Menu

Mode Gelap
Transformasi UPK Menjadi BUMDesma: Antara Amanat Regulasi dan Dugaan Kejahatan Terstruktur atas Aset PNPM di Kabupaten Lebak Hutan Kabel di Lebak, Bisnis Internet Menjamur, Negara Kehilangan Wibawa? GAIB-212 Siap Kepung PLN UP3 Banten Selatan, Bongkar Dugaan Pungli dan Carut-Marut Penggunaan Aset Negara Ketua GAIB-212 Lebak Buka Ruang Koordinasi dengan OPD, Namun Tetap Kawal Kepentingan Rakyat Perpisahan Kelas IX SMPN 3 Rangkasbitung Tahun Ajaran 2025-2026 Berlangsung Khidmat dan Penuh Haru AMMCB Soroti Dugaan Pencatutan Nama Media Nasional dan Kesesuaian Nomor WhatsApp, Laporan Resmi Segera Dilayangkan

Banten

Abah Elang Mangkubumi: Spiritualitas, Islam, dan Kebangsaan Fondasi Kebangkitan Peradaban Nusantara

badge-check


					Abah Elang Mangkubumi: Spiritualitas, Islam, dan Kebangsaan Fondasi Kebangkitan Peradaban Nusantara Perbesar

Bantenpopuler com – Tokoh Baitul Muslimin Indonesia (BAMUSI), Abah Elang Mangkubumi, menegaskan bahwa kebangkitan bangsa Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kekuatan ekonomi dan kemajuan teknologi, tetapi harus bertumpu pada fondasi nilai spiritual yang kuat.

Hal tersebut disampaikannya dalam refleksi kebangsaan bertajuk “Spiritualitas, Islam, dan Kebangsaan: Fondasi Kebangkitan Peradaban Nusantara”.

design4223

Menurut Abah Elang, sejarah membuktikan bahwa peradaban besar selalu berdiri di atas nilai-nilai moral dan spiritual yang kokoh. Tanpa fondasi tersebut, pembangunan hanya akan melahirkan kemajuan material yang rapuh dan kehilangan arah.

“Nusantara sejak dahulu merupakan tanah yang subur bagi lahirnya peradaban spiritual. Para ulama, wali, dan tokoh bangsa membangun masyarakat bukan hanya dengan kekuatan politik, tetapi dengan akhlak, keimanan, dan kesadaran bahwa manusia memikul amanah besar dari Tuhan,” ujarnya.

Ia juga menyinggung pemikiran Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, mengenai hubungan antara Islam dan nasionalisme. Menurutnya, gagasan tersebut masih sangat relevan dalam kehidupan berbangsa saat ini.

Abah Elang menjelaskan bahwa Soekarno pernah menegaskan bahwa Islam dan nasionalisme bukanlah dua kekuatan yang saling bertentangan. Sebaliknya, keduanya dapat berjalan seiring sebagai kekuatan moral dalam membangun bangsa.

“Nasionalisme yang sejati bukanlah nasionalisme yang sempit atau egoistik, tetapi nasionalisme yang berakar pada kemanusiaan dan keadilan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa seorang Muslim yang memahami ajaran Islam secara mendalam justru akan memiliki semangat kebangsaan yang kuat, karena Islam mengajarkan persaudaraan, keadilan sosial, dan penghormatan terhadap martabat manusia.

Abah Elang juga mengingatkan bahwa bangsa yang kehilangan spiritualitas berisiko terjebak dalam materialisme, kekuasaan tanpa moral, serta pembangunan yang tidak berpihak kepada kemanusiaan.

Sebaliknya, ketika spiritualitas menjadi fondasi kehidupan berbangsa, ilmu pengetahuan akan diarahkan untuk kemaslahatan rakyat, kekuasaan dijalankan sebagai amanah, dan persatuan dijaga sebagai tanggung jawab sejarah.

Menurutnya, Indonesia memiliki modal peradaban yang sangat besar, mulai dari tradisi Islam yang kuat, budaya gotong royong, hingga nilai-nilai kebangsaan yang dirumuskan para pendiri bangsa dalam Pancasila.

Karena itu, ia menilai kebangkitan Nusantara tidak boleh hanya dimaknai sebagai pembangunan ekonomi semata. Kebangkitan sejati harus dimulai dari kebangkitan kesadaran spiritual dan tanggung jawab sejarah sebagai bangsa.

“Revolusi yang sejati adalah revolusi yang membangun manusia, yang menumbuhkan keberanian moral, semangat persatuan, dan pengabdian kepada tanah air,” ujarnya, mengutip pemikiran Soekarno.

Di akhir pernyataannya, Abah Elang menegaskan bahwa jika spiritualitas, Islam, dan kebangsaan dapat disatukan kembali dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, maka Indonesia tidak hanya akan menjadi negara besar secara geografis maupun demografis.

“Indonesia berpotensi menjadi pusat kebangkitan peradaban baru yang membawa nilai keadilan, kemanusiaan, dan keseimbangan bagi dunia,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Transformasi UPK Menjadi BUMDesma: Antara Amanat Regulasi dan Dugaan Kejahatan Terstruktur atas Aset PNPM di Kabupaten Lebak

17 Juni 2026 - 09:29 WIB

Screenshot 20260617 162719 ChatGPT

Hutan Kabel di Lebak, Bisnis Internet Menjamur, Negara Kehilangan Wibawa?

17 Juni 2026 - 07:02 WIB

Poster ilustrasi opini menampilkan Yudistira, Ketua Umum Barisan Rakyat Lawan Korupsi (BARALAK) Nusantara, dengan latar belakang tiang listrik yang dipenuhi kabel internet semrawut. Gambar memuat elemen berita mengenai dugaan provider internet ilegal, penggunaan aset negara tanpa izin, potensi pungutan liar, serta tuntutan transparansi dan penegakan hukum

PLT Kepala Dishub Banten dari Kepala Samsat: Mengapa Praktik PLT di Pemprov Banten Kerap Menabrak Aturan

5 Juni 2026 - 02:25 WIB

Screenshot 20260605 092302 Gallery

Mengaku Wartawan Kompas, Oknum Kepsek di Lebak Diduga Peras Narasumber

29 Mei 2026 - 14:47 WIB

Screenshot 20260529 214125 Gallery

Truk Pasir Diduga Langgar Jam Operasional, Aktivitas PT MQS dan PT Permata Alam Dikeluhkan Warga Sajira

25 Mei 2026 - 12:50 WIB

IMG 20260525 WA0037

Dugaan Larangan Ujian dan Pemisahan Siswa di SD IT Insan Karima Lebak Tuai Sorotan, Dinilai Berpotensi Tekan Psikologis Anak

24 Mei 2026 - 17:12 WIB

IMG 20260524 WA0030

Disambut Jaksa Agung, Adhyaksa FC Banten Targetkan 5 Besar Liga 1

20 Mei 2026 - 10:16 WIB

IMG 20260520 WA0098

Belanja Pegawai Dominasi RAPBD 2026, Kemiskinan di Kabupaten Serang Jadi Sorotan

15 Mei 2026 - 11:36 WIB

Screenshot 20260515 182934 ChatGPT
Trending Banten