LEBAK, BANTENPOPULER.COM – Instalasi kabel jaringan internet yang diduga milik layanan IndiHome di Kampung Malabar, Desa Malabar, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten, menuai sorotan. Pasalnya, sejumlah kabel terlihat menjuntai rendah melintasi jalan lingkungan hingga area permukiman warga, sehingga dinilai berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kabel jaringan dipasang dengan posisi yang tidak semestinya. Di beberapa titik, kabel menggantung rendah hingga mendekati badan jalan yang setiap hari dilalui kendaraan roda dua, roda empat, maupun pejalan kaki.

Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena selain mengganggu kenyamanan, juga berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas. Terlebih saat malam hari atau ketika cuaca buruk, kabel yang menjuntai sulit terlihat sehingga dapat membahayakan pengguna jalan.
Sejumlah warga berharap pihak penyedia layanan internet segera melakukan evaluasi dan penataan ulang jaringan kabel sesuai standar teknis dan keselamatan. Mereka juga meminta pemerintah desa bersama instansi terkait tidak tinggal diam terhadap kondisi tersebut.
“Kami khawatir kalau dibiarkan terus, suatu saat ada pengendara motor yang tersangkut kabel. Jangan sampai menunggu ada korban baru diperbaiki,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Persoalan kabel internet yang semrawut, menurut warga, bukan hanya merusak estetika lingkungan, tetapi juga menjadi ancaman nyata terhadap keselamatan publik. Mereka meminta seluruh jaringan yang melintang di jalan lingkungan segera ditertibkan.
Menanggapi kondisi tersebut, Aktivis Aliansi Mahasiswa, Masyarakat dan Cendikiawan Banten (AMMCB), Sidik, melontarkan kritik keras terhadap penyedia layanan internet maupun pemerintah yang dinilai belum serius mengawasi instalasi jaringan telekomunikasi.
Menurut Sidik, pemasangan kabel yang tidak memperhatikan aspek keselamatan merupakan bentuk kelalaian yang tidak boleh dianggap sepele.
“Kabel internet yang dipasang semrawut dan menjuntai rendah merupakan ancaman nyata bagi masyarakat. Jangan sampai pemerintah maupun perusahaan penyedia layanan baru bergerak setelah ada korban jiwa. Keselamatan warga harus menjadi prioritas, bukan dikalahkan oleh kepentingan bisnis,” tegas Sidik kepada BantenPopuler.com, Sabtu (1/8/2026).
Sidik menilai fenomena kabel internet yang semrawut tidak hanya terjadi di Desa Malabar, tetapi juga banyak ditemukan di berbagai wilayah Kabupaten Lebak. Ia menyebut lemahnya pengawasan membuat perusahaan leluasa memasang jaringan tanpa memperhatikan standar keamanan.
“Kalau terus dibiarkan, cepat atau lambat pasti akan memakan korban. Pengendara sepeda motor bisa tersangkut kabel, kendaraan besar juga berpotensi menyenggol kabel yang menggantung rendah. Ini harus menjadi perhatian serius semua pihak,” ujarnya.
Ia mendesak pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk segera melakukan audit terhadap seluruh jaringan kabel telekomunikasi yang terpasang di ruang publik. Menurutnya, perusahaan penyedia layanan internet wajib bertanggung jawab atas keamanan instalasi yang mereka bangun.
Sidik juga meminta aparat pemerintah tidak hanya melakukan pembinaan, tetapi berani memberikan sanksi apabila ditemukan pemasangan jaringan yang melanggar ketentuan keselamatan.
“Jangan hanya mengejar jumlah pelanggan, tetapi mengabaikan keselamatan masyarakat. Jika ditemukan kabel yang membahayakan, harus segera diperbaiki atau ditertibkan. Jangan menunggu ada korban baru saling menyalahkan,” katanya.
Warga berharap pemerintah desa, pihak kecamatan, dinas teknis, serta perusahaan penyedia layanan internet segera berkoordinasi untuk melakukan penataan ulang seluruh kabel yang dinilai membahayakan. Langkah cepat dinilai penting agar aktivitas masyarakat tetap aman dan potensi kecelakaan dapat dicegah sejak dini.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyedia layanan internet terkait keluhan warga mengenai kondisi kabel jaringan yang menjuntai di Kampung Malabar, Desa Malabar, Kecamatan Cibadak.(**/).











