LEBAK, BANTEN — Kemarahan publik terhadap buruknya pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lebak kian memuncak. Aliansi Mahasiswa, Masyarakat, dan Cendekiawan Banten (AMMCB) secara tegas mengancam akan mengerahkan massa untuk turun ke jalan dan mengepung Kantor PDAM Lebak menyusul krisis air bersih yang terus berulang tanpa solusi konkret.
Kordinator AMMCB, Sapnudi, mengecam keras kinerja manajemen PDAM yang dinilai jalan di tempat dan tidak memiliki iktikad baik untuk membenahi pelayanan dasar masyarakat. Ia menilai persoalan matinya aliran air yang kerap terjadi dari tahun ke tahun membuktikan bahwa pengelola PDAM sama sekali tidak pernah belajar dari kesalahan masa lalu.

“Persoalan air mati, distribusi macet, dan pelayanan buruk ini seakan tidak ada habisnya dari tahun ke tahun! Manajemen PDAM seperti tidak punya gagasan konkret dan hati nurani melihat penderitaan rakyat. Pergantian direktur baru ternyata cuma lips service belaka—ganti orang, tapi mental kinerjanya tetap bobrok dan tidak becus kerja!” tegas Sapnudi dengan nada geram, Sabtu (31/10/2026).
Menurut Sapnudi, alasan klasik berupa “kendala teknis” yang selalu dilontarkan pihak PDAM sudah basi dan tidak bisa lagi diterima akal sehat. Air bersih adalah hak dasar masyarakat yang dijamin oleh undang-undang, bukan komoditas yang bisa dipermainkan pengelola yang tidak profesional.
Mewakili suara warga Kampung Babakan Kalapa dan masyarakat Lebak secara keseluruhan, AMMCB mengeluarkan ultimatum keras kepada Direktur PDAM Lebak yang baru:
- Tuntut Permintaan Maaf & Perbaikan Kilat: Mendesak manajemen baru segera memulihkan aliran air dalam waktu 1×24 jam sekaligus meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat.
- Evaluasi Total Jajaran Direksi: Meminta Bupati Lebak dan instansi berwenang mengevaluasi ulang kredibilitas direksi baru yang dinilai gagal total membaca urgensi pelayanan publik.
- Siap Duduki Kantor PDAM: Jika dalam waktu dekat tidak ada tindakan nyata dan transparansi penanganan, AMMCB memastikan ribuan massa dari unsur mahasiswa, masyarakat, dan cendekiawan akan turun menggelar aksi besar-besaran menduduki Kantor PDAM Lebak.
“Jangan salahkan kami jika nanti ribuan massa mengepung kantor PDAM karena kesabaran rakyat sudah habis. Ini peringatan keras terakhir bagi direktur baru: bergerak cepat memperbaiki sistem atau mundur dari jabatannya!” pungkas Sapnudi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PDAM Lebak belum memberikan tanggapan resmi terkait ancaman ultimatum dan desakan aksi unjuk rasa dari AMMCB. (Red)













































