Menu ✖

Otomatis
Breaking News

berita

Temuan Dugaan Mark-up Dana BOS di Lebak Jangan Berhenti pada Pengembalian, AMMCB Desak Penegakan Hukum dan Reformasi Tata Kelola Pendidikan

badge-check

Temuan Dugaan Mark-up Dana BOS di Lebak Jangan Berhenti pada Pengembalian, AMMCB Desak Penegakan Hukum dan Reformasi Tata Kelola PendidikanPerbesar

LEBAK – Aliansi Mahasiswa, Masyarakat dan Cendekiawan Banten (AMMCB) menyoroti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait dugaan mark-up dalam pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada sejumlah sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Kabupaten Lebak.

Koordinator AMMCB, Sapnudi, menegaskan bahwa temuan BPK tersebut merupakan peringatan serius atas lemahnya tata kelola anggaran pendidikan. Menurutnya, dana BOS merupakan anggaran negara yang diperuntukkan bagi peningkatan mutu pendidikan dan pelayanan kepada peserta didik, sehingga setiap rupiah penggunaannya harus dapat dipertanggungjawabkan.

“Temuan BPK tidak boleh dipandang sebagai persoalan administrasi biasa. Ketika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya dugaan mark-up maupun ketidaksesuaian spesifikasi barang dengan laporan pertanggungjawaban, hal tersebut harus ditindaklanjuti secara serius agar penyebabnya dapat diungkap secara terang,” ujar Sapnudi.

AMMCB menilai penyelesaian yang hanya berfokus pada pengembalian kerugian negara belum tentu menjawab persoalan secara menyeluruh. Pengembalian kerugian memang merupakan bagian dari tindak lanjut rekomendasi BPK, namun hal itu tidak menutup kemungkinan adanya proses hukum apabila kemudian ditemukan unsur tindak pidana berdasarkan hasil penyelidikan aparat penegak hukum.

“Jangan sampai muncul kesan bahwa setiap kali ada temuan, cukup dikembalikan lalu persoalan dianggap selesai. Masyarakat berhak mengetahui apakah terdapat unsur perbuatan melawan hukum, siapa yang bertanggung jawab, dan bagaimana negara memastikan praktik serupa tidak terulang kembali,” tegasnya.

AMMCB juga mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak untuk bersikap terbuka kepada masyarakat mengenai tindak lanjut atas rekomendasi BPK. Transparansi dinilai penting untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan anggaran pendidikan.

Selain itu, AMMCB meminta Dinas Pendidikan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan pengelolaan Dana BOS, memperkuat pembinaan kepada kepala sekolah dan bendahara sekolah, serta memberikan sanksi administratif apabila ditemukan pelanggaran sesuai ketentuan yang berlaku.

Di sisi lain, AMMCB mendorong aparat penegak hukum, baik Kejaksaan maupun Kepolisian, untuk melakukan pendalaman terhadap temuan BPK tersebut guna memastikan ada atau tidaknya unsur tindak pidana. Langkah tersebut dinilai penting agar terdapat kepastian hukum sekaligus memberikan efek jera apabila ditemukan penyimpangan yang merugikan keuangan negara.

“Anggaran pendidikan adalah investasi masa depan bangsa. Karena itu, setiap dugaan penyimpangan harus diusut secara transparan, profesional, dan akuntabel. Jangan biarkan uang yang seharusnya dinikmati oleh peserta didik justru menjadi ruang untuk praktik yang merugikan negara dan dunia pendidikan,” pungkas Sapnudi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Pagar Nusa Lebak Siapkan Sertifikasi Pelatih Berstandar Nasional, Royanudin: Semua Pelatih Harus Memiliki Legalitas

4 Nov 2026 - 12:36 WIB

Pagar Nusa Lebak Siapkan Sertifikasi Pelatih Berstandar Nasional, Royanudin: Semua Pelatih Harus Memiliki Legalitas

Uang Nasabah Rp70 Juta Hilang dari Rekening, ASP Law Firm Somasi BRI Cabang Rangkasbitung

4 Nov 2026 - 05:02 WIB

Uang Nasabah Rp70 Juta Hilang dari Rekening, ASP Law Firm Somasi BRI Cabang Rangkasbitung

Forum PKBM Lebak Tuntut Pemerintah Pusat Perhatikan Kesejahteraan Tutor, Herdi: Jangan Ada Diskriminasi Pendidikan

3 Nov 2026 - 09:02 WIB

Forum PKBM Lebak Tuntut Pemerintah Pusat Perhatikan Kesejahteraan Tutor, Herdi: Jangan Ada Diskriminasi Pendidikan

Ponpes Al Marjan Mulabaru Borong Enam Penghargaan di MOMB 2026 Tingkat Provinsi Banten

31 Okt 2026 - 12:52 WIB

Ponpes Al Marjan Mulabaru Borong Enam Penghargaan di MOMB 2026 Tingkat Provinsi Banten

Aktivitas Tambang Berhenti, Direktur PT HMD Hamdan Tegaskan Komitmen Patuhi Aturan Perizinan

31 Okt 2026 - 08:20 WIB

Aktivitas Tambang Berhenti, Direktur PT HMD Hamdan Tegaskan Komitmen Patuhi Aturan Perizinan

Aliansi AMMCB Ancam Kepung Kantor PDAM Lebak: “Manajemen Baru Gagal Total, Tak Pernah Belajar dari Kesalahan!

30 Okt 2026 - 22:22 WIB

Aliansi AMMCB Ancam Kepung Kantor PDAM Lebak: “Manajemen Baru Gagal Total, Tak Pernah Belajar dari Kesalahan!

Bakti Pemuda Daerah 2026 Resmi Dibuka, 70 Pemuda Siap Mengabdi di Tiga Desa Cipanas

29 Okt 2026 - 11:39 WIB

Bakti Pemuda Daerah 2026 Resmi Dibuka, 70 Pemuda Siap Mengabdi di Tiga Desa Cipanas

*Izasah di tahan perusahaan, FKMS desak Polda Banten usut tuntas dugaan pelanggaran hak pekerja*

28 Okt 2026 - 19:36 WIB

*Izasah di tahan perusahaan, FKMS desak Polda Banten usut tuntas dugaan  pelanggaran hak pekerja*
Trending Banten