Menu

Mode Gelap
Belanja Pegawai Dominasi RAPBD 2026, Kemiskinan di Kabupaten Serang Jadi Sorotan Adhyaksa FC Pilih Bertahan di Banten, Eko Setyawan: “Ini Klub Milik Wong Banten” Longsor di Jalur Cipanas–Ciparay Lebak Sempat Ganggu Lalu Lintas, Petugas Bergerak Cepat Tanah Bukan Barang Dagangan : Nobar Pesta Babi di Serang Jadi Forum Kritik Proyek Papua Seleksi PAW Desa Darmasari, Eko Raih Nilai Tertinggi 312 Polres Lebak Bongkar Peredaran Obat Terlarang di Banjarsari, Tiga Pengedar Diciduk Dini Har

Banten

Belanja Pegawai Dominasi RAPBD 2026, Kemiskinan di Kabupaten Serang Jadi Sorotan

badge-check


					Belanja Pegawai Dominasi RAPBD 2026, Kemiskinan di Kabupaten Serang Jadi Sorotan Perbesar

Serang — RAPBD Kabupaten Serang Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp3,29 triliun menuai sorotan publik. Pasalnya, porsi belanja pegawai disebut masih mendominasi dibandingkan anggaran untuk pembangunan dan kebutuhan masyarakat.

Berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN) Maret 2026, jumlah masyarakat miskin di Kabupaten Serang tercatat mencapai 847.092 jiwa dari total 1,74 juta penduduk. Kondisi tersebut dinilai menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemerintah Kabupaten Serang.

design4223

Selain persoalan kemiskinan, angka pengangguran juga masih menjadi perhatian. Sejumlah kalangan menilai daya serap tenaga kerja lokal belum optimal sehingga berdampak terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

Di sisi lain, kebijakan pengalihan anggaran rumah dinas sebesar Rp300 juta untuk program rumah tidak layak huni (Rutilahu) dinilai belum mampu menjawab kebutuhan warga secara menyeluruh. Pasalnya, masih terdapat ribuan unit rumah tidak layak huni yang membutuhkan penanganan.

Sorotan juga diarahkan pada penggunaan anggaran kegiatan rapat dan sewa hotel di tengah kondisi keuangan daerah yang disebut terbatas.

Tokoh masyarakat Kabupaten Serang, Abah Elang Mangkubumi, berharap pemerintah daerah lebih memprioritaskan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya penanganan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Banten Corruption Watch, Agus Suryaman, menilai struktur RAPBD 2026 perlu dievaluasi agar anggaran pembangunan dan pelayanan publik dapat lebih optimal.

Dalam RAPBD 2026, belanja modal tercatat sekitar Rp70,99 miliar atau jauh lebih kecil dibandingkan belanja pegawai yang mencapai sekitar 79,3 persen dari total anggaran daerah.

Editor: Yudistira

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Adhyaksa FC Pilih Bertahan di Banten, Eko Setyawan: “Ini Klub Milik Wong Banten”

15 Mei 2026 - 02:40 WIB

IMG 20260515 WA0013

Longsor di Jalur Cipanas–Ciparay Lebak Sempat Ganggu Lalu Lintas, Petugas Bergerak Cepat

14 Mei 2026 - 11:19 WIB

Screenshot 20260514 181859 ChatGPT

Tanah Bukan Barang Dagangan : Nobar Pesta Babi di Serang Jadi Forum Kritik Proyek Papua

13 Mei 2026 - 14:36 WIB

IMG 20260512 203216 201

Seleksi PAW Desa Darmasari, Eko Raih Nilai Tertinggi 312

9 Mei 2026 - 10:57 WIB

IMG 20260509 WA0064

Polres Lebak Bongkar Peredaran Obat Terlarang di Banjarsari, Tiga Pengedar Diciduk Dini Har

9 Mei 2026 - 02:22 WIB

Barang bukti ratusan butir obat keras jenis Tramadol dan Hexymer hasil pengungkapan Sat Resnarkoba Polres Lebak di Kecamatan Banjarsari

AMMCB Resmi Laporkan Dugaan Tambang Batu Ilegal ke Kapolda Banten

5 Mei 2026 - 12:20 WIB

Screenshot 20260505 191902 ChatGPT

Sampah, Pengangguran, Kemiskinan Masih Layakkah Disebut “Bahagia”?

5 Mei 2026 - 11:28 WIB

IMG 20260501 WA0011

AMMCB Bongkar Dugaan Pembiaran Tambang Batu, Soroti Kerusakan Lingkungan dan Lemahnya Penegakan Hukum

4 Mei 2026 - 07:42 WIB

Ilustrasi aktivitas tambang batu dengan alat berat dan truk di jalan rusak berlumpur, disertai visual protes masyarakat terhadap kerusakan lingkungan dan dugaan pembiaran hukum
Trending Daerah