LEBAK, BANTENPOPULER.COM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Pondok Pesantren Al Marjan Mulabaru. Kontingen pesantren tersebut berhasil memborong 21 medali dalam ajang Indonesia Pencak Santri Championship 2026 tingkat Provinsi Banten, yang berlangsung pada 23–25 Oktober 2026 di Auditorium Pondok Pesantren Modern Darel Azhar, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.
Dari 21 santri yang diturunkan, kontingen Ponpes Al Marjan Mulabaru sukses meraih 9 medali emas, 11 medali perak, dan 1 medali perunggu. Capaian tersebut menjadi bukti keseriusan para santri dalam mengembangkan kemampuan di bidang olahraga bela diri tradisional.

Kejuaraan yang diikuti ratusan pendekar santri dari berbagai pondok pesantren se-Banten ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antarpesantren sekaligus mendorong lahirnya atlet pencak silat berprestasi dari kalangan santri.
Pimpinan Pondok Pesantren Al Marjan Mulabaru, KH. Syaepudin Asy Syadzily, S.Ag., M.H., menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian para santri yang telah berjuang membawa nama baik pesantren.
“Alhamdulillah, ini bukan hanya soal medali, tetapi pembuktian bahwa santri bisa berprestasi di bidang agama, akademik, dan juga olahraga bela diri tradisi bangsa. Pencak silat adalah warisan budaya yang harus dijaga santri,” ujarnya.
Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi motivasi bagi para santri untuk terus mengembangkan potensi diri, menjaga kedisiplinan, serta menanamkan semangat sportivitas dalam setiap kompetisi.
Keberhasilan ini juga menjadi hasil dari proses latihan dan persiapan yang dijalani para santri selama berbulan-bulan. Kerja keras, ketekunan, serta semangat juang menjadi bagian penting dalam menghadapi persaingan dengan peserta dari berbagai pesantren di Provinsi Banten.
Prestasi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa lingkungan pesantren memiliki ruang yang luas untuk melahirkan generasi unggul, tidak hanya dalam penguasaan ilmu agama, tetapi juga dalam bidang olahraga dan pelestarian budaya bangsa.
Melalui pencak silat, para santri tidak sekadar mempelajari teknik bela diri, tetapi juga mengembangkan nilai-nilai kedisiplinan, keberanian, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap sesama.
Pihak pesantren berharap capaian di Indonesia Pencak Santri Championship 2026 dapat menjadi pijakan untuk meningkatkan pembinaan atlet di lingkungan Ponpes Al Marjan Mulabaru. Ke depan, para santri diharapkan mampu mempertahankan prestasi dan bersaing dalam kejuaraan di tingkat yang lebih tinggi, termasuk nasional.
Keberhasilan memboyong 21 medali ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar Ponpes Al Marjan Mulabaru sekaligus menambah catatan prestasi santri dalam mengembangkan olahraga pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia.
Kontributor: Tim Media Al Marjan Mulabaru
Editor: Sapnudi















































