Menu

Mode Gelap
Polda Banten Bongkar 7 Kasus Tambang Ilegal di Lebak, Aktivitas di TNGHS Disorot Pekerja Tewas Terjepit Pulley Belt di PT Cemindo, IMALA Soroti Lemahnya K3 Kekerasan terhadap Aktivis Bukan Kebetulan, Ini Cara Pembungkaman Bupati Lebak Disorot, Koalisi Aktivis Banten Maju Desak PDIP Bertindak Tegas Plang Penutupan Galian Cadas di Desa Paja Hilang, Diduga Akan Kembali Beroperasi, IMALA Soroti Pengawasan Di Tengah Keterbatasan, Ibu Irma Bangun Kemandirian dan Gerakkan Disabilitas Lewat PNM Mekaar

berita

Dugaan Jual Beli Akses Kerja di PT Nikomas Gemilang, 11 Pelamar Mengaku Setor Rp7–10 Juta

badge-check


					Ilustrasi praktik dugaan perantara tenaga kerja di lingkungan PT Nikomas Gemilang, Kabupaten Serang. (BantenPopuler.com) Perbesar

Ilustrasi praktik dugaan perantara tenaga kerja di lingkungan PT Nikomas Gemilang, Kabupaten Serang. (BantenPopuler.com)

SERANG — Dugaan praktik jual beli akses kerja mencuat di lingkungan PT Nikomas Gemilang, pabrik sepatu besar di kawasan industri Kibin, Kabupaten Serang. Seorang oknum pegawai berinisial DR diduga berperan sebagai perantara rekrutmen dengan menarik uang Rp7–10 juta dari pencari kerja.

Penelusuran wartawan BantenPopuler.com selama sepekan menemukan sedikitnya 11 orang mengaku telah menyetor uang kepada terduga. Pembayaran disebut sebagai “biaya administrasi” agar nama pelamar masuk prioritas penerimaan.

design4223

Seorang korban, yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengaku menyerahkan uang secara langsung. Namun hingga kini ia belum menerima panggilan kerja. Komunikasi dengan terduga disebut makin sulit.

Para korban menyebut DR mengklaim memiliki akses internal dan dapat “mengondisikan” proses seleksi. Janji itu, menurut mereka, tak pernah terealisasi meski pembayaran telah dilakukan berbulan-bulan sebelumnya.

Jika terbukti, praktik tersebut berpotensi melanggar ketentuan ketenagakerjaan yang melarang pungutan dalam proses rekrutmen, serta dapat mengarah pada dugaan penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP.

Ketua umum Barisan Rakyat Lawan Korupsi Nusantara mengecam dugaan tersebut dan mendesak penyelidikan. Rekrutmen tenaga kerja, kata dia, harus transparan dan bebas pungutan liar karena menyangkut hak dasar masyarakat memperoleh pekerjaan.

Hingga laporan ini ditulis, manajemen perusahaan belum memberikan keterangan resmi meski telah dimintai konfirmasi.

Kasus masih dalam penelusuran. Para korban mempertimbangkan langkah hukum, sementara wartawan terus menelusuri alur dana dan kemungkinan praktik serupa di balik dugaan broker tenaga kerja di salah satu industri terbesar di Banten itu.

Editor | Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pekerja Tewas Terjepit Pulley Belt di PT Cemindo, IMALA Soroti Lemahnya K3

7 April 2026 - 09:19 WIB

Sumber: UngkapPublik.com

Plang Penutupan Galian Cadas di Desa Paja Hilang, Diduga Akan Kembali Beroperasi, IMALA Soroti Pengawasan

27 Maret 2026 - 13:46 WIB

IMG 20260325 WA0056 e1774619314453

Di Tengah Keterbatasan, Ibu Irma Bangun Kemandirian dan Gerakkan Disabilitas Lewat PNM Mekaar

25 Maret 2026 - 23:39 WIB

IMG 20260326 WA0007

Peserta Kecewa, Program “Terima Kasih Muadzin” Dinilai Tak Jelas dan Berpotensi PHP

19 Maret 2026 - 20:25 WIB

Screenshot 2026 03 20 03 13 31 55 1c337646f29875672b5a61192b9010f9

Karang Taruna Kabupaten Serang Perkuat Mental dan Spiritual Pemuda

19 Maret 2026 - 11:50 WIB

IMG 20260319 WA0110

Baralak Nusantara Desak Penertiban Parkir Liar di Pusat Kota Rangkasbitung

15 Maret 2026 - 06:48 WIB

20260315 183913
Trending berita