Menu ✖

Otomatis
Breaking News

berita

Jejak Situ Rawa Enang dan Situ Pasar Raut Dipersoalkan, LSM Karat Telusuri Klaim Aset Pemprov Banten

badge-check

Ketua LSM Karat Iwan Hermawan menunjukkan dua titik lokasi berbeda, yakni Situ Rawa Enang dan Situ Pasar Raut, di Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, Banten, Selasa (27/1/2026), dalam rangka penelusuran klaim aset yang dikaitkan dengan Pemprov Banten dan PT Jaya Perkasa Sasmita. (Foto: Dok. LSM Karat/Bantenpopuler.com)Perbesar

Ketua LSM Karat Iwan Hermawan menunjukkan dua titik lokasi berbeda, yakni Situ Rawa Enang dan Situ Pasar Raut, di Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, Banten, Selasa (27/1/2026), dalam rangka penelusuran klaim aset yang dikaitkan dengan Pemprov Banten dan PT Jaya Perkasa Sasmita. (Foto: Dok. LSM Karat/Bantenpopuler.com)

SERANG | Bantenpopuler.com — Ketua LSM Karat, Iwan Hermawan, menelusuri keberadaan Situ Rawa Enang dan Situ Pasar Raut yang selama ini diklaim sebagai aset Pemerintah Provinsi Banten serta dikaitkan dengan penguasaan lahan oleh PT Jaya Perkasa Sasmita. Kedua situ tersebut berlokasi di Desa Kemuning, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, dan hingga kini masih menyisakan polemik status kepemilikan lahan.

Berdasarkan hasil investigasi lapangan, LSM Karat menemukan bahwa Situ Rawa Enang dan Situ Pasar Raut memiliki titik koordinat berbeda dalam peta GISTARU. Situ Rawa Enang berada pada koordinat 6.284348, 106.247040, sementara Situ Pasar Raut tercatat pada koordinat 6.28622, 106.247321.

Selain itu, secara fisik kedua situ tersebut berada di sepadan irigasi Tunjung Jambu dan terpisahkan oleh jalan raya. Situ Pasar Raut berada di satu sisi jalan, sedangkan Situ Rawa Enang berada di sisi seberangnya. Fakta ini menegaskan bahwa kedua objek merupakan lokasi yang berbeda, meski kerap disebut dalam satu klaim aset.

Iwan Hermawan menilai, tumpang tindih kebijakan antara Pemprov Banten dan Pemkab Serang terkait lahan Situ Rawa Enang dan Situ Pasar Raut mencerminkan buruknya komunikasi lintas pemerintahan daerah. Kondisi tersebut memicu pertanyaan serius mengenai kejelasan status lahan serta mekanisme pengembalian aset yang selama ini disampaikan ke publik.

Polemik ini semakin menguat setelah terbitnya Surat Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) untuk kegiatan berusaha dengan Nomor 31032210313604009, tertanggal 31 Maret 2022, yang dikeluarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Bupati Serang kepada PT Jaya Perkasa Sasmita. Surat tersebut diterbitkan berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan ditandatangani oleh Kepala DPMPTSP Kabupaten Serang.

Menurut Iwan, terbitnya izin PKKPR tersebut menandakan bahwa lahan yang dikuasai PT Jaya Perkasa Sasmita bukan sepenuhnya lahan milik negara. Oleh karena itu, muncul pertanyaan mendasar: atas dasar apa PT Jaya Perkasa Sasmita mengembalikan lahan seluas sekitar 10 hektare kepada Pemprov Banten? Apakah pengembalian tersebut berbentuk hibah, atau melalui mekanisme hukum lainnya? Hal ini dinilai perlu ditelusuri secara mendalam dan terbuka.

Di sisi lain, Pemprov Banten mengklaim bahwa Situ Rawa Enang dan Situ Pasar Raut telah tercatat dalam Kartu Inventaris Barang (KIB) A dengan keterangan hibah dari Provinsi Jawa Barat, serta tercantum dalam Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 1 Tahun 2023 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Banten.

