Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Banten

Bakti Pemuda Daerah 2026 Kolaborasikan Organisasi Kepemudaan dan Mahasiswa

badge-check

Bakti Pemuda Daerah 2026 Kolaborasikan Organisasi Kepemudaan dan MahasiswaPerbesar

BANTENPOPULER.COM|LEBAK— Semangat kolaborasi pemuda untuk pembangunan daerah diwujudkan melalui kegiatan Bakti Pemuda Daerah 2026 yang akan menerjunkan 70 pemuda ke tiga desa di Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 28 Oktober hingga 4 November 2026 ini menjadi ruang kolaborasi lintas organisasi kepemudaan dan mahasiswa untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat desa.

Bakti Pemuda Daerah 2026 merupakan gerakan kolaboratif yang melibatkan berbagai organisasi kepemudaan dan mahasiswa di Kabupaten Lebak, di antaranya KNPI, PPI, HMI MPO, IMALA, IMM, dan IPM. Kolaborasi ini menjadi upaya untuk menyatukan gagasan, kapasitas, serta semangat pengabdian pemuda dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan mendorong pembangunan daerah.

Sebanyak 70 pemuda akan terlibat dalam kegiatan ini. Mereka akan disebar ke tiga desa, yakni Desa Luhurjaya, Desa Girilaya, dan Desa Pasir Haur, Kecamatan Cipanas, untuk melaksanakan berbagai kegiatan pengabdian yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi lokal.

Koordinator Bakti Pemuda Daerah 2026, Ridwanul Maknunah, yang juga sebagai Ketua Umum PP IMALA, menegaskan bahwa kegiatan ini lahir dari kesadaran bahwa pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan kolektif, termasuk peran aktif generasi muda dari berbagai latar belakang organisasi.

“Bakti Pemuda ini bukan milik satu organisasi, melainkan ruang bersama bagi pemuda dan mahasiswa di Kabupaten Lebak untuk menyatukan energi, gagasan, dan gerakan pengabdian. Kami ingin menunjukkan bahwa perbedaan organisasi bukan alasan untuk berjalan sendiri-sendiri. Justru dari keberagaman itulah kita bisa membangun kolaborasi yang lebih kuat untuk menjawab persoalan masyarakat,” ujar Ridwanul.

Menurutnya, pemuda dan mahasiswa memiliki tanggung jawab yang lebih besar daripada sekadar menyampaikan kritik terhadap persoalan pembangunan. Mereka juga perlu hadir di tengah masyarakat, memahami persoalan secara langsung, serta mengambil bagian dalam merumuskan dan menjalankan solusi yang sesuai dengan kebutuhan lokal.

“Pemuda tidak cukup hanya kritis di ruang diskusi atau lantang menyampaikan tuntutan. Kita juga harus mampu membuktikan keberpihakan melalui kerja nyata. Pengabdian adalah cara bagi pemuda untuk memahami realitas masyarakat, menguji gagasan, sekaligus menunjukkan bahwa pengetahuan dan idealisme harus memiliki manfaat sosial,” tegasnya.

Ridwanul menjelaskan bahwa peserta Bakti Pemuda Daerah 2026 telah melalui proses seleksi yang ketat, mulai dari seleksi administrasi, wawancara, hingga bimbingan teknis (bimtek). Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan peserta, baik dari sisi kapasitas, kedisiplinan, tanggung jawab, maupun komitmen dalam menjalankan pengabdian.

Bimtek juga menjadi sarana pembekalan untuk menyamakan visi, memperkuat kemampuan peserta dalam berinteraksi dengan masyarakat, serta membangun pemahaman mengenai pentingnya kerja kolaboratif, pemetaan persoalan, dan penyusunan program yang relevan dengan kebutuhan desa.

“Semangat saja tidak cukup untuk menjalankan pengabdian. Dibutuhkan kesiapan, pengetahuan, kedisiplinan, dan kepekaan sosial. Karena itu, proses seleksi dan bimtek menjadi bagian penting agar peserta benar-benar siap hadir di tengah masyarakat, bukan untuk merasa paling tahu, melainkan untuk belajar, berdialog, dan tumbuh bersama masyarakat,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pengabdian di tiga desa tersebut diharapkan dapat menjadi ruang kontribusi pemuda dalam penguatan pendidikan dan literasi, pemberdayaan masyarakat, pengembangan potensi desa, kepedulian terhadap kesehatan dan lingkungan, serta peningkatan partisipasi sosial. Pelaksanaan program akan diarahkan agar selaras dengan kebutuhan dan potensi masyarakat setempat.

