LEBAK — Musibah kebakaran yang menimpa rumah Iwan Setiawan di Kampung Gubug, Desa Calung Bungur, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, mendapat perhatian dari Ketua IMALA Cabang Serang, Indra Saputra.
Indra menilai kondisi warga yang terdampak musibah semestinya menjadi perhatian pemerintah setempat maupun para wakil rakyat. Terlebih, menurut informasi yang diterimanya, terdapat anggota DPRD yang berdomisili tidak jauh dari lokasi rumah korban.

Ia juga menyoroti bahwa korban kebakaran tersebut disebut pernah menjadi salah satu relawan yang turut membantu kegiatan sosial sebelumnya. Kondisi tersebut, menurut Indra, semakin menunjukkan pentingnya kepedulian sosial terhadap warga yang tengah menghadapi musibah.
“Pemerintah daerah dan wakil rakyat perlu lebih peka terhadap kondisi masyarakat yang sedang mengalami musibah. Apalagi kalau memang ada wakil rakyat yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian, tentu informasi mengenai kondisi warga seharusnya bisa lebih cepat diketahui dan ditindaklanjuti,” ujar Indra Saputra.
Menurutnya, kehadiran pejabat publik di tengah masyarakat tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk bantuan materi. Peninjauan langsung, komunikasi dengan keluarga korban, serta koordinasi dengan perangkat desa dan instansi terkait juga merupakan bagian dari bentuk kepedulian kepada masyarakat.
“Minimal datang melihat kondisi korban, berkomunikasi dengan keluarga dan memastikan kebutuhan mereka. Kalau memang ada mekanisme bantuan yang dapat diberikan, tentu perlu ditindaklanjuti sesuai aturan. Masyarakat membutuhkan kehadiran pemerintah ketika sedang menghadapi situasi seperti ini,” katanya.
Indra menambahkan, perhatian tersebut penting agar masyarakat tidak merasa menghadapi musibah seorang diri. Menurutnya, pemerintah dan wakil rakyat memiliki tanggung jawab sosial untuk memastikan warga terdampak bencana mendapatkan akses terhadap bantuan dan layanan yang tersedia.
“Jangan sampai warga yang selama ini ikut membantu kegiatan sosial dan menjadi bagian dari masyarakat justru luput dari perhatian ketika mereka mengalami musibah. Kepekaan dan respons cepat pemerintah sangat dibutuhkan,” ujar Indra.
Rumah milik Iwan Setiawan diketahui mengalami kebakaran pada Jumat (18/9/2026). Selain sebagai tempat tinggal, rumah tersebut juga biasa digunakan untuk kegiatan mengajar mengaji bagi anak-anak di lingkungan sekitar.
Berdasarkan informasi yang diterima, keluarga korban tercatat dalam desil 3 dan disebut belum pernah menerima bantuan sebelumnya. Pascakejadian, keluarga korban berharap adanya perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait.
Indra berharap pemerintah setempat dapat melakukan peninjauan dan verifikasi langsung untuk mengetahui kondisi korban serta memastikan bentuk bantuan yang dapat diberikan sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.









































