Lebak, Bantenpopuler.com – Ikatan Mahasiswa Lebak (IMALA) secara resmi melayangkan surat kepada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) terkait dugaan lemahnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di area operasional Port Cemindo.
Surat tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan para pekerja, menyusul sejumlah insiden kecelakaan kerja yang disebut terjadi dari waktu ke waktu dan menimbulkan korban.

Aktivis IMALA, Sapnudi, mengatakan bahwa langkah penyampaian surat ini dilakukan agar pemerintah melalui instansi terkait dapat segera melakukan investigasi langsung ke lapangan.
“Kami secara resmi telah menyurati Disnaker agar segera melakukan investigasi terkait penerapan K3 di Port Cemindo. Ini penting karena kecelakaan kerja yang terjadi berulang kali harus menjadi perhatian serius,” ujar Sapnudi kepada media.
Menurutnya, keselamatan pekerja harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas industri. Oleh karena itu, perlu dipastikan bahwa standar operasional prosedur (SOP) serta sistem K3 benar-benar diterapkan secara ketat di lingkungan kerja.
Sapnudi juga meminta agar Disnaker tidak hanya menunggu laporan, tetapi aktif melakukan pengawasan serta pemeriksaan terhadap perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Lebak.
“Melalui surat ini kami berharap ada langkah konkret dari pemerintah untuk turun langsung melakukan pengecekan, apakah penerapan K3 di Port Cemindo sudah sesuai aturan atau masih terdapat pelanggaran,” tegasnya.
IMALA menilai pengawasan yang ketat sangat diperlukan agar kejadian kecelakaan kerja tidak terus berulang dan keselamatan para pekerja dapat benar-benar terjamin.
Sapnudi menambahkan, pihaknya akan terus mengawal persoalan ini hingga ada tindak lanjut dari instansi terkait demi terciptanya lingkungan kerja yang aman dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.













