Menu

Mode Gelap
5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat, dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar GAMPAR “Gedor” Kejari Lebak, Dugaan Skandal UPK-BUMDesma Kembali Menghangat Aktivis Desak Polda Banten dan Gubernur Banten Bertindak Tegas, Tambang Galian C di Kopo Dinilai Abaikan Keselamatan Pengguna Jalan Aktivis LSM JAPATI Akan Kawal Terus Penanganan Laporan Dugaan Korupsi Dana Desa Pasirkupa Diduga Bertindak Semena-mena, PLN ULP Rangkasbitung Disorot: Pemutusan Listrik Berbekal Surat Tanpa Tanda Tangan Manajer Transformasi UPK Menjadi BUMDesma: Antara Amanat Regulasi dan Dugaan Kejahatan Terstruktur atas Aset PNPM di Kabupaten Lebak

berita

Pejabat Inspektorat Diduga Aniaya OB, Baralak: Ini Pelanggaran Etik Berat, Proses Hukum Wajib Jalan!

badge-check


					EK, pegawai honorer Inspektorat Lebak, mengaku mengalami kekerasan fisik dan verbal oleh atasannya berinisial R pada Jumat (14/11/2025). (Gambar: Ilustrasi/Bantenpopuler.com) Perbesar

EK, pegawai honorer Inspektorat Lebak, mengaku mengalami kekerasan fisik dan verbal oleh atasannya berinisial R pada Jumat (14/11/2025). (Gambar: Ilustrasi/Bantenpopuler.com)

LEBAK | Bantenpopuler.com — Seorang office boy (OB) berinisial EK (25), pegawai honorer di Kantor Inspektorat Kabupaten Lebak, diduga mengalami kekerasan fisik dan verbal yang dilakukan oleh atasannya berinisial R, pada Jumat (14/11/2025) sekitar pukul 07.00 WIB.

Pada pagi hari sekitar pukul 06.15 WIB, EK sudah berada di kantor untuk membersihkan ruangan. Saat mempersiapkan peralatan penyemprot rumput, pejabat berinisial R datang dan memarahi EK karena aula belum dibereskan. Menurut EK, jarak aula yang terpisah dari ruangan utama membuatnya belum sempat membersihkan area tersebut.

design4223

Pak R langsung marah-marah sambil bilang saya goblok, tolol, pelongo. Saya hanya iya-iya saja,” ujar EK saat diwawancarai, Senin (17/11/2025).

Tak lama berselang, R kembali memanggil EK dengan berteriak. Ia kemudian menghampiri EK, menendang tong sampah dua kali, dan melontarkan makian yang sama.

EK mengaku menerima tendangan di bagian perut.
Perut saya ditendang di bagian puser. Saya tidak melawan karena saya menghargai beliau sebagai atasan,” ungkapnya.

Usai insiden tersebut, EK mengaku didorong ke aula dan disidang oleh tiga orang: R, Sekretaris Inspektorat, dan seorang pejabat bernama Yes. Dua pejabat tersebut disebut belum mengetahui kronologi sebenarnya.

R bahkan sempat menyampaikan hendak memberhentikan EK, namun ditolak oleh dua pejabat lainnya. Meski demikian, EK tetap memutuskan untuk membuat keputusan pahit: mengundurkan diri pada Senin (17/11/2025).

Saya mengundurkan diri karena sakit hati. Harga diri saya sudah tidak ada lagi. Kalau dimarahi dengan kata-kata kasar saya sering, tapi kali ini sudah ke fisik,” tegasnya.

Ketua Umum Barisan Rakyat Lawan Korupsi Baralak Nusantara, Yudistira, mengecam keras tindakan yang diduga dilakukan oleh pejabat Inspektorat tersebut.

Ini bukan hanya arogansi, tetapi pelanggaran serius terhadap moralitas, etika kepemimpinan, dan disiplin ASN. Pejabat publik harus menjadi teladan, bukan melakukan kekerasan kepada bawahan,” ucap Yudistira.

Ia menilai tindakan tersebut, apabila terbukti, dapat dikategorikan sebagai dugaan tindak pidana penganiayaan sebagaimana diatur Pasal 351 KUHP, serta pelanggaran berat terhadap PP Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin ASN, khususnya kewajiban menjaga perilaku terhormat dan tidak menyalahgunakan kewenangan.

Inspektorat adalah lembaga pengawas internal pemerintah. Jika pimpinan justru berperilaku tidak etis, itu merusak marwah institusi. Kami mendesak Bupati Lebak, Inspektur, dan aparat penegak hukum untuk mengambil langkah tegas,” tegasnya.

Hingga berita ini dipublikasikan, pejabat Inspektorat berinisial R masih belum memberikan jawaban maupun klarifikasi atas dugaan penganiayaan tersebut.

Redaksi | Bantenpopuler.com
Kritis • Faktual • Tajam • Berpihak pada Kebenaran Publik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat, dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar

25 Juni 2026 - 13:31 WIB

IMG 20260625 WA00811

GAMPAR “Gedor” Kejari Lebak, Dugaan Skandal UPK-BUMDesma Kembali Menghangat

24 Juni 2026 - 10:38 WIB

Screenshot 20260624 173718 ChatGPT

Diduga Bertindak Semena-mena, PLN ULP Rangkasbitung Disorot: Pemutusan Listrik Berbekal Surat Tanpa Tanda Tangan Manajer

18 Juni 2026 - 09:51 WIB

Screenshot 20260618 164941 ChatGPT

GAIB-212 Siap Kepung PLN UP3 Banten Selatan, Bongkar Dugaan Pungli dan Carut-Marut Penggunaan Aset Negara

15 Juni 2026 - 13:03 WIB

Screenshot 20260615 200226 ChatGPT

Ketua GAIB-212 Lebak Buka Ruang Koordinasi dengan OPD, Namun Tetap Kawal Kepentingan Rakyat

14 Juni 2026 - 12:56 WIB

Screenshot 20260614 195335 Gallery

Inspiratif! Siswa SMPN 3 Rangkasbitung Ubah Momen Kelulusan Menjadi Ajang Menata Masa Depan

3 Juni 2026 - 06:33 WIB

Screenshot 20260603 120609 ChatGPT

Truk Pasir Diduga Langgar Jam Operasional, Aktivitas PT MQS dan PT Permata Alam Dikeluhkan Warga Sajira

25 Mei 2026 - 12:50 WIB

IMG 20260525 WA0037

Dugaan Larangan Ujian dan Pemisahan Siswa di SD IT Insan Karima Lebak Tuai Sorotan, Dinilai Berpotensi Tekan Psikologis Anak

24 Mei 2026 - 17:12 WIB

IMG 20260524 WA0030
Trending Banten