LEBAK, BANTEN — Program Bakti Pemuda Daerah 2026 meninggalkan jejak pengabdian di Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak. Selama delapan hari, sejak 28 Oktober hingga 4 November 2026, sebanyak 70 pemuda dari berbagai organisasi kepemudaan berkolaborasi melaksanakan kegiatan sosial, pemberdayaan masyarakat, hingga pengembangan potensi desa.
Kegiatan yang melibatkan KNPI, PPI, HMI MPO, IMALA, IMM, dan IPM tersebut dipusatkan di tiga desa, yakni Desa Luhurjaya, Desa Girilaya, dan Desa Pasirhaur.

Salah satu hasil nyata dari kegiatan tersebut adalah hadirnya Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Belia di Desa Luhurjaya. TBM Belia diharapkan menjadi ruang belajar dan pengembangan literasi bagi anak-anak serta masyarakat setempat.
TBM Belia diresmikan pada Rabu (4/11/2026) oleh Bunda PAUD Kabupaten Lebak, Belia Asyidiki Jayabaya, yang juga merupakan Ketua TP PKK Kabupaten Lebak.
Selain menghadirkan fasilitas literasi, rangkaian Bakti Pemuda Daerah 2026 juga menghasilkan fasilitas MCK serta sejumlah catatan dan rekomendasi kebutuhan masyarakat. Di antaranya berkaitan dengan kondisi infrastruktur jalan, rumah tidak layak huni (RTLH), hingga kebutuhan sekolah dasar yang belum terjangkau program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Koordinator Bakti Pemuda Daerah 2026, Ridwanul Maknunah, yang juga menjabat Ketua Umum PP IMALA, mengatakan bahwa kegiatan tersebut tidak semata-mata berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga membangun kolaborasi dan kepedulian pemuda terhadap persoalan masyarakat.
Menurutnya, pengabdian pemuda harus mampu menghadirkan manfaat sekaligus membuka ruang agar kebutuhan dan aspirasi masyarakat dapat tersampaikan kepada pemerintah.
“Bakti Pemuda ini bukan sekadar datang ke desa, melaksanakan kegiatan, kemudian pulang. Kami ingin meninggalkan manfaat yang bisa terus dirasakan masyarakat. Melalui TBM Belia, kami berikhtiar memperkuat literasi. Melalui pembangunan fasilitas MCK, kami berupaya menjawab kebutuhan lingkungan. Sementara melalui Denge Dulur, kami ingin memastikan aspirasi masyarakat dapat tersampaikan kepada pemerintah,” ujarnya.
Denge Dulur Jadi Ruang Dialog Pemuda, Masyarakat, dan Pemerintah
Rangkaian Bakti Pemuda Daerah 2026 kemudian ditutup pada Rabu malam melalui kegiatan Denge Dulur yang berlangsung di Aula Kecamatan Cipanas.
Denge Dulur menjadi ruang dialog dan pertemuan antara pemuda, masyarakat, serta unsur pemerintah untuk menyampaikan berbagai persoalan, kebutuhan, dan harapan masyarakat di wilayah Kecamatan Cipanas.
Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Daerah (Asda) II Pemerintah Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, S.TP., Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Lebak, Oktavianto Arief Ahmad, S.IP., M.Si., jajaran Bidang Pemuda, Camat Cipanas H. Rapei, SKM., MA., serta para kepala desa dari Desa Girilaya, Pasirhaur, dan Luhurjaya.
Dalam forum tersebut, berbagai aspirasi masyarakat disampaikan secara langsung. Asda II Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, menyampaikan bahwa masukan dan usulan yang muncul dalam kegiatan Denge Dulur akan disampaikan kepada perangkat daerah terkait untuk dipelajari dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan serta mekanisme yang berlaku.
Sementara itu, Camat Cipanas H. Rapei mengapresiasi kontribusi para pemuda yang telah melaksanakan kegiatan pengabdian di wilayahnya.
Ia menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kepedulian serta keterlibatan pemuda dalam membantu masyarakat. Ia juga berharap berbagai hasil kegiatan yang telah dihadirkan dapat dijaga dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Pencak Silat Anak Pasirhaur, Wujud Pelestarian Budaya Lokal
Suasana Denge Dulur semakin semarak dengan penampilan pencak silat dari anak-anak Desa Pasirhaur.
Penampilan tersebut merupakan hasil pembinaan yang dilakukan peserta Bakti Pemuda bersama Padepokan Pusaka Beringin Dharma Budaya. Kegiatan pembinaan ini menjadi salah satu upaya untuk mengenalkan sekaligus melestarikan seni bela diri tradisional kepada generasi muda.
Lebih dari sekadar pertunjukan, penampilan tersebut memperlihatkan proses pengembangan kemampuan, kedisiplinan, dan kepercayaan diri anak-anak melalui kegiatan kebudayaan.
Keterlibatan padepokan dan peserta Bakti Pemuda juga menunjukkan bahwa pengabdian di desa dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan, termasuk pendidikan, sosial, dan pelestarian budaya lokal.
Bagi Ridwanul Maknunah, keberhasilan Bakti Pemuda Daerah 2026 tidak hanya diukur dari fasilitas yang berhasil dihadirkan, tetapi juga dari terbangunnya hubungan kolaboratif antara pemuda dan masyarakat.
Melalui rangkaian kegiatan di tiga desa tersebut, para pemuda berupaya menunjukkan bahwa gerakan kepemudaan dapat mengambil peran nyata dalam menjawab kebutuhan lingkungan sekitar.
Penutupan melalui Denge Dulur pun menjadi penegasan bahwa pengabdian tidak berhenti ketika kegiatan selesai. Aspirasi yang telah dihimpun, fasilitas yang telah dibangun, serta pembinaan yang telah dimulai diharapkan dapat terus dijaga dan dikembangkan bersama masyarakat.


















































