Menu ✖

Otomatis
Breaking News

berita

Pasien Viral Dugaan Pungutan Ambulans Wafat di ICU RSUD Banten, Publik Desak Evaluasi Layanan Darurat

badge-check

Suasana duka di rumah keluarga pasien Ida Farida di Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, setelah almarhumah meninggal dunia usai menjalani perawatan di RSUD Banten, memicu sorotan publik terhadap dugaan pungutan ambulans dan standar layanan kesehatan daruratPerbesar

Suasana duka di rumah keluarga pasien Ida Farida di Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, setelah almarhumah meninggal dunia usai menjalani perawatan di RSUD Banten, memicu sorotan publik terhadap dugaan pungutan ambulans dan standar layanan kesehatan darurat

Serang – bantenpopuler.com – Pasien bernama Ida Farida (47) yang sebelumnya menjadi sorotan publik akibat dugaan pungutan biaya ambulans, meninggal dunia pada Sabtu (21/02/2026) sekitar pukul 14.30 WIB di Ruang ICU RSUD Banten.

Informasi wafatnya Ida Farida disampaikan keluarga. Jenazah almarhumah dijadwalkan dimakamkan usai Magrib di pemakaman keluarga di Kecamatan Petir, Kabupaten Serang.

Perwakilan keluarga, Dedi, menyampaikan duka mendalam atas kepergian almarhumah dan berharap masyarakat mendoakan agar Ida Farida mendapat tempat terbaik.

Sebelum meninggal, kondisi Ida Farida sempat menjadi perhatian setelah muncul dugaan adanya permintaan biaya ambulans saat proses rujukan dari Puskesmas Petir menuju rumah sakit.

Keluarga mengaku ambulans tidak digunakan karena disebut adanya biaya sebesar Rp200 ribu. Dalam kondisi darurat dan keterbatasan ekonomi, pasien akhirnya dibawa ke rumah sakit menggunakan transportasi alternatif.

Anak pasien, Alya Putri, menyatakan sempat mengurus rujukan dengan membawa Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Namun ia mengaku mendapat penjelasan bahwa mekanisme layanan saat ini lebih mengacu pada kepesertaan BPJS.

Selain itu, keluarga menyebut adanya informasi tarif ambulans rujukan yang harus dibayarkan, sehingga memunculkan kebingungan di tengah situasi darurat.

Dorongan Evaluasi Layanan Kesehatan

Kasus tersebut memicu reaksi dari berbagai kalangan, termasuk aktivis lokal. Ketua Forum Aktivis Petir, Oman Sumantri, menilai pelayanan darurat tidak boleh terhambat persoalan administrasi maupun biaya.

Ia menegaskan fasilitas kesehatan harus memastikan setiap pasien kritis memperoleh penanganan cepat tanpa diskriminasi, serta meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh jika ditemukan kekeliruan prosedur.

Regulasi Tekankan Prioritas Penyelamatan Nyawa

Dalam ketentuan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, fasilitas kesehatan diwajibkan mendahulukan keselamatan pasien gawat darurat tanpa mempertimbangkan kemampuan finansial.

Sementara layanan ambulans rujukan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional berada dalam skema pembiayaan BPJS Kesehatan, sebagaimana diatur dalam regulasi Kementerian Kesehatan.

Puskesmas Lakukan Penelusuran InternaL

Kepala Puskesmas Petir, Agus Kusumah, menyatakan pihaknya sedang melakukan investigasi internal untuk memastikan kronologi peristiwa, termasuk kemungkinan miskomunikasi antara petugas dan keluarga pasien.

Ia menjelaskan tarif ambulans memang tercantum dalam aturan daerah sebagai acuan layanan, namun tidak seharusnya menjadi penghalang penanganan pasien darurat yang tidak mampu.

Menurutnya, mekanisme rujukan menggunakan SKTM saat ini juga berkaitan dengan klasifikasi kesejahteraan masyarakat, sehingga dalam beberapa kasus dialihkan ke skema BPJS PBI.

Sorotan Publik Meningkat

Meninggalnya Ida Farida memperkuat perhatian publik terhadap standar pelayanan kesehatan darurat di tingkat puskesmas. Masyarakat berharap adanya langkah evaluasi konkret dari pemerintah daerah agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dan prinsip kemanusiaan tetap menjadi prioritas utama dalam layanan kesehatan.

Editor: Dimas Maulana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Ponpes Al Marjan Mulabaru Borong Enam Penghargaan di MOMB 2026 Tingkat Provinsi Banten

31 Okt 2026 - 12:52 WIB

Ponpes Al Marjan Mulabaru Borong Enam Penghargaan di MOMB 2026 Tingkat Provinsi Banten

Aktivitas Tambang Berhenti, Direktur PT HMD Hamdan Tegaskan Komitmen Patuhi Aturan Perizinan

31 Okt 2026 - 08:20 WIB

Aktivitas Tambang Berhenti, Direktur PT HMD Hamdan Tegaskan Komitmen Patuhi Aturan Perizinan

Aliansi AMMCB Ancam Kepung Kantor PDAM Lebak: “Manajemen Baru Gagal Total, Tak Pernah Belajar dari Kesalahan!

30 Okt 2026 - 22:22 WIB

Aliansi AMMCB Ancam Kepung Kantor PDAM Lebak: “Manajemen Baru Gagal Total, Tak Pernah Belajar dari Kesalahan!

Bakti Pemuda Daerah 2026 Resmi Dibuka, 70 Pemuda Siap Mengabdi di Tiga Desa Cipanas

29 Okt 2026 - 11:39 WIB

Bakti Pemuda Daerah 2026 Resmi Dibuka, 70 Pemuda Siap Mengabdi di Tiga Desa Cipanas

*Izasah di tahan perusahaan, FKMS desak Polda Banten usut tuntas dugaan pelanggaran hak pekerja*

28 Okt 2026 - 19:36 WIB

*Izasah di tahan perusahaan, FKMS desak Polda Banten usut tuntas dugaan  pelanggaran hak pekerja*

Dugaan Manipulasi Data Siswa PKBM di Lebak Disorot, Kejaksaan Diminta Telusuri Validitas Dapodik dan Penyaluran Anggaran

28 Okt 2026 - 08:46 WIB

Dugaan Manipulasi Data Siswa PKBM di Lebak Disorot, Kejaksaan Diminta Telusuri Validitas Dapodik dan Penyaluran Anggaran

SPBU Jaura Jalan Siliwangi Tak Bisa Layani Konsumen, Aktivis Desak Pengawasan dan Evaluasi

27 Okt 2026 - 19:24 WIB

SPBU Jaura Jalan Siliwangi Tak Bisa Layani Konsumen, Aktivis Desak Pengawasan dan Evaluasi

Bakti Pemuda Daerah 2026 Kolaborasikan Organisasi Kepemudaan dan Mahasiswa

27 Okt 2026 - 15:23 WIB

Bakti Pemuda Daerah 2026 Kolaborasikan Organisasi Kepemudaan dan Mahasiswa
Trending Banten