Menu

Mode Gelap
Tim Futsal SMPN 3 Rangkasbitung Torehkan Prestasi di Kapolres Cup 2026, Kepala Sekolah: Bukti Kerja Keras dan Kekompakan Mengurai Dugaan Mark Up Bimtek BLUD Dinkes Lebak: Jejak Anggaran Miliaran, Pertanyaan yang Belum Terjawab Diduga Tewas Terjatuh dari Ketinggian 27 Meter di PT Aplus, Kecelakaan Kerja Ini Minim Informasi, AMMCB Desak Investigasi Menyeluruh BBP Soroti Tambang Emas Rakyat di Lebak Selatan, Minta Pemerintah Kedepankan Pembinaan dan Kesejahteraan Warga Perank Indonesia Kabupaten Lebak Gelar Roadshow P4GN di SMAN 1 Malingping, 700 Siswa Ikuti Edukasi Bahaya Narkoba Perank Indonesia Kabupaten Lebak Kembali Roadshow P4GN di SMAN 1 Malingping, 700 Siswa Ikuti Edukasi Bahaya Narkoba

Daerah

Mengurai Dugaan Mark Up Bimtek BLUD Dinkes Lebak: Jejak Anggaran Miliaran, Pertanyaan yang Belum Terjawab

badge-check


					Mengurai Dugaan Mark Up Bimtek BLUD Dinkes Lebak: Jejak Anggaran Miliaran, Pertanyaan yang Belum Terjawab Perbesar

.LEBAKbantenpopuler.com,- Sebuah program Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengadaan Barang/Jasa Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang digelar bagi jajaran puskesmas di Kabupaten Lebak mulai menjadi sorotan. Di balik tujuan peningkatan kapasitas aparatur, muncul pertanyaan mengenai besaran anggaran yang diduga mencapai miliaran rupiah dan hingga kini belum dijelaskan secara terbuka kepada publik.

Berdasarkan penelusuran BantenPopuler.com, kegiatan tersebut dilaksanakan pada 2024 bekerja sama dengan sebuah lembaga pelatihan. Secara substansi, Bimtek memang bertujuan meningkatkan kompetensi pengelola pengadaan barang dan jasa di lingkungan BLUD. Namun, sejumlah narasumber internal menyebut persoalan bukan terletak pada materi pelatihan, melainkan pada besarnya biaya yang harus dialokasikan masing-masing puskesmas.

design4223

Menurut beberapa sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, seluruh puskesmas di Kabupaten Lebak diwajibkan mengirimkan lima peserta, terdiri atas kepala puskesmas, sekretaris, bendahara, pejabat pengadaan/PPPK terkait, dan operator. Dengan jumlah 41 puskesmas, total peserta diperkirakan mencapai 205 orang.

Para narasumber menyebut setiap peserta dibebankan biaya sekitar Rp15 juta. Artinya, satu puskesmas menganggarkan sekitar Rp75 juta untuk lima peserta. Jika angka tersebut benar, total anggaran kegiatan diperkirakan mencapai sekitar Rp3,075 miliar.

Besaran angka itu menimbulkan pertanyaan. Apakah nilai tersebut telah sesuai dengan standar biaya penyelenggaraan Bimtek? Apa saja komponen yang membentuk biaya Rp15 juta per peserta? Berapa lama kegiatan berlangsung dalam setiap angkatan? Apakah seluruh pembiayaan telah mengacu pada ketentuan pengelolaan keuangan BLUD dan prinsip efisiensi belanja daerah?

Hingga kini, pertanyaan-pertanyaan tersebut belum memperoleh penjelasan resmi.

Informasi yang dihimpun BantenPopuler.com menunjukkan pelaksanaan Bimtek kemungkinan dilakukan secara bertahap. Seorang kepala puskesmas mengungkapkan kegiatan berlangsung selama sekitar satu minggu. Sementara itu, data lain menyebut satu angkatan hanya diikuti sekitar 51 peserta. Bila benar demikian, maka seluruh peserta kemungkinan dibagi ke dalam beberapa gelombang. Namun, informasi tersebut masih memerlukan konfirmasi melalui dokumen resmi maupun keterangan penyelenggara.

Sorotan terhadap kegiatan ini semakin menguat setelah Senin, 13 Juli 2026, wartawan BantenPopuler.com melihat Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Endang Komarudin, keluar dari lingkungan Kejaksaan Negeri Lebak. Endang diketahui menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak pada periode 2024–2025. Selain itu, ia juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Lebak serta Sekretaris PPNI Provinsi Banten.

