Menu

Mode Gelap
Pekerja Tewas Terjepit Pulley Belt di PT Cemindo, IMALA Soroti Lemahnya K3 Kekerasan terhadap Aktivis Bukan Kebetulan, Ini Cara Pembungkaman Bupati Lebak Disorot, Koalisi Aktivis Banten Maju Desak PDIP Bertindak Tegas Plang Penutupan Galian Cadas di Desa Paja Hilang, Diduga Akan Kembali Beroperasi, IMALA Soroti Pengawasan Di Tengah Keterbatasan, Ibu Irma Bangun Kemandirian dan Gerakkan Disabilitas Lewat PNM Mekaar Konsumen Mancanegara Kunjungi Galeri Batik Chanting Lebak, Bukti UMKM Lokal Kian Mendunia

Banten

Pekerja Tewas Terjepit Pulley Belt di PT Cemindo, IMALA Soroti Lemahnya K3

badge-check


					Sumber: UngkapPublik Perbesar

Sumber: UngkapPublik

Lebak – Insiden kecelakaan kerja kembali terjadi di lingkungan PT Cemindo yang mengakibatkan seorang pekerja meninggal dunia. Peristiwa tragis ini menambah daftar panjang kecelakaan kerja di sektor industri yang diduga berkaitan dengan lemahnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban bernama Sigit Lidianto (45), warga Kampung Pulomanuk RT 02 RW 04, Desa Darnasari, Kecamatan Bayah. Korban diketahui bekerja sebagai Patroler BC Quarry di perusahaan tersebut.

design4223

Korban baru ditemukan pada pukul 06.30 WIB. Saat ditemukan, kondisi korban terlindas dan terjepit pada bagian pulley Belt Conveyor, yakni alat yang digunakan untuk memindahkan material batu kapur (limestone) di area pabrik.

Sumber yang dapat dipercaya menyebutkan, dugaan sementara kejadian tersebut sebenarnya telah terjadi sejak sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Hal ini diketahui dari berhentinya operasional Belt Conveyor pada waktu tersebut. Namun, penyebab berhentinya mesin baru diketahui saat dilakukan pengecekan pada pagi hari.

Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Palabuhanratu sebelum direncanakan dipulangkan ke rumah duka.

Menanggapi insiden tersebut, Ikatan Mahasiswa Lebak (IMALA) angkat suara dan menyoroti keras dugaan lemahnya penerapan K3 di PT Cemindo.

Aktivis IMALA, Sapnudi, menilai bahwa peristiwa ini bukan sekadar kecelakaan biasa, melainkan indikasi adanya kelalaian serius dalam sistem keselamatan kerja.

“Kejadian ini menunjukkan bahwa K3 belum diterapkan secara maksimal. Ketika pekerja bisa mengalami kecelakaan fatal hingga meninggal dunia, itu menandakan ada kegagalan sistem yang harus segera dievaluasi,” tegas Sapnudi.

Ia juga menyoroti pola kecelakaan kerja yang disebut terus berulang di lingkungan perusahaan tersebut, sehingga tidak bisa lagi dianggap sebagai insiden tunggal.

“Ini kejadian yang berulang. Kami melihat seolah-olah ada pembiaran. Jika tidak ada tindakan tegas, maka korban berikutnya hanya tinggal menunggu waktu,” lanjutnya.

Atas dasar itu, IMALA mendesak Polda Banten dan Disnakertrans Provinsi Banten untuk segera melakukan investigasi menyeluruh dan transparan terhadap insiden tersebut.

IMALA juga meminta dilakukan audit total terhadap penerapan K3 di PT Cemindo, mulai dari standar operasional prosedur (SOP), sistem pengawasan kerja, hingga kelayakan peralatan produksi.

“Kami mendesak agar kasus ini diusut tuntas. Jika ditemukan pelanggaran atau kelalaian, harus ada sanksi tegas. Keselamatan pekerja tidak boleh diabaikan,” pungkas Sapnudi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen PT Cemindo terkait insiden kecelakaan kerja yang menewaskan salah satu pekerjanya tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kekerasan terhadap Aktivis Bukan Kebetulan, Ini Cara Pembungkaman

6 April 2026 - 16:16 WIB

IMG 20260406 WA0073 e1775492141209

Bupati Lebak Disorot, Koalisi Aktivis Banten Maju Desak PDIP Bertindak Tegas

1 April 2026 - 08:28 WIB

IMG 20260401 WA0076

Plang Penutupan Galian Cadas di Desa Paja Hilang, Diduga Akan Kembali Beroperasi, IMALA Soroti Pengawasan

27 Maret 2026 - 13:46 WIB

IMG 20260325 WA0056 e1774619314453

Di Tengah Keterbatasan, Ibu Irma Bangun Kemandirian dan Gerakkan Disabilitas Lewat PNM Mekaar

25 Maret 2026 - 23:39 WIB

IMG 20260326 WA0007

Konsumen Mancanegara Kunjungi Galeri Batik Chanting Lebak, Bukti UMKM Lokal Kian Mendunia

24 Maret 2026 - 16:42 WIB

Pengusaha asal Malaysia melihat dan memeriksa kain batik bersama pengelola di galeri Batik Chanting Lebak dengan motif berwarna cerah

Peserta Kecewa, Program “Terima Kasih Muadzin” Dinilai Tak Jelas dan Berpotensi PHP

19 Maret 2026 - 20:25 WIB

Screenshot 2026 03 20 03 13 31 55 1c337646f29875672b5a61192b9010f9
Trending berita