Menu

Mode Gelap
5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat, dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar GAMPAR “Gedor” Kejari Lebak, Dugaan Skandal UPK-BUMDesma Kembali Menghangat Aktivis Desak Polda Banten dan Gubernur Banten Bertindak Tegas, Tambang Galian C di Kopo Dinilai Abaikan Keselamatan Pengguna Jalan Aktivis LSM JAPATI Akan Kawal Terus Penanganan Laporan Dugaan Korupsi Dana Desa Pasirkupa Diduga Bertindak Semena-mena, PLN ULP Rangkasbitung Disorot: Pemutusan Listrik Berbekal Surat Tanpa Tanda Tangan Manajer Transformasi UPK Menjadi BUMDesma: Antara Amanat Regulasi dan Dugaan Kejahatan Terstruktur atas Aset PNPM di Kabupaten Lebak

berita

Abah Elang Mangkubumi: Kebijakan Tax Amnesty, Jalan Pintas Penerimaan Negara yang Abaikan Keadilan

badge-check


					Aabah Elang Mangkubumi , Pesan Tegas dalam Satu Tangan Terangkat  mengartikan penolakan terhadap kebijakan Tex Amesti (foto/istimewa) Perbesar

Aabah Elang Mangkubumi , Pesan Tegas dalam Satu Tangan Terangkat mengartikan penolakan terhadap kebijakan Tex Amesti (foto/istimewa)

Jakarta, (BP) — Kebijakan Tax Amnesty kembali menuai kritik keras. Program yang kerap disebut sebagai jalan pintas untuk meningkatkan penerimaan negara ini dinilai justru menghadirkan ketidakadilan bagi masyarakat, terutama bagi kelompok wajib pajak yang selama ini taat.

Pengampunan pajak dianggap memberi “karpet merah” kepada para pengemplang pajak dengan denda ringan, sementara rakyat kecil yang setia membayar pajak setiap bulan tidak pernah memperoleh penghargaan yang sepadan.

design4223

Tax Amnesty sejatinya memberi pengampunan kepada pelanggar, tetapi mengabaikan keringat rakyat yang patuh. Ini berbahaya karena bisa melahirkan budaya ketidakdisiplinan, seolah-olah ketidakpatuhan selalu akan dimaafkan,” ujar Abah Elang Mangkubumi, Jumat (20/9/2025).

Menurut pengsuh majlis dzukir padepkan bumi alit pajajaran, kebijakan tersebut tidak menyentuh akar persoalan sistem perpajakan di Indonesia. Alih-alih memberi pengampunan, negara semestinya memperkuat penegakan hukum, menutup celah kebocoran, serta menghadirkan insentif yang adil bagi wajib pajak yang selama ini tertib.

“Yang kita butuhkan bukan amnesti, melainkan reformasi. Jika pemerintah serius, maka pengawasan harus diperketat dan keadilan fiskal ditegakkan. Dengan begitu, kepercayaan rakyat terhadap negara akan tetap terjaga,” tambahnya.

Gelomban penolakan terhadap Tax Amnesty juga datang dari  kalangan masyarakat sipil tersebut, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk pelecehan terhadap rakyat yang taat pajak.

Tax Amnesty bukan solusi, tapi bentuk penghinaan terhadap rakyat yang jujur. Mengapa yang curang diberi ampun, sementara yang taat justru terus diperas? Negara seharusnya menegakkan hukum, bukan memberi hadiah pada pelanggar. Kami tegas menolak Tax Amnesty dan menuntut keadilan fiskal bagi rakyat,” demikian pernyataan sikap yang disampaikan abah Elang Makungkubumi dalam forum diskusi publik di Jakarta.

Dengan pro dan kontra yang terus bergulir, perdebatan mengenai efektivitas Tax Amnesty diperkirakan masih akan panjang. Namun, satu hal yang mengemuka adalah tuntutan agar pemerintah tidak hanya mengejar penerimaan jangka pendek. melainkan juga membangun sistem perpajakan yang adil, transparan, dan berpihak pada rakyat yang patuh.

Editor: Yogi Prabowo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat, dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar

25 Juni 2026 - 13:31 WIB

IMG 20260625 WA00811

Truk Pasir Diduga Langgar Jam Operasional, Aktivitas PT MQS dan PT Permata Alam Dikeluhkan Warga Sajira

25 Mei 2026 - 12:50 WIB

IMG 20260525 WA0037

Dugaan Larangan Ujian dan Pemisahan Siswa di SD IT Insan Karima Lebak Tuai Sorotan, Dinilai Berpotensi Tekan Psikologis Anak

24 Mei 2026 - 17:12 WIB

IMG 20260524 WA0030

Disambut Jaksa Agung, Adhyaksa FC Banten Targetkan 5 Besar Liga 1

20 Mei 2026 - 10:16 WIB

IMG 20260520 WA0098

Nasabah PNM Mekaar Tunjukkan Perempuan Berdaya Mampu Menggerakkan Ekonomi Keluarga

16 Mei 2026 - 13:07 WIB

IMG 20260516 WA0136

Adhyaksa FC Pilih Bertahan di Banten, Eko Setyawan: “Ini Klub Milik Wong Banten”

15 Mei 2026 - 02:40 WIB

IMG 20260515 WA0013

Tanah Bukan Barang Dagangan : Nobar Pesta Babi di Serang Jadi Forum Kritik Proyek Papua

13 Mei 2026 - 14:36 WIB

IMG 20260512 203216 201

Seleksi PAW Desa Darmasari, Eko Raih Nilai Tertinggi 312

9 Mei 2026 - 10:57 WIB

IMG 20260509 WA0064
Trending Banten