Baginya, pembangunan daerah tidak dapat hanya bertumpu pada kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat dan inisiatif kolektif berbagai elemen, termasuk organisasi kepemudaan dan mahasiswa. Kolaborasi menjadi penting agar energi pemuda tidak terpecah dalam sekat-sekat organisasi, tetapi dapat dihimpun menjadi kekuatan bersama yang produktif.

“Lebak membutuhkan pemuda yang bukan hanya memiliki idealisme, tetapi juga mampu bekerja bersama. Kita harus membangun tradisi baru dalam gerakan kepemudaan: tradisi kolaborasi, keberanian turun ke lapangan, dan kesediaan untuk berkontribusi tanpa terjebak pada ego sektoral. Sebab, kepentingan masyarakat dan masa depan daerah harus lebih besar daripada kepentingan kelompok,” ungkap Ridwanul.

Penyelenggaraan Bakti Pemuda Daerah 2026 yang dimulai bertepatan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober juga menjadi pengingat bahwa persatuan tidak cukup dirayakan melalui seremoni. Semangat persatuan harus diwujudkan melalui kerja bersama, kepedulian sosial, dan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.

Melalui kolaborasi lintas organisasi ini, Bakti Pemuda Daerah 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda pengabdian selama delapan hari, tetapi juga menjadi titik awal untuk memperkuat jejaring gerakan kepemudaan di Kabupaten Lebak. Dengan demikian, kolaborasi yang dibangun dapat terus berlanjut dalam berbagai inisiatif yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Bakti Pemuda adalah ikhtiar untuk membuktikan bahwa pemuda mampu melampaui sekat-sekat organisasi demi tujuan yang lebih besar. Kita datang bukan untuk mengklaim perubahan, tetapi untuk bekerja bersama masyarakat dan meninggalkan manfaat yang nyata. Karena ukuran keberhasilan pemuda bukan hanya seberapa keras suaranya terdengar, melainkan seberapa besar kontribusinya dirasakan,” tutup Ridwanul Maknunah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Tagihan Rp3 Juta yang Tak Diakui Nasabah PNM Mekaar: Jejak Data Lama, Bukti Pencairan yang Dipertanyakan

27 Okt 2026 - 12:34 WIB

Tagihan Rp3 Juta yang Tak Diakui Nasabah PNM Mekaar: Jejak Data Lama, Bukti Pencairan yang Dipertanyakan

Di Duga Mandor Disebut Tidur Saat Pekerjaan Berlangsung, Pengawasan Proyek di Prepedan Dalam Dipertanyakan

27 Okt 2026 - 10:57 WIB

Di Duga Mandor Disebut Tidur Saat Pekerjaan Berlangsung, Pengawasan Proyek di Prepedan Dalam Dipertanyakan

Tunaikan Ibadah Umrah, Dewan Medi Juanda S.H. Panjatkan Doa untuk Masyarakat Lebak

27 Okt 2026 - 09:24 WIB

Tunaikan Ibadah Umrah, Dewan Medi Juanda S.H. Panjatkan Doa untuk Masyarakat Lebak

Kepala SDN Cimenteng Jaya 1 Bantah Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan, Yeni Yuliani: Pengelolaan BOS Transparan

27 Okt 2026 - 06:20 WIB

Kepala SDN Cimenteng Jaya 1 Bantah Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan, Yeni Yuliani: Pengelolaan BOS Transparan

Ada Apa dengan Puluhan WNA di PT Seijin Indonesia? Baralak Nusantara Minta Penjelasan

27 Okt 2026 - 04:30 WIB

Ada Apa dengan Puluhan WNA di PT Seijin Indonesia? Baralak Nusantara Minta Penjelasan

PUPR Lebak Jelaskan Status Jalan Cileles-Gunungkencana, Tak Masuk Kontrak Perbaikan 2026

26 Okt 2026 - 11:13 WIB

PUPR Lebak Jelaskan Status Jalan Cileles-Gunungkencana, Tak Masuk Kontrak Perbaikan 2026

Santri Ponpes Al Marjan Mulabaru Borong 21 Medali di Kejuaraan Pencak Santri se-Banten 2026

26 Okt 2026 - 09:43 WIB

Santri Ponpes Al Marjan Mulabaru Borong 21 Medali di Kejuaraan Pencak Santri se-Banten 2026

PT Rizki Bangun Beton Jamin Pengawasan Mutu Readymix Proyek Bang Andra di Lebak, Kontraktor Diingatkan Soal Perawatan

26 Okt 2026 - 08:43 WIB

PT Rizki Bangun Beton Jamin Pengawasan Mutu Readymix Proyek Bang Andra di Lebak, Kontraktor Diingatkan Soal Perawatan
Trending Daerah