Menu

Mode Gelap
Tanah Bukan Barang Dagangan : Nobar Pesta Babi di Serang Jadi Forum Kritik Proyek Papua Seleksi PAW Desa Darmasari, Eko Raih Nilai Tertinggi 312 Polres Lebak Bongkar Peredaran Obat Terlarang di Banjarsari, Tiga Pengedar Diciduk Dini Har AMMCB Resmi Laporkan Dugaan Tambang Batu Ilegal ke Kapolda Banten Sampah, Pengangguran, Kemiskinan Masih Layakkah Disebut “Bahagia”? AMMCB Bongkar Dugaan Pembiaran Tambang Batu, Soroti Kerusakan Lingkungan dan Lemahnya Penegakan Hukum

Nasional

Dewan Khos Pagar Nusa: Premanisme Berkedok Agama Harus Dihentikan, Aparat Jangan Diam!

badge-check


					Abah Kh. Elang Mangkubumi, Dewan Khos Pengurus Pusat PSNU Pagar Nusa Perbesar

Abah Kh. Elang Mangkubumi, Dewan Khos Pengurus Pusat PSNU Pagar Nusa

Bantenpopuler.com –  Suasana pengajian yang seharusnya menjadi tempat menimba ilmu dan mencari keberkahan berubah menjadi arena ketakutan. Di Tangerang, sejumlah jamaah dianiaya oleh pengawal Habib Bahar bin Smith. Mereka bukan hanya dipukul dan ditendang, tetapi juga kehilangan barang pribadi yang dirampas secara paksa.

Peristiwa ini sontak memicu gelombang kemarahan publik. Di antara suara yang paling lantang mengecam adalah Abah Kh. Elang Mangkubumi, Dewan Khos Pengurus Pusat Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa. Baginya, apa yang terjadi bukan sekadar tindak pidana, melainkan aib besar bagi umat.

design4223

“Ini bukan hanya kriminal. Ini penghinaan terhadap martabat umat, pelecehan terhadap nilai agama, dan serangan langsung terhadap hukum negara,” ujar Abah Elang dengan nada geram, Jumat (26/9/2025).

Menurutnya, pengajian adalah rumah berkah, bukan gelanggang adu jotos. Kekerasan yang dibungkus dengan simbol agama justru merusak citra Islam sebagai rahmat bagi semesta.

“Apalagi ada jamaah yang dipukul, ditendang, bahkan barang pribadinya dirampas. Itu bukan dakwah. Itu perbuatan biadab yang melecehkan akal sehat dan mencoreng kesucian agama,” tambahnya.

Abah Elang menegaskan bahwa aparat penegak hukum tidak boleh gentar menghadapi kasus ini. Ia khawatir, jika dibiarkan, masyarakat akan menganggap negara kalah oleh kelompok premanisme yang berlindung di balik simbol agama.

“Jangan pernah ragu! Jangan ada kompromi, jangan ada pilih kasih. Jika negara tunduk pada ancaman kelompok seperti ini, maka kedaulatan hukum akan runtuh, dan rakyat akan kehilangan kepercayaan,” tegasnya.

Ia menuntut polisi segera menangkap seluruh pelaku pengeroyokan dan menyeret mereka ke meja hijau. Hukum, kata Abah Elang, harus ditegakkan setegas-tegasnya, tanpa pandang bulu.

Tak hanya kepada aparat, pesan keras juga ia tujukan kepada masyarakat luas. Menurutnya, publik tidak boleh takut menghadapi teror dan intimidasi yang berkedok agama.

“Kekerasan tidak boleh menjadi wajah agama di negeri ini. Jangan biarkan rasa takut mengalahkan kebenaran. Negara harus hadir, hukum harus ditegakkan, dan pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum,” serunya.

Pagar Nusa, sebagai badan otonom NU yang berakar pada tradisi pesantren, selama ini dikenal lantang menolak praktik kekerasan dan premanisme. Pernyataan Abah Elang kembali menegaskan komitmen itu.

“Cukup sudah bangsa ini dipermalukan oleh tindakan premanisme berkedok agama. Aparat, jangan diam! Tegakkan hukum dengan tegas, cepat, dan tanpa pandang bulu. Siapa pun pelakunya, hukum harus berdiri di atas segalanya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sampah, Pengangguran, Kemiskinan Masih Layakkah Disebut “Bahagia”?

5 Mei 2026 - 11:28 WIB

IMG 20260501 WA0011

Guru Jadi Korban Jalan Hancur, Warga Tuding Keras Aktivitas Galian Batu di Kp Sengkol Kec. Curugbitung

4 Mei 2026 - 06:53 WIB

Seorang pria mendorong sepeda motor di jalan desa yang rusak dan berlumpur di Guradog, sementara sejumlah siswa sekolah dasar berdiri di pinggir jalan menyaksikan kondisi berbahaya

Cukup! PBNU Bukan Panggung Politik Siapa Pun

23 April 2026 - 12:06 WIB

IMG 20260423 WA0032

Sidang Praperadilan Temi J. Putra di PN Tangerang Ditunda, Kuasa Hukum Soroti Dugaan Kejanggalan Administratif

22 April 2026 - 10:58 WIB

Screenshot 20260422 175708 Gallery

Gunung Pinang Dikeruk Lagi: Ketika Segel Negara Tak Lagi Bertaring

21 April 2026 - 01:20 WIB

Aktivitas alat berat di lokasi tambang ilegal kawasan Gunung Pinang, Serang, Banten, yang kembali beroperasi meski sempat disegel polisi.

Budaya K3 di PT. Cemindo Dinilai Masih Rendah, Dinas Siapkan Pembinaan Masif

18 April 2026 - 09:04 WIB

IMG 20260418 160022

Dugaan Pungli Disnaker Lebak: Modus “Biaya Perjalanan Dinas” Disorot Aktivis

16 April 2026 - 06:34 WIB

Screenshot 20260416 133218 ChatGPT

Pemantauan Alih Fungsi Lahan Sawah, Kantah Cilegon Perkuat Kepastian Hukum Pertanahan

15 April 2026 - 15:44 WIB

Screenshot 20260415 224329 Gallery
Trending Banten