Menu

Mode Gelap
Hak Jawab Kepala SMAN 2 Maja: Proyek Revitalisasi Dilaksanakan Sesuai Mekanisme Swakelola .Revitalisasi SMAN 2 Maja Disorot, Dugaan Keterlibatan Pihak Ketiga dalam Proyek Swakelola Dipertanyakan Kericuhan Warnai Revitalisasi SMKN 1 Warunggunung, Warga Protes Tak Dilibatkan sebagai Pekerja Revitalisasi SMKN 1 Warunggunung Rp1,8 Miliar Disorot, Dugaan Pelaksanaan Tak Sesuai Juklak dan Juknis Mengemuka AMMCB Dorong Sinergi Semua Pihak untuk Mengungkap Kasus Dugaan Penculikan Aktivis Ketua DPRD Kab Lebak Bantah Issue Keterlibatanya Dalam Aksi Penculikan Dan Pengeroyokan Terhadap Aktivis Lebak

Banten

Yudistira: Proyek Rp6,5 Miliar Harus Transparan dan Sesuai Spesifikasi

badge-check


					Ketua Umum Baralak Nusantara, Yudistira, meninjau lokasi proyek pembangunan jembatan yang diduga mengalami ketidaksesuaian spesifikasi baja tulangan beton dan telah dilaporkan ke Inspektorat untuk audit investigatif. (Gambar: Dok. Bantenpopuler.com) Perbesar

Ketua Umum Baralak Nusantara, Yudistira, meninjau lokasi proyek pembangunan jembatan yang diduga mengalami ketidaksesuaian spesifikasi baja tulangan beton dan telah dilaporkan ke Inspektorat untuk audit investigatif. (Gambar: Dok. Bantenpopuler.com)

BANTEN | Bantenpopuler.com — Proyek pembangunan Jembatan Cimoyan ruas Jalan Picung–Munjul senilai Rp6,5 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2025 kini menjadi sorotan tajam publik. Dugaan ketidaksesuaian spesifikasi baja tulangan beton memunculkan pertanyaan serius terhadap mutu konstruksi dan efektivitas pengawasan teknis.

Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemerintah Provinsi Banten, proyek yang berada di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Banten itu memiliki pagu anggaran Rp6.500.000.000,00 dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp6.499.800.600,00 dan berstatus tender selesai.

design4223

Proyek tersebut ditujukan untuk mengganti jembatan lama yang dinilai rawan terdampak banjir serta meningkatkan kelas jembatan menjadi Kelas A dengan lebar 7 meter. Pembangunan ditargetkan rampung pada akhir 2025.

Namun, hasil investigasi menemukan indikasi perbedaan antara spesifikasi baja tulangan beton dalam dokumen lelang dengan dokumen dukungan material yang digunakan pelaksana kegiatan. Dalam dokumen persyaratan teknis tercantum baja tulangan beton mutu BJTS 420. Sementara dokumen pendukung material menunjukkan indikasi spesifikasi berbeda.

Jika dugaan itu terbukti, proyek bernilai miliaran rupiah tersebut berpotensi mengalami penurunan mutu struktur dan mengurangi daya tahan konstruksi jembatan dalam jangka panjang.

Ketidaksesuaian spesifikasi baja tulangan beton pada konstruksi jembatan dapat menimbulkan risiko serius, antara lain:

  1. Penurunan daya dukung struktur
  2. Potensi retak dini pada beton bertulang
  3. Risiko deformasi berlebih
  4. Berkurangnya usia layan jembatan

Selain risiko teknis, penyimpangan spesifikasi juga berpotensi menimbulkan kerugian keuangan daerah yang bersumber dari APBD 2025.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Dewan Pimpinan Pusat Barisan Rakyat Lawan Korupsi Nusantara (Baralak Nusantara) secara resmi melayangkan Laporan Pengaduan (LAPDU) kepada Inspektorat untuk meminta audit investigatif menyeluruh.

Ketua Umum Baralak Nusantara, Yudistira, menegaskan bahwa proyek dengan nilai besar wajib diawasi secara ketat dan transparan.

“Ini proyek Rp6,5 miliar uang rakyat. Setiap rupiah harus dipertanggungjawabkan. Jika dalam dokumen disebut BJTS 420, maka yang terpasang harus sesuai. Tidak boleh ada penurunan mutu,” tegas Yudistira. Selasa, (24/2/26).

Ia menekankan, pengawasan tidak boleh berhenti pada aspek administratif semata.

“Kami meminta Inspektorat melakukan audit teknis dan uji laboratorium material secara independen. Jangan sampai APBD 2025 dirugikan karena ketidaksesuaian spesifikasi. Ini menyangkut keselamatan publik dan integritas anggaran daerah,” ujarnya.

Menurutnya, audit investigatif harus dilakukan secara terbuka, profesional, dan berbasis fakta teknis guna memastikan ada atau tidaknya pelanggaran spesifikasi maupun potensi kerugian keuangan negara.

Hak Jawab dan Klarifikasi

Hingga berita ini dipublikasikan, Direktur pihak pelaksana kegiatan belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang dilakukan redaksi melalui saluran komunikasi resmi.

Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak pelaksana maupun instansi terkait guna menjaga prinsip keberimbangan informasi sesuai kaidah jurnalistik.

(Redaksi Bantenpopuler.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kericuhan Warnai Revitalisasi SMKN 1 Warunggunung, Warga Protes Tak Dilibatkan sebagai Pekerja

21 Juli 2026 - 03:48 WIB

Screenshot 20260721 104533 ChatGPT

Revitalisasi SMKN 1 Warunggunung Rp1,8 Miliar Disorot, Dugaan Pelaksanaan Tak Sesuai Juklak dan Juknis Mengemuka

20 Juli 2026 - 11:23 WIB

Screenshot 20260720 182211 ChatGPT

AMMCB Dorong Sinergi Semua Pihak untuk Mengungkap Kasus Dugaan Penculikan Aktivis

20 Juli 2026 - 11:02 WIB

IMG 20260720 WA0087

Ketua DPRD Kab Lebak Bantah Issue Keterlibatanya Dalam Aksi Penculikan Dan Pengeroyokan Terhadap Aktivis Lebak

20 Juli 2026 - 09:59 WIB

Screenshot 2026 07 20 16 58 14 78 96b26121e545231a3c569311a54cda96

Anggota DPRD Banten Musa Weliansyah Kecam Dugaan Penjemputan Paksa dan Penganiayaan Aktivis di Lebak

19 Juli 2026 - 11:46 WIB

Screenshot 20260719 184525 ChatGPT

Dugaan Kekerasan Aktivis, AMMCB Desak DPP PDIP Bertindak

19 Juli 2026 - 07:30 WIB

Screenshot 2026 07 19 14 26 55 23 96b26121e545231a3c569311a54cda96

King Badak Serukan Aksi Skala Besar di Depan DPRD Lebak, Desak Ketua Dewan Bertanggung Jawab atas Dugaan Aksi Premanisme terhadap Aktivis

18 Juli 2026 - 15:45 WIB

Screenshot 2026 07 18 22 40 57 13 96b26121e545231a3c569311a54cda96

Temuan Dugaan Mark-up Dana BOS di Lebak Jangan Berhenti pada Pengembalian, AMMCB Desak Penegakan Hukum dan Reformasi Tata Kelola Pendidikan

17 Juli 2026 - 11:49 WIB

Screenshot 2026 07 17 18 48 18 66 96b26121e545231a3c569311a54cda96
Trending berita