Menu

Mode Gelap
Aksi GAMPAR Mengguncang Lebak, Dugaan Korupsi UPK-BUMDesma Diminta Dibongkar Tanpa Tebang Pilih Diduga Ada “Pemenang Langganan”, Baralak DPW Banten Minta Tender Proyek Dindik Banten Diaudit GAMPAR Kepung Inspektorat dan Kejari Lebak Besok, Soroti Dugaan Tebang Pilih Penanganan Kasus UPK-BUMDesma 5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat, dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar GAMPAR “Gedor” Kejari Lebak, Dugaan Skandal UPK-BUMDesma Kembali Menghangat Aktivis Desak Polda Banten dan Gubernur Banten Bertindak Tegas, Tambang Galian C di Kopo Dinilai Abaikan Keselamatan Pengguna Jalan

berita

Di Titik Ini, Persatuan NU Harus Lebih Tinggi dari Alasan Pribadi

badge-check


					Di Titik Ini, Persatuan NU Harus Lebih Tinggi dari Alasan Pribadi Perbesar

SERANG | Bantenpopuler.comDi saat-saat tertentu, organisasi besar tidak lagi memerlukan penjelasan panjang, melainkan keputusan moral yang menenangkan umat. Nahdlatul Ulama (NU) kini berada pada titik itu.

Pernyataan Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terkait ketidakhadirannya dalam Musyawarah Akbar di Lirboyo merupakan hak personal yang patut dihormati. Namun, dalam tradisi NU, hak personal selalu berada di bawah amanat kolektif jam’iyyah. Ketika kegelisahan warga telah diformalkan melalui forum musyawarah, maka ukuran utama bukan lagi kelengkapan alasan, melainkan kesediaan merawat persatuan.

design4223

Musyawarah Akbar Lirboyo tidak hadir secara tiba-tiba. Forum tersebut merupakan simpul dari ikhtiar panjang para kasepuhan NU yang ditempuh melalui sowan, tabayyun, dan pertemuan-pertemuan senyap. Sejak awal, tujuan ikhtiar itu tunggal: mencegah retak sebelum berubah menjadi belah. Ketika ikhtiar sunyi belum berbuah, jamaah NU memilih jalan paling beradab dalam tradisinya, yakni musyawarah terbuka yang berlandaskan rambu etik, tenggat waktu, dan tata krama jam’iyyah.

Amanat musyawarah tersebut jelas. Islah harus didahulukan dan diberi ruang waktu. Apabila belum tercapai, tersedia mekanisme lanjutan. Jika tetap menemui jalan buntu, maka konstitusi jam’iyyah menyediakan langkah terakhir. Semua ini bukan bentuk tekanan, apalagi ancaman, melainkan tata kelola organisasi—cara NU menjaga marwahnya agar perbedaan tidak menjelma menjadi keterbelahan.

Hari ini bukan sekadar penanda waktu administratif. Hari ini merupakan batas langkah pertama amanat musyawarah—batas etik, bukan formalitas struktural. Pada titik ini, NU tidak menunggu klarifikasi tambahan atau penegasan posisi. NU menunggu tindakan yang menenangkan umat: perjumpaan untuk islah.

Pelajaran dari kasepuhan NU konsisten dan sederhana. Islah lebih mulia daripada klarifikasi. Duduk bersama lebih tinggi nilainya daripada menang sendiri. Dalam tradisi NU, mengalah demi persatuan bukanlah kekalahan, melainkan kedewasaan. Wibawa ulama justru tumbuh ketika ego menyusut dan umat kembali teduh.

Harapan tersebut tentu ditujukan kepada seluruh pihak yang berseteru. Namun, beban etik terbesar secara simbolik berada pada Rais ‘Aam, bukan semata karena jabatan, melainkan karena makna keteladanan yang melekat padanya. Islah yang dimulai dari seorang Rais ‘Aam tidak akan dibaca sebagai kelemahan, melainkan dikenang sebagai keputusan yang menyelamatkan jam’iyyah.

NU hari ini tidak kekurangan dalil, forum, maupun mekanisme organisasi. Yang dibutuhkan hanyalah keberanian untuk menghentikan alasan dan memulai persatuan. Sejarah NU tidak akan menilai panjangnya penjelasan, melainkan mencatat siapa yang memilih memeluk persatuan ketika amanat jam’iyyah memanggil.

Di titik ini, panggilan itu telah jelas.

Oleh: Abah Elang Mangkubumi

Editor | Bantenpopuler.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat, dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar

25 Juni 2026 - 13:31 WIB

IMG 20260625 WA00811

Aktivis Desak Polda Banten dan Gubernur Banten Bertindak Tegas, Tambang Galian C di Kopo Dinilai Abaikan Keselamatan Pengguna Jalan

23 Juni 2026 - 16:03 WIB

Deretan truk pengangkut material tambang galian C melintas di jalan Desa Nanggung, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, yang menjadi sorotan aktivis karena dinilai mengabaikan keselamatan pengguna jalan

Truk Pasir Diduga Langgar Jam Operasional, Aktivitas PT MQS dan PT Permata Alam Dikeluhkan Warga Sajira

25 Mei 2026 - 12:50 WIB

IMG 20260525 WA0037

Dugaan Larangan Ujian dan Pemisahan Siswa di SD IT Insan Karima Lebak Tuai Sorotan, Dinilai Berpotensi Tekan Psikologis Anak

24 Mei 2026 - 17:12 WIB

IMG 20260524 WA0030

Disambut Jaksa Agung, Adhyaksa FC Banten Targetkan 5 Besar Liga 1

20 Mei 2026 - 10:16 WIB

IMG 20260520 WA0098

DPW Badak Banten Siap Kawal Program Bang Andra Pemprov Banten

18 Mei 2026 - 06:34 WIB

Screenshot 20260518 133330 ChatGPT

Nasabah PNM Mekaar Tunjukkan Perempuan Berdaya Mampu Menggerakkan Ekonomi Keluarga

16 Mei 2026 - 13:07 WIB

IMG 20260516 WA0136

Belanja Pegawai Dominasi RAPBD 2026, Kemiskinan di Kabupaten Serang Jadi Sorotan

15 Mei 2026 - 11:36 WIB

Screenshot 20260515 182934 ChatGPT
Trending Banten