Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Apps

Abah KH. Elang Mangkubumi: Pasukan Inti Pagar Nusa Bukan Sekadar Jago Bela Diri

badge-check

Abah KH. Elang Mangkubumi: Pasukan Inti Pagar Nusa Bukan Sekadar Jago Bela DiriPerbesar

BANTENPOPULER.COM – Menjadi Pasukan Inti (Pasti) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa bukan sekadar memiliki kemampuan bela diri. Di balik posisi tersebut terdapat tanggung jawab besar untuk menjaga ulama, organisasi, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dewan Khos Pengurus Pusat (PP) Pagar Nusa, Abah KH. Elang Mangkubumi, menilai Pasukan Inti harus memahami bahwa kemampuan bela diri merupakan bagian dari tanggung jawab pengabdian, bukan sarana untuk menunjukkan kekuatan.

“Pasukan Inti Pagar Nusa jangan hanya kuat dalam ilmu bela diri, tetapi juga harus kuat dalam akhlak, kedisiplinan dan tanggung jawab. Kemampuan yang dimiliki harus digunakan untuk menjaga, mengayomi dan memberikan rasa aman, terutama kepada para ulama dan masyarakat,” ujar Abah KH. Elang Mangkubumi.

Menurutnya, seorang kader Pagar Nusa harus mampu mengendalikan diri. Semakin tinggi kemampuan seorang pesilat, semakin besar pula tanggung jawab moral yang harus dijalankan.

“Jangan sampai kemampuan silat justru membuat seorang kader mudah terpancing atau menggunakan kekuatan secara sembarangan. Pagar Nusa mengajarkan keberanian yang disertai pengendalian diri. Kita membela yang benar, menjaga kehormatan ulama dan organisasi, serta tetap berdiri untuk kepentingan bangsa dan NKRI,” tegasnya.

Tiga Tanggung Jawab Besar

Dalam menjalankan tugasnya, Pasukan Inti memiliki peran penting dalam membantu pengamanan berbagai kegiatan organisasi, khususnya ketika para ulama dan tokoh NU hadir dalam sebuah kegiatan.

Karena itu, tanggung jawab Pasukan Inti tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan. Kader juga harus mampu menjaga marwah organisasi dan menunjukkan keteladanan di tengah masyarakat.

Abah KH. Elang Mangkubumi menekankan setidaknya tiga hal yang harus menjadi perhatian kader Pagar Nusa, yakni menjaga ulama, menjaga organisasi dan menjaga NKRI.

“Menjaga ulama adalah bagian dari khidmah. Menjaga organisasi adalah bagian dari amanah. Dan menjaga NKRI adalah bagian dari tanggung jawab kita sebagai warga negara. Tiga hal ini harus melekat dalam diri setiap Pasukan Inti Pagar Nusa,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar kader Pagar Nusa tidak mudah merasa paling kuat hanya karena memiliki kemampuan bela diri.

Menurutnya, ukuran keberhasilan seorang pesilat bukan hanya seberapa tinggi kemampuan bertarungnya, tetapi juga seberapa mampu ia menjaga sikap, menghormati orang lain dan memberikan manfaat.

Bela Diri Harus Disertai Akhlak

Pagar Nusa selama ini dikenal sebagai wadah pengembangan pencak silat di lingkungan Nahdlatul Ulama. Proses kaderisasi tidak hanya diarahkan untuk melahirkan pesilat yang memiliki kemampuan fisik, tetapi juga kader yang memiliki karakter dan nilai-nilai ke-NU-an.

Dalam konteks tersebut, Pasukan Inti diharapkan mampu menjadi contoh bagi kader lainnya.

“Kita ingin melahirkan Pasukan Inti yang bukan hanya tangguh secara fisik, tetapi juga matang secara mental dan spiritual. Kalau ilmu silat tinggi tetapi akhlaknya rendah, maka tujuan kaderisasi tidak tercapai,” kata Abah KH. Elang Mangkubumi.

Ia berharap para kader Pagar Nusa terus meningkatkan kemampuan, mengikuti proses kaderisasi dan tidak berhenti belajar.

Sebab, menjadi Pasukan Inti bukanlah sekadar kebanggaan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada organisasi, masyarakat dan bangsa.

“Jadilah pesilat yang disegani karena akhlaknya, bukan ditakuti karena kekuatannya.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Dugaan Manipulasi Data Siswa PKBM di Lebak Disorot, Kejaksaan Diminta Telusuri Validitas Dapodik dan Penyaluran Anggaran

28 Okt 2026 - 08:46 WIB

Dugaan Manipulasi Data Siswa PKBM di Lebak Disorot, Kejaksaan Diminta Telusuri Validitas Dapodik dan Penyaluran Anggaran

SPBU Jaura Jalan Siliwangi Tak Bisa Layani Konsumen, Aktivis Desak Pengawasan dan Evaluasi

27 Okt 2026 - 19:24 WIB

SPBU Jaura Jalan Siliwangi Tak Bisa Layani Konsumen, Aktivis Desak Pengawasan dan Evaluasi

Di Duga Mandor Disebut Tidur Saat Pekerjaan Berlangsung, Pengawasan Proyek di Prepedan Dalam Dipertanyakan

27 Okt 2026 - 10:57 WIB

Di Duga Mandor Disebut Tidur Saat Pekerjaan Berlangsung, Pengawasan Proyek di Prepedan Dalam Dipertanyakan

Dukung Usulan DPRD Lebak, Pengalihan Jalan Cileles–Malingping Berpeluang Buka Ruang Anggaran untuk Jalan Desa

20 Okt 2026 - 11:53 WIB

Dukung Usulan DPRD Lebak, Pengalihan Jalan Cileles–Malingping Berpeluang Buka Ruang Anggaran untuk Jalan Desa

Audiensi AMMCB dengan Polda Banten Memanas, Koordinator AMMCB Soroti Dugaan Pembiaran Tambang Ilegal Gunung Pinang

15 Okt 2026 - 10:13 WIB

Audiensi AMMCB dengan Polda Banten Memanas, Koordinator AMMCB Soroti Dugaan Pembiaran Tambang Ilegal Gunung Pinang

Negara Jangan Ajari Anak Miskin untuk Menadahkan Tangan

14 Okt 2026 - 08:39 WIB

Negara Jangan Ajari Anak Miskin untuk Menadahkan Tangan

Putusan MK soal Gibran Picu Desakan Aksi di Banten, DPR RI Ditantang Buka Sikap

12 Okt 2026 - 15:41 WIB

Putusan MK soal Gibran Picu Desakan Aksi di Banten, DPR RI Ditantang Buka Sikap

AMMCB Siap Gelar Aksi ke Polda Banten! Desak Bongkar Dugaan Tambang Ilegal Gunung Pinang hingga ke Pengendali Utama

12 Okt 2026 - 08:56 WIB

AMMCB Siap Gelar Aksi ke Polda Banten! Desak Bongkar Dugaan Tambang Ilegal Gunung Pinang hingga ke Pengendali Utama
Trending Banten