangkubumi Sentil DPR soal Suket Gibran: Jangan Biarkan Bangsa Ini Diajari Berbohong!

Ponpes Al Marjan Mulabaru Borong Enam Penghargaan di MOMB 2026 Tingkat Provinsi Banten

31 Okt 2026 - 12:52 WIB

Ponpes Al Marjan Mulabaru Borong Enam Penghargaan di MOMB 2026 Tingkat Provinsi Banten

Aktivitas Tambang Berhenti, Direktur PT HMD Hamdan Tegaskan Komitmen Patuhi Aturan Perizinan

31 Okt 2026 - 08:20 WIB

Aktivitas Tambang Berhenti, Direktur PT HMD Hamdan Tegaskan Komitmen Patuhi Aturan Perizinan

Aliansi AMMCB Ancam Kepung Kantor PDAM Lebak: “Manajemen Baru Gagal Total, Tak Pernah Belajar dari Kesalahan!

30 Okt 2026 - 22:22 WIB

Aliansi AMMCB Ancam Kepung Kantor PDAM Lebak: “Manajemen Baru Gagal Total, Tak Pernah Belajar dari Kesalahan!

Bakti Pemuda Daerah 2026 Resmi Dibuka, 70 Pemuda Siap Mengabdi di Tiga Desa Cipanas

29 Okt 2026 - 11:39 WIB

Bakti Pemuda Daerah 2026 Resmi Dibuka, 70 Pemuda Siap Mengabdi di Tiga Desa Cipanas

*Izasah di tahan perusahaan, FKMS desak Polda Banten usut tuntas dugaan pelanggaran hak pekerja*

28 Okt 2026 - 19:36 WIB

*Izasah di tahan perusahaan, FKMS desak Polda Banten usut tuntas dugaan  pelanggaran hak pekerja*

Bakti Pemuda Daerah 2026 Kolaborasikan Organisasi Kepemudaan dan Mahasiswa

27 Okt 2026 - 15:23 WIB

Bakti Pemuda Daerah 2026 Kolaborasikan Organisasi Kepemudaan dan Mahasiswa
Trending Banten