Menu

Mode Gelap
Dugaan Pungli Dokumen Lingkungan, BARALAK Layangkan Somasi ke Dinas LHK Banten Dana BOS Mengalir ke SMK Swasta di Tangerang Raya, BARALAK Soroti Ketertiban Izin dan Lemahnya Verifikasi Data BKPSDM Lebak Tegaskan Surat Mutasi ASN yang Beredar adalah Hoaks Peringati HPN 2026, DPW MOI Banten Gelar Bakti Sosial dan Edukasi Sejarah di Situs Salakanagara BPI KPNPA RI Banten Soroti Lambannya Dindik Banten Awasi Sekolah Swasta Bermasalah dan Penyaluran Dana BOS Salah Tulis Jabatan “Sekertaris”, Aktivis Nilai Dindikbud Banten Lalai dan Tak Profesional

Banten

Abah Elang Mangkubumi Apresiasi Musyawarah Akbar Lirboyo: Ikhtiar Ulama Menjaga Marwah NU

badge-check


					Dewan Khos PP PSNU Pagar Nusa, Abah Elang Mangkubumi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para masyayikh, kiai sepuh, dan pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo atas terselenggaranya Musyawarah Akbar yang dinilai sarat hikmah, keberanian moral, dan tanggung jawab sejarah dalam menjaga keutuhan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama (NU). Perbesar

Dewan Khos PP PSNU Pagar Nusa, Abah Elang Mangkubumi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para masyayikh, kiai sepuh, dan pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo atas terselenggaranya Musyawarah Akbar yang dinilai sarat hikmah, keberanian moral, dan tanggung jawab sejarah dalam menjaga keutuhan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama (NU).

BANTENPOPULER.COM – Dewan Khos PP PSNU Pagar Nusa, Abah Elang Mangkubumi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para masyayikh, kiai sepuh, dan pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo atas terselenggaranya Musyawarah Akbar yang dinilai sarat hikmah, keberanian moral, dan tanggung jawab sejarah dalam menjaga keutuhan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama (NU).

Menurut Abah Elang, Musyawarah Akbar Lirboyo bukan sekadar forum organisatoris, melainkan ikhtiar keulamaan untuk menyelamatkan NU dari kemelut internal yang berlarut-larut dan berpotensi menggerus kepercayaan umat.
“Musyawarah ini adalah bentuk tanggung jawab ulama dalam menjaga marwah Jam’iyyah. Ulama tidak diam, tidak pula larut dalam konflik, tetapi hadir memberi arah,” ujar Abah Elang dalam pernyataan tertulisnya.

Ia menilai, keputusan-keputusan yang dihasilkan mencerminkan kedewasaan ulama dalam memadukan adab, ketegasan, dan kepentingan umat. Salah satunya adalah pemberian waktu islah kepada Rais ‘Aam dan Ketua Umum PBNU.
“Itu menunjukkan kebijaksanaan ulama. Memberi ruang perbaikan, mengedepankan persaudaraan, dan menempatkan kepentingan Jam’iyyah di atas ego kekuasaan,” tegasnya.

 

Abah Elang juga mengapresiasi penegasan tenggat waktu dan mekanisme penyerahan mandat kepada Mustasyar apabila islah tidak tercapai. Menurutnya, hal itu menegaskan bahwa NU adalah organisasi yang beraturan dan berdisiplin, bukan ruang bebas tanpa pertanggungjawaban kepemimpinan.

 

Lebih lanjut, ia menilai sikap tegas berupa kemungkinan pencabutan mandat Muktamar merupakan pengingat penting bahwa jabatan di NU adalah amanah, bukan hak mutlak yang kebal dari koreksi ulama.
“Ketegasan ini justru menyelamatkan NU dari preseden buruk dalam kepemimpinan,” ujarnya.
Pelibatan PWNU dan PCNU sebagai basis legitimasi Muktamar juga dinilai sebagai langkah strategis untuk mengembalikan NU pada khittah Jam’iyyah, yakni bertumpu pada kekuatan jamaah dan wilayah, bukan elit struktural semata.

 

Sementara itu, penetapan waktu Muktamar di bulan Syawal sebelum musim haji disebut mencerminkan kearifan fiqh dan kepekaan ulama terhadap realitas ibadah dan khidmah umat.
“Ini keputusan yang matang, agar agenda besar organisasi tidak mengganggu kewajiban ibadah dan pengabdian keumatan,” jelasnya.

 

Abah Elang menegaskan, Musyawarah Akbar Lirboyo telah menunjukkan bahwa ulama masih menjadi penjaga moral dan penentu arah NU, bukan sekadar penonton dalam konflik internal.
“Ini peringatan lembut namun tegas, bahwa NU jauh lebih besar dari siapa pun yang memimpin,” katanya.

 

Atas nama PSNU Pagar Nusa, Abah Elang menyatakan dukungan penuh terhadap setiap ikhtiar yang bertujuan menjaga persatuan Jam’iyyah, kewibawaan ulama, ketertiban organisasi, serta keselamatan masa depan NU.

Ia berharap seluruh pihak dapat mengedepankan kelapangan hati untuk islah. Namun jika tidak, keputusan para masyayikh harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.
“NU diselamatkan oleh adab, dijaga oleh ulama, dan diwariskan untuk umat bukan untuk konflik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dugaan Pungli Dokumen Lingkungan, BARALAK Layangkan Somasi ke Dinas LHK Banten

11 Februari 2026 - 06:08 WIB

Ilustrasi somasi BARALAK kepada Kepala Dinas LHK Provinsi Banten terkait dugaan pungutan ilegal pengurusan dokumen lingkungan.

Dana BOS Mengalir ke SMK Swasta di Tangerang Raya, BARALAK Soroti Ketertiban Izin dan Lemahnya Verifikasi Data

10 Februari 2026 - 08:19 WIB

Investigasi Dana BOS SMK Swasta di Tangerang Raya oleh BARALAK Nusantara

BPI KPNPA RI Banten Soroti Lambannya Dindik Banten Awasi Sekolah Swasta Bermasalah dan Penyaluran Dana BOS

6 Februari 2026 - 06:26 WIB

Ilustrasi pengawasan BPI KPNPA RI terhadap sekolah SMK berizin kedaluwarsa yang diduga tetap menerima Dana BOS di Provinsi Banten

Salah Tulis Jabatan “Sekertaris”, Aktivis Nilai Dindikbud Banten Lalai dan Tak Profesional

4 Februari 2026 - 04:33 WIB

Ilustrasi surat resmi Dindikbud Banten dengan kesalahan penulisan jabatan Sekertaris yang menuai kritik aktivis.

Aktivis Nilai SE Pembatasan HP Sekolah Banten Hanya Meniru DKI Jakarta

2 Februari 2026 - 10:14 WIB

Aktivis pendidikan mengkritik Surat Edaran pembatasan handphone di sekolah Banten

Abah Elang Mangkubumi Keluarkan Peringatan Nurani atas Pemaksaan Program MBG

30 Januari 2026 - 04:00 WIB

Tokoh nasional Abah Elang Mangkubumi berpose di depan bendera Merah Putih sebagai simbol seruan moral menjaga kedaulatan rakyat dan demokrasi Indonesia.
Populer Banten
Verified by MonsterInsights