Menu

Mode Gelap
Aksi GAMPAR Mengguncang Lebak, Dugaan Korupsi UPK-BUMDesma Diminta Dibongkar Tanpa Tebang Pilih Diduga Ada “Pemenang Langganan”, Baralak DPW Banten Minta Tender Proyek Dindik Banten Diaudit GAMPAR Kepung Inspektorat dan Kejari Lebak Besok, Soroti Dugaan Tebang Pilih Penanganan Kasus UPK-BUMDesma 5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat, dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar GAMPAR “Gedor” Kejari Lebak, Dugaan Skandal UPK-BUMDesma Kembali Menghangat Aktivis Desak Polda Banten dan Gubernur Banten Bertindak Tegas, Tambang Galian C di Kopo Dinilai Abaikan Keselamatan Pengguna Jalan

Opini

Skandal Uang Setoran di Surga Peti Emas Cilograng: Potret Hukum Sedang Tidur

badge-check


					Lubang tambang emas ilegal di Desa Cikamunding, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, Banten. Lokasi ini menjadi salah satu titik aktivitas PETI yang masih beroperasi hingga kini meski aparat sebelumnya sempat melakukan penertiban.
(Foto: Tim Investigasi Baralak Nusantara/Bantenpopuler.com) Perbesar

Lubang tambang emas ilegal di Desa Cikamunding, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, Banten. Lokasi ini menjadi salah satu titik aktivitas PETI yang masih beroperasi hingga kini meski aparat sebelumnya sempat melakukan penertiban. (Foto: Tim Investigasi Baralak Nusantara/Bantenpopuler.com)

Opini – Aktivitas tambang emas tanpa izin di Kecamatan Cilograng daerah yang letaknya di ujung Kabupaten Lebak, kini nampaknya mempunyai kekuatan yang lebih besar dari undang-undang.

Ketika lubang tambang masih terbuka, suara mesin penggiling masih berdengung, aroma merkuri masih jadi parfum harian sungai, uang setoran ke oknum penegak hukum masih lancar, maka semua pun berlangsung tenang.

design4223

Ketika adanya uang setoran yang mengalir ke oknum penegak hukum di daerah itu, membuktikan tanda bahwa negara memang memberi restu untuk diam.

Menariknya, setiap kali penertiban oleh aparat dilakukan seketika aktivitas tambang berhenti lokasi menjadi hening. Tapi itu terjadi hanya “berhenti sebentar untuk bernapas” lalu kembali hidup lebih segar saat aparat bubar setoran pun aman.

Ironis memang, saat hukum memang sedang lelah bekerja dan mata, telinga mereka lebih jadi nyaman tertutup oleh setoran. Perilaku oknum penegak hukum seperti ini disebut sebagai alat negara pun tidak layak, lebih pantas disebut pengkhianat negara.

Dalam Pasal 158 UU Minerba Nomor 3 Tahun 2020 sudah sangat jelas dan tegas dikatakan, melakukan aktivitas penambangan tanpa izin bisa dipenjara lima tahun dan denda Rp100 miliar. Tapi sepertinya pasal itu hanya berlaku bagi mereka yang tak punya kenalan penting.

Menerima uang setoran dari pelaku yang melakukan kegiatan tambang ilegal dinilai telah menyalahgunakan jabatan dan wewenangnya. Dengan jelas dikatakan pada Pasal 12 huruf e UU Tipikor Nomor 31 Tahun 1999 jo. UU Nomor 20 Tahun 2001 juga bicara tegas soal penyalahgunaan wewenang.

Namun sangat disayangkan aturan tegas tertulis di atas kertas fakta dan aturan tegas berubah menjadi beras. Di Cikamunding dan beberapa lokasi lain di Kecamatan Cilograng hukum seperti punya dua wajah, satu serius di seminar, satu lagi tersenyum di lokasi tambang.

Kerusakan lingkungan terus menganga, limbah merkuri terus mengalir, tapi kewajiban reklamasi sebagaimana diatur dalam Pasal 99 UU Minerba tak pernah dijalankan. Pemerintah daerah tampak santai, mungkin karena sudah terbiasa melihat alam menangis tanpa air mata.

Cilograng kini bukan sekadar soal tambang, tapi cermin kecil dari bagaimana hukum bisa diajak kompromi. Kalau hukum memang sedang tidur, semoga segera terbangun.

Tapi jika ia sengaja memejamkan mata mungkin yang perlu dibangunkan bukan lagi hukum, melainkan nurani mereka yang mengendalikannya.

 

Penulis: Aji Permana

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Transformasi UPK Menjadi BUMDesma: Antara Amanat Regulasi dan Dugaan Kejahatan Terstruktur atas Aset PNPM di Kabupaten Lebak

17 Juni 2026 - 09:29 WIB

Screenshot 20260617 162719 ChatGPT

Hutan Kabel di Lebak, Bisnis Internet Menjamur, Negara Kehilangan Wibawa?

17 Juni 2026 - 07:02 WIB

Poster ilustrasi opini menampilkan Yudistira, Ketua Umum Barisan Rakyat Lawan Korupsi (BARALAK) Nusantara, dengan latar belakang tiang listrik yang dipenuhi kabel internet semrawut. Gambar memuat elemen berita mengenai dugaan provider internet ilegal, penggunaan aset negara tanpa izin, potensi pungutan liar, serta tuntutan transparansi dan penegakan hukum

PLT Kepala Dishub Banten dari Kepala Samsat: Mengapa Praktik PLT di Pemprov Banten Kerap Menabrak Aturan

5 Juni 2026 - 02:25 WIB

Screenshot 20260605 092302 Gallery

Sampah, Pengangguran, Kemiskinan Masih Layakkah Disebut “Bahagia”?

5 Mei 2026 - 11:28 WIB

IMG 20260501 WA0011

Bahagia Belum Sampai ke Dapur Rakyat: Satu Tahun Menunggu Janji Kampanye Ratu Zakiyah

1 Mei 2026 - 08:36 WIB

IMG 20260501 WA0011

Cukup! PBNU Bukan Panggung Politik Siapa Pun

23 April 2026 - 12:06 WIB

IMG 20260423 WA0032

Kekerasan terhadap Aktivis Bukan Kebetulan, Ini Cara Pembungkaman

6 April 2026 - 16:16 WIB

IMG 20260406 WA0073 e1775492141209

Abah Elang Mangkubumi: Spiritualitas, Islam, dan Kebangsaan Fondasi Kebangkitan Peradaban Nusantara

12 Maret 2026 - 20:09 WIB

IMG 20260313 WA0004 e1773346153781
Trending Banten