Menu

Mode Gelap
PLT Kepala Dishub Banten dari Kepala Samsat: Mengapa Praktik PLT di Pemprov Banten Kerap Menabrak Aturan Inspiratif! Siswa SMPN 3 Rangkasbitung Ubah Momen Kelulusan Menjadi Ajang Menata Masa Depan Aktivis Baralak Nusantara Desak Dugaan Pencatutan Nama Media oleh Oknum Kepsek di Lebak Diusut Tuntas Mengaku Wartawan Kompas, Oknum Kepsek di Lebak Diduga Peras Narasumber Truk Pasir Diduga Langgar Jam Operasional, Aktivitas PT MQS dan PT Permata Alam Dikeluhkan Warga Sajira Dugaan Larangan Ujian dan Pemisahan Siswa di SD IT Insan Karima Lebak Tuai Sorotan, Dinilai Berpotensi Tekan Psikologis Anak

Banten

Abah Elang Mangkubumi Ingatkan Arah Pembangunan Tetap Berbasis Kebudayaan

badge-check


					Abah elang mangkubumi Perbesar

Abah elang mangkubumi

BANTENPOPULER.COM – Tokoh masyarakat Abah Elang Mangkubumi menyampaikan kritik ideologis terhadap arah pembangunan nasional yang dinilai semakin teknokratis dan berorientasi program, namun berpotensi mengabaikan fondasi kebudayaan bangsa.
Dalam pernyataan tertulisnya, Abah Elang menegaskan bahwa Indonesia tidak didirikan sebagai sekadar proyek administratif, melainkan sebagai bangsa yang lahir dari peradaban dan nilai-nilai luhur.

“Hari ini negara bergerak cepat melalui berbagai program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih. Secara teknis, ini dapat dipahami sebagai upaya memperkuat kesejahteraan rakyat. Namun pertanyaannya, apakah pembangunan masih berpijak pada jiwa kebudayaan bangsa, atau tenggelam dalam logika teknokratis semata?” ujarnya.

design4223

Menurutnya, pembangunan tidak boleh semata-mata berorientasi pada distribusi pangan dan perputaran ekonomi tanpa disertai pembinaan karakter dan penguatan identitas kebangsaan.

Pancasila Bukan Statistik

Abah Elang mengingatkan bahwa bangsa Indonesia berdiri di atas Pancasila, bukan sekadar angka-angka statistik pembangunan.
Ia menyoroti Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab sebagai penegasan bahwa manusia Indonesia adalah manusia berbudaya. “Beradab berarti memiliki nilai, akar sejarah, dan karakter. Jika pembangunan hanya mengejar kesejahteraan material, tanpa ketahanan identitas, maka yang tumbuh hanyalah kemajuan fisik tanpa kekuatan jiwa,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa Sila Persatuan Indonesia lahir dari kesadaran kolektif sejarah, tradisi, bahasa, dan nilai luhur Nusantara, bukan semata dari program bantuan sosial.

Lebih lanjut, ia merujuk pada amanat UUD 1945 Pasal 32 yang memerintahkan negara untuk memajukan kebudayaan nasional Indonesia. “Itu mandat konstitusi, bukan sekadar hiasan pidato,” katanya.

Mengingatkan Ajaran Trisakti

Abah Elang turut mengutip ajaran Trisakti yang disampaikan Presiden pertama RI, Soekarno: berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

“Bagian ekonomi dan politik sering kita kutip. Namun ‘berkepribadian dalam kebudayaan’ justru terasa terpinggirkan hari ini,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa program MBG dapat memperkuat fisik generasi muda, dan koperasi desa mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat. Namun tanpa strategi kebudayaan yang sistematis seperti pendidikan karakter berbasis sejarah, pelindungan bahasa daerah, penguatan masyarakat adat, serta revitalisasi seni dan tradisi, pembangunan dinilai bergerak tanpa ruh.

“Ekonomi tanpa budaya melahirkan pasar. Bangsa tanpa budaya kehilangan jiwa,” ungkapnya.

Teguran Ideologis

Abah Elang menegaskan bahwa kritik yang disampaikannya bukan bentuk penolakan terhadap program kesejahteraan rakyat. Ia menyebutnya sebagai peringatan ideologis agar arah pembangunan tetap setia pada Pancasila dan UUD 1945.

“Indonesia merdeka bukan untuk menjadi negara teknokratis yang sibuk menghitung angka, tetapi bangsa yang tegak dengan jati dirinya. Jika program mengalahkan kebudayaan, maka pembangunan kehilangan jiwa,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PLT Kepala Dishub Banten dari Kepala Samsat: Mengapa Praktik PLT di Pemprov Banten Kerap Menabrak Aturan

5 Juni 2026 - 02:25 WIB

Screenshot 20260605 092302 Gallery

Mengaku Wartawan Kompas, Oknum Kepsek di Lebak Diduga Peras Narasumber

29 Mei 2026 - 14:47 WIB

Screenshot 20260529 214125 Gallery

Truk Pasir Diduga Langgar Jam Operasional, Aktivitas PT MQS dan PT Permata Alam Dikeluhkan Warga Sajira

25 Mei 2026 - 12:50 WIB

IMG 20260525 WA0037

Dugaan Larangan Ujian dan Pemisahan Siswa di SD IT Insan Karima Lebak Tuai Sorotan, Dinilai Berpotensi Tekan Psikologis Anak

24 Mei 2026 - 17:12 WIB

IMG 20260524 WA0030

Disambut Jaksa Agung, Adhyaksa FC Banten Targetkan 5 Besar Liga 1

20 Mei 2026 - 10:16 WIB

IMG 20260520 WA0098

Belanja Pegawai Dominasi RAPBD 2026, Kemiskinan di Kabupaten Serang Jadi Sorotan

15 Mei 2026 - 11:36 WIB

Screenshot 20260515 182934 ChatGPT

Adhyaksa FC Pilih Bertahan di Banten, Eko Setyawan: “Ini Klub Milik Wong Banten”

15 Mei 2026 - 02:40 WIB

IMG 20260515 WA0013

Longsor di Jalur Cipanas–Ciparay Lebak Sempat Ganggu Lalu Lintas, Petugas Bergerak Cepat

14 Mei 2026 - 11:19 WIB

Screenshot 20260514 181859 ChatGPT
Trending Banten