Menu

Mode Gelap
5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat, dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar GAMPAR “Gedor” Kejari Lebak, Dugaan Skandal UPK-BUMDesma Kembali Menghangat Aktivis Desak Polda Banten dan Gubernur Banten Bertindak Tegas, Tambang Galian C di Kopo Dinilai Abaikan Keselamatan Pengguna Jalan Aktivis LSM JAPATI Akan Kawal Terus Penanganan Laporan Dugaan Korupsi Dana Desa Pasirkupa Diduga Bertindak Semena-mena, PLN ULP Rangkasbitung Disorot: Pemutusan Listrik Berbekal Surat Tanpa Tanda Tangan Manajer Transformasi UPK Menjadi BUMDesma: Antara Amanat Regulasi dan Dugaan Kejahatan Terstruktur atas Aset PNPM di Kabupaten Lebak

berita

Sekjen Baralak Nusantara: Kami Turun ke Jalan, Tidak Ada Ruang untuk Kekerasan Aparatur

badge-check


					Seorang orator Baralak Nusantara memimpin aksi demonstrasi di depan kantor Inspektorat dan Kantor Bupati Lebak, menuntut pengusutan dugaan penganiayaan terhadap seorang office boy oleh pejabat Inspektorat berinisial R. (Gambar: Ilustrasi/Bantenpopuler.com) Perbesar

Seorang orator Baralak Nusantara memimpin aksi demonstrasi di depan kantor Inspektorat dan Kantor Bupati Lebak, menuntut pengusutan dugaan penganiayaan terhadap seorang office boy oleh pejabat Inspektorat berinisial R. (Gambar: Ilustrasi/Bantenpopuler.com)

LEBAK | Bantenpopuler.com Polemik dugaan penganiayaan terhadap EK, seorang office boy (OB) di lingkungan Inspektorat Kabupaten Lebak, yang diduga dilakukan oleh pejabat berinisial R, semakin memicu kemarahan publik. Setelah Ketua Umum Barisan Rakyat Lawan Korupsi (Baralak) Nusantara, Yudistira, mengecam keras tindakan tersebut, kini Sekretaris Jenderal Baralak Nusantara, Hasan Basri, S.Pd.I, mengeluarkan pernyataan tegas bahwa pihaknya akan menggelar aksi demonstrasi besar.

Aksi tersebut, kata Hasan Basri yang akrab disapa Acong, akan digelar di dua titik: Kantor Inspektorat Kabupaten Lebak dan puncaknya di depan Kantor Bupati Lebak.

design4223

Acong menyebut aksi itu merupakan ekspresi kekecewaan sekaligus sikap resmi Baralak Nusantara atas dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan pejabat Inspektorat berinisial R hingga membuat korban memilih mundur karena tidak kuat menahan perlakuan kasar yang diterimanya.

“Kami tidak bisa membiarkan tindakan tidak manusiawi dan tidak beretika terjadi di lembaga yang seharusnya menjadi simbol integritas pemerintah. Penganiayaan terhadap pekerja OB adalah tindakan pengecut. Kami menuntut keadilan ditegakkan tanpa pandang jabatan,” tegasnya, Minggu (23/11/25).

Tuntutan Resmi Aksi Baralak Nusantara
  1. Menuntut Kepala Inspektorat Kabupaten Lebak mundur karena dianggap gagal melakukan pembinaan serta pengawasan internal.
  2. Mendesak Bupati Lebak agar memanggil dan memeriksa pejabat berinisial R atas dugaan penganiayaan tersebut.
  3. Mendorong Bupati Lebak melaporkan kasus ini kepada aparat penegak hukum (APH) untuk diproses secara profesional tanpa tebang pilih.

Acong menegaskan bahwa dugaan penganiayaan itu bukan hanya pelanggaran etika aparatur, tetapi juga diduga kuat masuk dalam ranah pidana.

“Ini bukan sekadar urusan internal kantor, tetapi dugaan pelanggaran hukum yang harus diusut tuntas oleh APH. Tidak boleh ada pembiaran, tidak boleh ada pengendapan kasus,” ujarnya.

Ia menilai, diamnya Kepala Inspektorat Lebak dan absennya klarifikasi resmi justru memperkeruh suasana dan memicu spekulasi publik.

“Sampai berita ini dirilis, Kepala Inspektorat belum memberikan klarifikasi apa pun. Sikap bungkam ini menunjukkan lemahnya kepemimpinan dan minimnya keberpihakan pada korban. Ini memperkuat alasan kami untuk turun ke jalan,” tegasnya.

Aksi Baralak Nusantara dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat dan akan melibatkan berbagai elemen masyarakat yang peduli terhadap keadilan dan integritas pemerintahan.

Baralak Nusantara memastikan akan terus mengawal kasus ini hingga proses hukum berjalan dan pejabat yang diduga melakukan penganiayaan diberikan sanksi sesuai ketentuan hukum. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat, dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar

25 Juni 2026 - 13:31 WIB

IMG 20260625 WA00811

Truk Pasir Diduga Langgar Jam Operasional, Aktivitas PT MQS dan PT Permata Alam Dikeluhkan Warga Sajira

25 Mei 2026 - 12:50 WIB

IMG 20260525 WA0037

Dugaan Larangan Ujian dan Pemisahan Siswa di SD IT Insan Karima Lebak Tuai Sorotan, Dinilai Berpotensi Tekan Psikologis Anak

24 Mei 2026 - 17:12 WIB

IMG 20260524 WA0030

Disambut Jaksa Agung, Adhyaksa FC Banten Targetkan 5 Besar Liga 1

20 Mei 2026 - 10:16 WIB

IMG 20260520 WA0098

Nasabah PNM Mekaar Tunjukkan Perempuan Berdaya Mampu Menggerakkan Ekonomi Keluarga

16 Mei 2026 - 13:07 WIB

IMG 20260516 WA0136

Adhyaksa FC Pilih Bertahan di Banten, Eko Setyawan: “Ini Klub Milik Wong Banten”

15 Mei 2026 - 02:40 WIB

IMG 20260515 WA0013

Tanah Bukan Barang Dagangan : Nobar Pesta Babi di Serang Jadi Forum Kritik Proyek Papua

13 Mei 2026 - 14:36 WIB

IMG 20260512 203216 201

Seleksi PAW Desa Darmasari, Eko Raih Nilai Tertinggi 312

9 Mei 2026 - 10:57 WIB

IMG 20260509 WA0064
Trending Banten