Menu

Mode Gelap
Diduga Bertindak Semena-mena, PLN ULP Rangkasbitung Disorot: Pemutusan Listrik Berbekal Surat Tanpa Tanda Tangan Manajer Transformasi UPK Menjadi BUMDesma: Antara Amanat Regulasi dan Dugaan Kejahatan Terstruktur atas Aset PNPM di Kabupaten Lebak Hutan Kabel di Lebak, Bisnis Internet Menjamur, Negara Kehilangan Wibawa? GAIB-212 Siap Kepung PLN UP3 Banten Selatan, Bongkar Dugaan Pungli dan Carut-Marut Penggunaan Aset Negara Ketua GAIB-212 Lebak Buka Ruang Koordinasi dengan OPD, Namun Tetap Kawal Kepentingan Rakyat Perpisahan Kelas IX SMPN 3 Rangkasbitung Tahun Ajaran 2025-2026 Berlangsung Khidmat dan Penuh Haru

Banten

Pion Tak Pernah Mundur: Sabu yang Tetap Mengalir dari Balik Jeruji Cilegon

badge-check


					ilustrasi WBP mengendalikan narkoba dari dalam lapas Perbesar

ilustrasi WBP mengendalikan narkoba dari dalam lapas

BANTENPOPULER.COMJeruji besi seharusnya menjadi garis akhir. Namun bagi sebagian orang, ia justru berubah menjadi menara kendali. Dari ruang sempit bernama sel, seorang narapidana di Lapas Kelas IIA Cilegon diduga masih leluasa mengatur peredaran sabu-sabu—tenang, presisi, nyaris tanpa jejak.

Namanya jarang disebut lengkap. Di kalangan pengguna, ia dikenal dengan satu julukan: Pion Tak Pernah Mundur. Seorang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) kasus narkotika yang, berdasarkan penelusuran wartawan Bantenpopuler.com, diduga masih aktif mengendalikan transaksi narkoba dari balik tembok lembaga pemasyarakatan.

design4223

Instrumennya bukan senjata api atau kurir lapangan. Cukup sebuah smartphone dan satu nomor telepon: 0852-6559-09484.

Telepon dari Dalam Penjara

Panggilan itu singkat. Tak ada tawar-menawar bertele-tele. Seperti memesan barang daring, percakapan berlangsung dingin dan efisien. Harga disepakati, rekening diberikan, transaksi ditutup. Semua berlangsung seolah-olah pengendali berada di ruang bebas, bukan di balik jeruji.

“Barang ada. Transfer dulu,” begitu pola komunikasi yang digambarkan seorang pengguna narkoba asal Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, kepada wartawan. Ia mengaku sudah berulang kali bertransaksi dengan orang yang sama—sosok yang ia yakini berada di dalam lapas. Namanya disamarkan.

Begitu uang berpindah tangan melalui transfer bank, balasan datang. Bukan dalam bentuk alamat, apalagi pertemuan. Yang diterima hanyalah sebuah peta digital—titik koordinat tempat sabu-sabu disimpan.

“Gampang. Tinggal klik map, ambil barang,” katanya.

Peta, Rekening, dan Jaringan Sunyi

Modus ini menunjukkan satu hal: kejahatan narkotika telah beradaptasi. Tidak lagi mengandalkan pertemuan fisik, tetapi memanfaatkan teknologi dan jaringan di luar lapas yang bekerja senyap.

Ada tangan-tangan lain yang bergerak. Ada pihak yang menyimpan barang, menaruhnya di titik tertentu, lalu menghilang. Sementara sang pengendali tetap berada di balik tembok, aman dari kejaran langsung, mengatur arus transaksi layaknya operator pusat.

Pertanyaannya sederhana, tapi jawabannya rumit:
bagaimana ponsel bisa hidup di dalam sel?
Bagaimana komunikasi berjalan tanpa gangguan?
Dan siapa yang seharusnya menghentikannya?

Lapas yang Bocor

Kasus ini kembali membuka luka lama sistem pemasyarakatan. Lapas yang semestinya menjadi ruang pembinaan, justru kerap disebut dalam berbagai kasus sebagai ruang operasi kejahatan. Dari balik tembok tinggi, bisnis haram tetap berdenyut—pelan, tapi konsisten.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak Lapas Kelas IIA Cilegon terkait dugaan penggunaan alat komunikasi oleh narapidana maupun aktivitas peredaran narkoba yang dikendalikan dari dalam. Aparat penegak hukum juga belum memberikan keterangan terbuka terkait penelusuran nomor telepon dan aliran dana yang disebutkan.

Pion yang Terus Melangkah

Dalam permainan catur, pion sering dianggap bidak paling lemah. Namun pion yang terus melangkah bisa berubah menjadi kekuatan baru. Julukan “Pion Tak Pernah Mundur” kini terasa lebih dari sekadar nama. Ia adalah simbol dari kejahatan yang tak benar-benar berhenti meski pintu sel telah dikunci.

Redaksi Bantenpopuler.com masih melanjutkan penelusuran atas dugaan jaringan peredaran narkoba ini, termasuk alur keuangan, peran pihak luar, serta potensi kelalaian sistem pengawasan di dalam lembaga pemasyarakatan.

Selama ponsel masih menyala di balik jeruji, dan peta terus dikirim ke luar tembok, penjara mungkin bukan akhir dari kejahatan—melainkan alamat barunya.

Laporan ini akan diperbarui seiring perkembangan investigasi dan klarifikasi dari pihak terkait.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hutan Kabel di Lebak, Bisnis Internet Menjamur, Negara Kehilangan Wibawa?

17 Juni 2026 - 07:02 WIB

Poster ilustrasi opini menampilkan Yudistira, Ketua Umum Barisan Rakyat Lawan Korupsi (BARALAK) Nusantara, dengan latar belakang tiang listrik yang dipenuhi kabel internet semrawut. Gambar memuat elemen berita mengenai dugaan provider internet ilegal, penggunaan aset negara tanpa izin, potensi pungutan liar, serta tuntutan transparansi dan penegakan hukum

Mengaku Wartawan Kompas, Oknum Kepsek di Lebak Diduga Peras Narasumber

29 Mei 2026 - 14:47 WIB

Screenshot 20260529 214125 Gallery

Truk Pasir Diduga Langgar Jam Operasional, Aktivitas PT MQS dan PT Permata Alam Dikeluhkan Warga Sajira

25 Mei 2026 - 12:50 WIB

IMG 20260525 WA0037

Dugaan Larangan Ujian dan Pemisahan Siswa di SD IT Insan Karima Lebak Tuai Sorotan, Dinilai Berpotensi Tekan Psikologis Anak

24 Mei 2026 - 17:12 WIB

IMG 20260524 WA0030

Disambut Jaksa Agung, Adhyaksa FC Banten Targetkan 5 Besar Liga 1

20 Mei 2026 - 10:16 WIB

IMG 20260520 WA0098

Belanja Pegawai Dominasi RAPBD 2026, Kemiskinan di Kabupaten Serang Jadi Sorotan

15 Mei 2026 - 11:36 WIB

Screenshot 20260515 182934 ChatGPT

Adhyaksa FC Pilih Bertahan di Banten, Eko Setyawan: “Ini Klub Milik Wong Banten”

15 Mei 2026 - 02:40 WIB

IMG 20260515 WA0013

Longsor di Jalur Cipanas–Ciparay Lebak Sempat Ganggu Lalu Lintas, Petugas Bergerak Cepat

14 Mei 2026 - 11:19 WIB

Screenshot 20260514 181859 ChatGPT
Trending Banten