Namun, upaya LSM Karat untuk memperoleh salinan berita acara pengembalian lahan dari PUPR Pemprov Banten belum membuahkan hasil. Permohonan informasi tersebut ditolak dengan alasan informasi dikecualikan, sementara pihak PUPR hanya menyampaikan bahwa pengembalian lahan dilakukan untuk pengamanan aset dan pengembalian fungsi lahan ke kondisi semula.

Dalam rangka melengkapi data, LSM Karat juga telah mengajukan permohonan informasi kepada Gubernur Banten terkait bukti kepemilikan sah atas lahan Situ Rawa Enang dan Situ Pasar Raut. Hingga saat ini, permohonan tersebut belum mendapatkan jawaban. Iwan menyebut kondisi ini tidak mengejutkan, mengingat diduga surat resmi dari Bupati Serang kepada Gubernur Banten terkait data situ pun tidak mendapat balasan.

“Penelusuran kami tidak akan berhenti sampai menemukan titik lokasi pasti lahan yang dikembalikan oleh PT Jaya Perkasa Sasmita kepada Pemprov Banten. Kami akan mencari kebenaran berdasarkan fakta dan data, bukan kebenaran yang dibangun secara terorganisir,” tegas Iwan Hermawan.

Editor | Bantenpopuler.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Respons Cepat Aspirasi Warga, Ketua DPRD Lebak Juwita Wulandari Fasilitasi Warga Girilaya Berobat ke RSUD

5 Nov 2026 - 10:47 WIB

Respons Cepat Aspirasi Warga, Ketua DPRD Lebak Juwita Wulandari Fasilitasi Warga Girilaya Berobat ke RSUD

Denge Dulur Jadi Penutup Bakti Pemuda 2026, Aspirasi Tiga Desa Cipanas Disampaikan ke Pemkab Lebak

5 Nov 2026 - 04:54 WIB

Denge Dulur Jadi Penutup Bakti Pemuda 2026, Aspirasi Tiga Desa Cipanas Disampaikan ke Pemkab Lebak

Uang Nasabah Rp70 Juta Hilang dari Rekening, ASP Law Firm Somasi BRI Cabang Rangkasbitung

4 Nov 2026 - 05:02 WIB

Uang Nasabah Rp70 Juta Hilang dari Rekening, ASP Law Firm Somasi BRI Cabang Rangkasbitung

Ponpes Al Marjan Mulabaru Borong Enam Penghargaan di MOMB 2026 Tingkat Provinsi Banten

31 Okt 2026 - 12:52 WIB

Ponpes Al Marjan Mulabaru Borong Enam Penghargaan di MOMB 2026 Tingkat Provinsi Banten

Aktivitas Tambang Berhenti, Direktur PT HMD Hamdan Tegaskan Komitmen Patuhi Aturan Perizinan

31 Okt 2026 - 08:20 WIB

Aktivitas Tambang Berhenti, Direktur PT HMD Hamdan Tegaskan Komitmen Patuhi Aturan Perizinan

Aliansi AMMCB Ancam Kepung Kantor PDAM Lebak: “Manajemen Baru Gagal Total, Tak Pernah Belajar dari Kesalahan!

30 Okt 2026 - 22:22 WIB

Aliansi AMMCB Ancam Kepung Kantor PDAM Lebak: “Manajemen Baru Gagal Total, Tak Pernah Belajar dari Kesalahan!

Bakti Pemuda Daerah 2026 Resmi Dibuka, 70 Pemuda Siap Mengabdi di Tiga Desa Cipanas

29 Okt 2026 - 11:39 WIB

Bakti Pemuda Daerah 2026 Resmi Dibuka, 70 Pemuda Siap Mengabdi di Tiga Desa Cipanas

*Izasah di tahan perusahaan, FKMS desak Polda Banten usut tuntas dugaan pelanggaran hak pekerja*

28 Okt 2026 - 19:36 WIB

*Izasah di tahan perusahaan, FKMS desak Polda Banten usut tuntas dugaan  pelanggaran hak pekerja*
Trending Banten