Menu

Mode Gelap
Siapa di Balik Pemenang Langganan Proyek Dindik Banten? Publik Berhak Mendapat Jawaban Demo BEM UI di Hari Bhayangkara ke-80 Tuai Sorotan, LAKSI Nilai Penggunaan Keranda Bersifat Provokatif Menguji Independensi Inspektorat Lebak: Beranikah Memeriksa Masa Lalu Pimpinannya Sendiri? PLN dan DPRD Lebak Bergerak, Polemik Kabel Internet Semrawut Masuki Babak Baru Tiang dan Kabel Diduga Tanpa Izin Bermunculan di Lebak, Proyek Jaringan MyRepublic Tuai Sorotan AMMCB Resmi Laporkan Dugaan ISP Tak Penuhi Regulasi ke DPRD Lebak, Desak RDP dan Penertiban Kabel Internet Semrawut

Opini

Siapa di Balik Pemenang Langganan Proyek Dindik Banten? Publik Berhak Mendapat Jawaban

badge-check


					Siapa di Balik Pemenang Langganan Proyek Dindik Banten? Publik Berhak Mendapat Jawaban Perbesar

Tidak ada yang salah ketika sebuah perusahaan berkali-kali memenangkan tender pemerintah, selama kemenangan itu diperoleh melalui proses yang bersih, terbuka, kompetitif, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Namun persoalannya berubah ketika pola kemenangan itu terus berulang dalam kurun waktu yang panjang hingga memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Publik tentu berhak bertanya, apakah hal tersebut semata-mata karena perusahaan tersebut memang paling kompeten, atau ada persoalan dalam tata kelola pengadaan yang perlu dibenahi?

design4223

Pertanyaan inilah yang kini mengemuka terhadap sejumlah proyek pengadaan di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Banten.

Baralak Nusantara memandang bahwa yang dibutuhkan bukanlah saling menyalahkan, melainkan keberanian membuka seluruh proses pengadaan secara transparan. Semakin tertutup suatu proses, semakin besar ruang bagi munculnya dugaan dan hilangnya kepercayaan masyarakat.

Dalam sistem pengadaan pemerintah, penentuan pemenang bukanlah hasil keputusan satu orang. Terdapat tahapan mulai dari penyusunan kebutuhan, spesifikasi teknis, penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS), pemilihan metode pengadaan, evaluasi administrasi, evaluasi teknis, evaluasi harga, hingga penetapan pemenang sesuai mekanisme yang berlaku.

Di sinilah peran organisasi perangkat daerah, termasuk Dinas Pendidikan melalui pejabat yang berwenang, menjadi penting dalam memastikan kebutuhan yang disusun benar-benar objektif, spesifikasi tidak mengarah kepada penyedia tertentu, dan seluruh proses berjalan sesuai prinsip pengadaan yang transparan, efektif, efisien, bersaing, adil, dan akuntabel. Pada sisi lain, unit pengadaan dan pihak-pihak yang terlibat dalam proses evaluasi juga memiliki tanggung jawab untuk menjalankan tugas secara independen sesuai ketentuan.

Apabila seluruh tahapan tersebut telah dilaksanakan secara benar, maka tidak ada alasan bagi siapa pun untuk meragukan hasil tender. Sebaliknya, jika terdapat kelemahan dalam tata kelola atau pengawasan, maka kondisi itu dapat memunculkan persepsi negatif yang pada akhirnya merugikan institusi pemerintah sendiri.

Dampak dari hilangnya kepercayaan publik jauh lebih besar daripada sekadar polemik mengenai siapa pemenang tender. Dunia usaha yang merasa peluangnya tidak setara dapat kehilangan minat mengikuti lelang pemerintah sehingga persaingan menjadi tidak optimal. Akibatnya, pemerintah berpotensi kehilangan kesempatan memperoleh harga terbaik maupun kualitas pekerjaan yang paling baik melalui kompetisi yang sehat.

Lebih jauh lagi, apabila pengadaan tidak dikelola secara transparan, maka sektor pendidikan yang semestinya menjadi investasi bagi masa depan generasi bangsa dapat terdampak. Anggaran pendidikan adalah uang rakyat yang harus kembali kepada rakyat dalam bentuk sarana pendidikan yang berkualitas, bukan sekadar deretan kontrak proyek.

Karena itu, Baralak Nusantara berpandangan bahwa langkah paling tepat saat ini adalah audit menyeluruh terhadap seluruh proses pengadaan yang menjadi perhatian publik. Audit tersebut harus dilakukan secara independen, profesional, dan berbasis bukti sehingga mampu menjawab seluruh pertanyaan yang berkembang.

Bila hasil audit menunjukkan bahwa seluruh proses telah sesuai aturan, maka hal itu akan memulihkan kepercayaan masyarakat. Namun apabila ditemukan penyimpangan, maka penegakan hukum harus dilakukan secara adil tanpa pandang bulu.

Negara yang kuat bukanlah negara yang bebas dari kritik, melainkan negara yang berani membuka setiap proses kepada pengawasan publik. Transparansi bukan ancaman bagi pemerintah yang bersih, melainkan fondasi utama untuk membangun kepercayaan masyarakat.

Sudah saatnya seluruh pihak menjadikan pengadaan pemerintah sebagai ruang kompetisi yang sehat, sehingga setiap rupiah anggaran pendidikan benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi dunia pendidikan dan masa depan anak-anak Indonesia.

Oleh: Yudistira
Ketua Umum Barisan Rakyat Lawan Korupsi (Baralak) Nusantara
Pimpinan Umum BaralakNusantara.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menguji Independensi Inspektorat Lebak: Beranikah Memeriksa Masa Lalu Pimpinannya Sendiri?

4 Juli 2026 - 15:43 WIB

IMG 20260704 WA0052

Transformasi UPK Menjadi BUMDesma: Antara Amanat Regulasi dan Dugaan Kejahatan Terstruktur atas Aset PNPM di Kabupaten Lebak

17 Juni 2026 - 09:29 WIB

Screenshot 20260617 162719 ChatGPT

Hutan Kabel di Lebak, Bisnis Internet Menjamur, Negara Kehilangan Wibawa?

17 Juni 2026 - 07:02 WIB

Poster ilustrasi opini menampilkan Yudistira, Ketua Umum Barisan Rakyat Lawan Korupsi (BARALAK) Nusantara, dengan latar belakang tiang listrik yang dipenuhi kabel internet semrawut. Gambar memuat elemen berita mengenai dugaan provider internet ilegal, penggunaan aset negara tanpa izin, potensi pungutan liar, serta tuntutan transparansi dan penegakan hukum

PLT Kepala Dishub Banten dari Kepala Samsat: Mengapa Praktik PLT di Pemprov Banten Kerap Menabrak Aturan

5 Juni 2026 - 02:25 WIB

Screenshot 20260605 092302 Gallery

Sampah, Pengangguran, Kemiskinan Masih Layakkah Disebut “Bahagia”?

5 Mei 2026 - 11:28 WIB

IMG 20260501 WA0011

Bahagia Belum Sampai ke Dapur Rakyat: Satu Tahun Menunggu Janji Kampanye Ratu Zakiyah

1 Mei 2026 - 08:36 WIB

IMG 20260501 WA0011

Cukup! PBNU Bukan Panggung Politik Siapa Pun

23 April 2026 - 12:06 WIB

IMG 20260423 WA0032

Kekerasan terhadap Aktivis Bukan Kebetulan, Ini Cara Pembungkaman

6 April 2026 - 16:16 WIB

IMG 20260406 WA0073 e1775492141209
Trending Headline