Menu

Mode Gelap
LSM NIL “Kunci” Kasus Tambang Cihara, Desak Polda Banten Buka Terang: Jangan Ada Ruang Gelap Disnaker Lebak Bantah Dugaan Pungli, Dedi Lukman: Tidak Benar dan Tidak Akan Ditolerir Sawah di Margatirta Terendam Banjir Bukti Lemahnya Antisipasi Dampak dari Proyek PT. KCU Dugaan Pungli Disnaker Lebak: Modus “Biaya Perjalanan Dinas” Disorot Aktivis Kasus Pelecehan di FH UI Disorot, Perlindungan Korban Jadi Prioritas Pemantauan Alih Fungsi Lahan Sawah, Kantah Cilegon Perkuat Kepastian Hukum Pertanahan

Advetorial

Kasus Pelecehan di FH UI Disorot, Perlindungan Korban Jadi Prioritas

badge-check


					Kasus Pelecehan di FH UI Disorot, Perlindungan Korban Jadi Prioritas Perbesar

Nasional, Bantenpopuler.com — Dugaan kasus pelecehan seksual yang terjadi di Fakultas Hukum Universitas Indonesia menjadi sorotan luas publik dan kembali menegaskan bahwa ruang akademik belum sepenuhnya terbebas dari praktik kekerasan seksual. Kasus ini mencerminkan persoalan yang lebih dalam, yakni masih kuatnya budaya permisif terhadap seksisme, objektifikasi perempuan, serta lemahnya kontrol sosial di lingkungan kampus.

Fenomena ini menunjukkan bahwa kekerasan seksual tidak lagi terbatas pada tindakan fisik, tetapi juga berkembang dalam bentuk verbal dan digital. Candaan seksual, percakapan tidak senonoh, hingga objektifikasi terhadap perempuan yang dianggap “lumrah” di ruang mahasiswa sejatinya merupakan bentuk kekerasan yang merendahkan martabat manusia dan tidak bisa ditoleransi.

design4223

Menanggapi hal tersebut, Dila selaku Ketua Komisariat PMII STISIP Banten Raya menyampaikan kecaman keras dan menilai bahwa peristiwa ini merupakan tanda serius adanya krisis moral di dunia pendidikan tinggi.

“Ini bukan sekadar pelanggaran etika biasa, tetapi sudah masuk dalam kategori kekerasan seksual berbasis digital. Kampus yang seharusnya menjadi ruang aman justru tercoreng oleh perilaku tidak bermoral segelintir oknum,” tegas Dila.

Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa kasus ini tidak bisa hanya dilihat sebagai kesalahan individu, melainkan juga kegagalan sistemik dalam pembinaan dan pengawasan di lingkungan kampus.

“Ketika praktik seperti ini terjadi dan dianggap biasa, itu artinya ada kegagalan dalam sistem pembinaan karakter. Kampus tidak boleh hanya mencetak intelektual, tetapi juga harus menjadi benteng moral,” lanjutnya.

Dila juga menekankan bahwa penanganan kasus kekerasan seksual di kampus kerap kali tidak transparan dan belum sepenuhnya berpihak kepada korban, sehingga berpotensi memperparah dampak psikologis yang dialami.

“Jangan sampai korban justru mengalami tekanan sosial karena lemahnya penanganan. Kampus harus hadir melindungi korban, bukan melindungi nama baik institusi semata,” ujarnya.

Ia pun mendesak agar pihak kampus mengambil langkah tegas dan tidak setengah hati dalam menyelesaikan kasus ini.

“Kami mendesak adanya sanksi tegas dan transparan terhadap pelaku. Jika terdapat unsur pidana, maka harus dibawa ke ranah hukum. Tidak boleh ada kompromi terhadap pelaku kekerasan seksual,” tutup Dila.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa tanpa langkah serius dan sistemik mulai dari penegakan sanksi, transparansi, hingga penguatan edukasi kesetaraan gender lingkungan kampus akan terus menjadi ruang yang rentan terhadap kekerasan seksual.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sawah di Margatirta Terendam Banjir Bukti Lemahnya Antisipasi Dampak dari Proyek PT. KCU

16 April 2026 - 13:37 WIB

IMG 20260416 203518

Dugaan Pungli Disnaker Lebak: Modus “Biaya Perjalanan Dinas” Disorot Aktivis

16 April 2026 - 06:34 WIB

Screenshot 20260416 133218 ChatGPT

Umsaroh, S.Pd Siap Pimpin PGRI Cibadak, Usung Profesionalisme dan Kesejahteraan Guru

15 April 2026 - 13:03 WIB

Screenshot 20260415 195948 Gallery

IMALA Desak Transparansi Kasus Kematian Pekerja PT. Cemindo, Minta Diusut Tuntas

12 April 2026 - 09:46 WIB

Sumber: UngkapPublik.com

Pekerja Tewas Terjepit Pulley Belt di PT Cemindo, IMALA Soroti Lemahnya K3

7 April 2026 - 09:19 WIB

Sumber: UngkapPublik.com

Plang Penutupan Galian Cadas di Desa Paja Hilang, Diduga Akan Kembali Beroperasi, IMALA Soroti Pengawasan

27 Maret 2026 - 13:46 WIB

IMG 20260325 WA0056 e1774619314453

Di Tengah Keterbatasan, Ibu Irma Bangun Kemandirian dan Gerakkan Disabilitas Lewat PNM Mekaar

25 Maret 2026 - 23:39 WIB

IMG 20260326 WA0007

Peserta Kecewa, Program “Terima Kasih Muadzin” Dinilai Tak Jelas dan Berpotensi PHP

19 Maret 2026 - 20:25 WIB

Screenshot 2026 03 20 03 13 31 55 1c337646f29875672b5a61192b9010f9
Trending berita