LEBAK, bantenpopuler.com,- Dinamika politik di Kabupaten Lebak kembali menjadi perhatian menjelang sejumlah agenda politik internal partai. Salah satu yang menyita perhatian publik adalah bergabungnya Moch. Nabil Jayabaya ke Partai Demokrat pada Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Demokrat Provinsi Banten.
Pengamat politik lokal Banten, H. Eli Sahroni yang akrab disapa King Badak, menilai langkah Nabil tersebut merupakan strategi politik yang berpotensi memperkuat posisinya di kancah politik Kabupaten Lebak.

Menurut King Badak, kehadiran Nabil di Partai Demokrat bukan sekadar perpindahan partai, melainkan langkah yang dapat membuka peluang bagi dirinya untuk menduduki posisi strategis di internal partai, termasuk memimpin Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Lebak apabila mendapat dukungan melalui mekanisme Musyawarah Cabang (Muscab).
“Masuknya Nabil memberikan warna baru bagi Demokrat di Lebak. Sosoknya dikenal memiliki jaringan luas, baik di dunia usaha maupun di tengah masyarakat,” ujar King Badak.
Selama ini, Nabil Jayabaya dikenal sebagai pengusaha muda yang dijuluki “Sultan Mutiara”. Selain aktif di dunia usaha, ia juga disebut kerap terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan di sejumlah wilayah Kabupaten Lebak.
King Badak menilai rekam jejak tersebut menjadi modal penting dalam membangun kekuatan politik. Menurutnya, kombinasi antara pengalaman organisasi, jaringan bisnis, serta kedekatan dengan masyarakat dapat menjadi nilai tambah bagi Partai Demokrat.
Ia juga menilai, apabila dipercaya memimpin DPC Demokrat Kabupaten Lebak, posisi tersebut dapat menjadi modal politik bagi Nabil untuk menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lebak pada masa mendatang.
“Memimpin DPC tentu akan memperkuat posisi politik seseorang. Namun seluruh proses tetap bergantung pada mekanisme partai dan keputusan internal yang berlaku,” katanya.
Lebih lanjut, King Badak menyebut hubungan Nabil dengan sejumlah tokoh politik di Kabupaten Lebak juga dinilai dapat menjadi faktor pendukung dalam membangun komunikasi politik lintas elemen.
Meski demikian, ia menegaskan seluruh peluang tersebut masih bergantung pada dinamika politik yang berkembang, termasuk hasil Musyawarah Cabang Partai Demokrat Kabupaten Lebak yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Agustus mendatang.
“Apakah Nabil akan memimpin Demokrat Lebak dan melangkah ke Pilkada, tentu kita tunggu proses politik yang berjalan. Yang jelas, bergabungnya Nabil menjadi salah satu perkembangan politik yang menarik untuk dicermati,” tutup King Badak. (**/).
Editor: Yudistira











