Menu

Mode Gelap
Plang Penutupan Galian Cadas di Desa Paja Hilang, Diduga Akan Kembali Beroperasi, IMALA Soroti Pengawasan Di Tengah Keterbatasan, Ibu Irma Bangun Kemandirian dan Gerakkan Disabilitas Lewat PNM Mekaar Konsumen Mancanegara Kunjungi Galeri Batik Chanting Lebak, Bukti UMKM Lokal Kian Mendunia Peserta Kecewa, Program “Terima Kasih Muadzin” Dinilai Tak Jelas dan Berpotensi PHP Karang Taruna Kabupaten Serang Perkuat Mental dan Spiritual Pemuda Dari Guru Bantu hingga Kepala Sekolah: Kisah Inspiratif Umsaroh, Pendidik Lebak yang Sukses Bangun UMKM Batik Canting

berita

BARALAK Nusantara: Isu PPPK SDN 1 Cimenteng Jaya Tak Bertumpu Fakta

badge-check


					Sekretaris Jendral  Baralak Nusantara, Hasan Basri SPd. I (Foto: Istimewa | Bantenpopuler.com) Perbesar

Sekretaris Jendral Baralak Nusantara, Hasan Basri SPd. I (Foto: Istimewa | Bantenpopuler.com)

LEBAK | Bantenpopuler.com —  Barisan Rakyat Lawan Korupsi Nusantara (BARALAK Nusantara) memastikan isu dugaan ketidakberesan pengangkatan PPPK (P3K) paruh waktu di SDN 1 Cimenteng Jaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, tidak didukung fakta di lapangan.

Kepastian tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal BARALAK Nusantara, Hasan Basri, setelah pihaknya menurunkan langsung tim Divisi Investigasi dan Advokasi untuk melakukan penelusuran lapangan.

design4223

“Tim kami sudah turun langsung ke lapangan dan hasilnya telah kami rilis secara resmi untuk dipublikasikan. Dari data yang diperoleh di lapangan, persoalan isu dugaan ketidakberesan pengangkatan P3K paruh waktu di SDN 1 Cimenteng Jaya tidak bertumpu pada fakta,” kata Hasan Basri dalam pernyataan resminya.

Isu Dipicu Persoalan Pribadi

Berdasarkan hasil klarifikasi dan keterangan sejumlah narasumber, BARALAK Nusantara menyimpulkan bahwa isu yang berkembang di tengah masyarakat bukan bersumber dari pelanggaran prosedur, melainkan berawal dari persoalan pribadi antara warga setempat dengan salah seorang tenaga pendidik di SDN 1 Cimenteng Jaya.

Hasan Basri menilai, persoalan personal yang kemudian melebar dan menyeret nama sekolah merupakan hal yang tidak tepat dan berpotensi merugikan dunia pendidikan.

“Tidak elok rasanya jika persoalan pribadi sampai dibawa ke ranah sekolah, karena dampaknya bisa mengganggu proses kegiatan belajar mengajar dan merugikan peserta didik,” ujarnya.

Imbauan Hentikan Penyebaran Isu

Sekjen BARALAK Nusantara juga mengimbau pihak-pihak yang diduga menjadi penyebar atau provokator isu agar segera menghentikan polemik yang berkembang.

“Saya minta kepada pihak-pihak yang menghembuskan isu ini agar segera menghentikan penyebaran informasi yang berpotensi merugikan siswa didik dan menciptakan kegaduhan,” tegas Hasan Basri.

BARALAK Nusantara menegaskan, klarifikasi ini disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kontrol sosial yang objektif. Meski demikian, organisasi tersebut tetap membuka ruang apabila di kemudian hari ditemukan fakta baru yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Editor | Bantenpopuler.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Plang Penutupan Galian Cadas di Desa Paja Hilang, Diduga Akan Kembali Beroperasi, IMALA Soroti Pengawasan

27 Maret 2026 - 13:46 WIB

IMG 20260325 WA0056 e1774619314453

Di Tengah Keterbatasan, Ibu Irma Bangun Kemandirian dan Gerakkan Disabilitas Lewat PNM Mekaar

25 Maret 2026 - 23:39 WIB

IMG 20260326 WA0007

Konsumen Mancanegara Kunjungi Galeri Batik Chanting Lebak, Bukti UMKM Lokal Kian Mendunia

24 Maret 2026 - 16:42 WIB

Pengusaha asal Malaysia melihat dan memeriksa kain batik bersama pengelola di galeri Batik Chanting Lebak dengan motif berwarna cerah

Peserta Kecewa, Program “Terima Kasih Muadzin” Dinilai Tak Jelas dan Berpotensi PHP

19 Maret 2026 - 20:25 WIB

Screenshot 2026 03 20 03 13 31 55 1c337646f29875672b5a61192b9010f9

Karang Taruna Kabupaten Serang Perkuat Mental dan Spiritual Pemuda

19 Maret 2026 - 11:50 WIB

IMG 20260319 WA0110

Baralak Nusantara Desak Penertiban Parkir Liar di Pusat Kota Rangkasbitung

15 Maret 2026 - 06:48 WIB

20260315 183913
Trending berita