BANTEN | Bantenpopuler.com — Ruas Jalan Maja–Citeras yang baru saja direkonstruksi melalui program Pemerintah Provinsi Banten Tahun Anggaran 2025, kini kembali menuai sorotan. Pasalnya, di sejumlah titik badan jalan sudah tampak retak, pecah, bahkan mengelupas hingga memperlihatkan agregat di permukaan.
Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan tersebut merupakan kegiatan Rekonstruksi Ruas Jalan Maja–Citeras yang dilaksanakan oleh CV Naga Hitam Kusuma dengan nilai kontrak sebesar Rp5,8 miliar lebih dan sumber dana dari APBD Provinsi Banten TA 2025.

Ketua Umum Barisan Rakyat Lawan Korupsi Nusantara (Baralak Nusantara), Yudistra, menilai kondisi tersebut patut menjadi perhatian serius pemerintah dan aparat pengawas.

Kolase menunjukkan retak dan pecah pada badan jalan beton yang diduga terjadi tak lama setelah proyek rekonstruksi selesai.
“Kami sangat menyayangkan, proyek yang baru selesai dikerjakan sudah kembali mengalami kerusakan di beberapa titik. Ini harus menjadi evaluasi menyeluruh, baik dari sisi kualitas pekerjaan maupun pengawasan teknis di lapangan,” tegas Yudistra. (25/02/2026).
Ia menambahkan, kerusakan dini pada proyek infrastruktur jalan tidak hanya merugikan keuangan daerah, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Anggaran yang digunakan bukan kecil, ini uang rakyat. Maka kualitas pekerjaan harus benar-benar sesuai spesifikasi teknis. Jika ditemukan ketidaksesuaian, kami meminta dilakukan audit dan uji mutu secara transparan,” ujarnya.
Menurutnya, pengawasan dari konsultan maupun dinas terkait harus dievaluasi agar kejadian serupa tidak terus berulang pada proyek-proyek berikutnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana maupun instansi terkait diharapkan dapat memberikan klarifikasi resmi terkait penyebab kerusakan dan langkah perbaikan yang akan dilakukan.
Masyarakat pun berharap adanya perbaikan segera agar ruas Jalan Maja–Citeras kembali layak dan aman dilalui, mengingat jalur tersebut merupakan akses vital penghubung antarwilayah di Kabupaten Lebak dan sekitarnya.
Ia mendesak agar instansi terkait segera memberikan klarifikasi resmi kepada publik, sekaligus melakukan langkah perbaikan konkret dan transparan.
Bantenpopuler.com menilai, proyek infrastruktur yang dibiayai APBD harus menjunjung tinggi prinsip transparansi, akuntabilitas, dan mutu pekerjaan. Evaluasi menyeluruh menjadi langkah mendesak guna memastikan kejadian serupa tidak terulang pada proyek-proyek berikutnya.
Editor | Bantenpopuler.com