Belum diketahui secara pasti tujuan maupun agenda kedatangan Endang Komarudin ke Kejaksaan Negeri Lebak. BantenPopuler.com tidak menyimpulkan bahwa kedatangannya berkaitan dengan dugaan mark up anggaran Bimtek BLUD.

Untuk memenuhi asas keberimbangan, wartawan telah berupaya menghubungi Endang Komarudin guna meminta penjelasan terkait dugaan tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan maupun hak jawab.

Konfirmasi juga dilakukan kepada Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Lebak, Agung Malik Rahman Hakim, S.H., M.H. Saat dihubungi melalui sambungan WhatsApp dan dimintai tanggapan mengenai adanya dugaan mark up anggaran Bimtek BLUD, Agung hanya memberikan jawaban singkat.

“Ini kami masih full baket ya bang.”

Jawaban singkat itu belum memberikan kepastian apakah Kejaksaan Negeri Lebak sedang atau akan melakukan penelaahan terhadap informasi yang berkembang di masyarakat mengenai kegiatan tersebut.

Dalam pengelolaan keuangan daerah, prinsip transparansi, akuntabilitas, efektivitas, dan efisiensi merupakan kewajiban yang harus dipenuhi setiap penggunaan anggaran publik. Karena itu, apabila benar nilai kegiatan mencapai miliaran rupiah, publik berhak mengetahui dasar perhitungan biaya, mekanisme penunjukan penyelenggara, rincian komponen pembiayaan, sumber anggaran, serta manfaat yang diperoleh dari kegiatan tersebut.

BantenPopuler.com akan terus menelusuri dokumen pengadaan, kontrak kerja sama, sumber pendanaan, rincian pembayaran, serta meminta klarifikasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, pihak penyelenggara Bimtek, Inspektorat Kabupaten Lebak, dan pihak-pihak terkait lainnya.

Catatan Redaksi: Seluruh informasi mengenai dugaan mark up dalam laporan ini masih berupa hasil penelusuran jurnalistik dan keterangan sejumlah narasumber. Dugaan tersebut belum dapat dinyatakan sebagai fakta atau pelanggaran hukum sebelum adanya hasil audit resmi atau proses penegakan hukum yang menyimpulkan demikian. BantenPopuler.com tetap membuka ruang hak jawab dan hak koreksi kepada seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Editor: Yudistira

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BBP Soroti Tambang Emas Rakyat di Lebak Selatan, Minta Pemerintah Kedepankan Pembinaan dan Kesejahteraan Warga

26 Juli 2026 - 08:03 WIB

Screenshot 20260726 150002 ChatGPT

Perank Indonesia Kabupaten Lebak Gelar Roadshow P4GN di SMAN 1 Malingping, 700 Siswa Ikuti Edukasi Bahaya Narkoba

24 Juli 2026 - 11:55 WIB

Screenshot 20260724 185328 ChatGPT

Perank Indonesia Kabupaten Lebak Kembali Roadshow P4GN di SMAN 1 Malingping, 700 Siswa Ikuti Edukasi Bahaya Narkoba

24 Juli 2026 - 11:31 WIB

IMG 20260724 WA0010

CV. Batu Putra Jaya Mandiri Tegaskan Aktivitas Tambang Batu Belah di Cibaliung Berizin dan Utamakan Kepentingan Masyarakat

23 Juli 2026 - 04:10 WIB

Screenshot 20260723 110850 ChatGPT

P2SP SMKN 1 Warunggunung Tegaskan Pelaksanaan Revitalisasi Telah Sesuai Aturan, Keributan Disebut Hanya Kesalahpahaman

22 Juli 2026 - 11:48 WIB

Screenshot 20260722 184727 ChatGPT

Hak Jawab Kepala SMAN 2 Maja: Proyek Revitalisasi Dilaksanakan Sesuai Mekanisme Swakelola

21 Juli 2026 - 09:01 WIB

Screenshot 20260721 155733 ChatGPT

.Revitalisasi SMAN 2 Maja Disorot, Dugaan Keterlibatan Pihak Ketiga dalam Proyek Swakelola Dipertanyakan

21 Juli 2026 - 07:35 WIB

Screenshot 20260721 143430 ChatGPT

Kericuhan Warnai Revitalisasi SMKN 1 Warunggunung, Warga Protes Tak Dilibatkan sebagai Pekerja

21 Juli 2026 - 03:48 WIB

Screenshot 20260721 104533 ChatGPT
Trending Banten