Menu

Mode Gelap
Plang Penutupan Galian Cadas di Desa Paja Hilang, Diduga Akan Kembali Beroperasi, IMALA Soroti Pengawasan Di Tengah Keterbatasan, Ibu Irma Bangun Kemandirian dan Gerakkan Disabilitas Lewat PNM Mekaar Konsumen Mancanegara Kunjungi Galeri Batik Chanting Lebak, Bukti UMKM Lokal Kian Mendunia Peserta Kecewa, Program “Terima Kasih Muadzin” Dinilai Tak Jelas dan Berpotensi PHP Karang Taruna Kabupaten Serang Perkuat Mental dan Spiritual Pemuda Dari Guru Bantu hingga Kepala Sekolah: Kisah Inspiratif Umsaroh, Pendidik Lebak yang Sukses Bangun UMKM Batik Canting

Banten

Pion Tak Pernah Mundur: Sabu yang Tetap Mengalir dari Balik Jeruji Cilegon

badge-check


					ilustrasi WBP mengendalikan narkoba dari dalam lapas Perbesar

ilustrasi WBP mengendalikan narkoba dari dalam lapas

BANTENPOPULER.COMJeruji besi seharusnya menjadi garis akhir. Namun bagi sebagian orang, ia justru berubah menjadi menara kendali. Dari ruang sempit bernama sel, seorang narapidana di Lapas Kelas IIA Cilegon diduga masih leluasa mengatur peredaran sabu-sabu—tenang, presisi, nyaris tanpa jejak.

Namanya jarang disebut lengkap. Di kalangan pengguna, ia dikenal dengan satu julukan: Pion Tak Pernah Mundur. Seorang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) kasus narkotika yang, berdasarkan penelusuran wartawan Bantenpopuler.com, diduga masih aktif mengendalikan transaksi narkoba dari balik tembok lembaga pemasyarakatan.

design4223

Instrumennya bukan senjata api atau kurir lapangan. Cukup sebuah smartphone dan satu nomor telepon: 0852-6559-09484.

Telepon dari Dalam Penjara

Panggilan itu singkat. Tak ada tawar-menawar bertele-tele. Seperti memesan barang daring, percakapan berlangsung dingin dan efisien. Harga disepakati, rekening diberikan, transaksi ditutup. Semua berlangsung seolah-olah pengendali berada di ruang bebas, bukan di balik jeruji.

“Barang ada. Transfer dulu,” begitu pola komunikasi yang digambarkan seorang pengguna narkoba asal Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, kepada wartawan. Ia mengaku sudah berulang kali bertransaksi dengan orang yang sama—sosok yang ia yakini berada di dalam lapas. Namanya disamarkan.

Begitu uang berpindah tangan melalui transfer bank, balasan datang. Bukan dalam bentuk alamat, apalagi pertemuan. Yang diterima hanyalah sebuah peta digital—titik koordinat tempat sabu-sabu disimpan.

“Gampang. Tinggal klik map, ambil barang,” katanya.

Peta, Rekening, dan Jaringan Sunyi

Modus ini menunjukkan satu hal: kejahatan narkotika telah beradaptasi. Tidak lagi mengandalkan pertemuan fisik, tetapi memanfaatkan teknologi dan jaringan di luar lapas yang bekerja senyap.

Ada tangan-tangan lain yang bergerak. Ada pihak yang menyimpan barang, menaruhnya di titik tertentu, lalu menghilang. Sementara sang pengendali tetap berada di balik tembok, aman dari kejaran langsung, mengatur arus transaksi layaknya operator pusat.

Pertanyaannya sederhana, tapi jawabannya rumit:
bagaimana ponsel bisa hidup di dalam sel?
Bagaimana komunikasi berjalan tanpa gangguan?
Dan siapa yang seharusnya menghentikannya?

Lapas yang Bocor

Kasus ini kembali membuka luka lama sistem pemasyarakatan. Lapas yang semestinya menjadi ruang pembinaan, justru kerap disebut dalam berbagai kasus sebagai ruang operasi kejahatan. Dari balik tembok tinggi, bisnis haram tetap berdenyut—pelan, tapi konsisten.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak Lapas Kelas IIA Cilegon terkait dugaan penggunaan alat komunikasi oleh narapidana maupun aktivitas peredaran narkoba yang dikendalikan dari dalam. Aparat penegak hukum juga belum memberikan keterangan terbuka terkait penelusuran nomor telepon dan aliran dana yang disebutkan.

Pion yang Terus Melangkah

Dalam permainan catur, pion sering dianggap bidak paling lemah. Namun pion yang terus melangkah bisa berubah menjadi kekuatan baru. Julukan “Pion Tak Pernah Mundur” kini terasa lebih dari sekadar nama. Ia adalah simbol dari kejahatan yang tak benar-benar berhenti meski pintu sel telah dikunci.

Redaksi Bantenpopuler.com masih melanjutkan penelusuran atas dugaan jaringan peredaran narkoba ini, termasuk alur keuangan, peran pihak luar, serta potensi kelalaian sistem pengawasan di dalam lembaga pemasyarakatan.

Selama ponsel masih menyala di balik jeruji, dan peta terus dikirim ke luar tembok, penjara mungkin bukan akhir dari kejahatan—melainkan alamat barunya.

Laporan ini akan diperbarui seiring perkembangan investigasi dan klarifikasi dari pihak terkait.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Plang Penutupan Galian Cadas di Desa Paja Hilang, Diduga Akan Kembali Beroperasi, IMALA Soroti Pengawasan

27 Maret 2026 - 13:46 WIB

IMG 20260325 WA0056 e1774619314453

Karang Taruna Kabupaten Serang Perkuat Mental dan Spiritual Pemuda

19 Maret 2026 - 11:50 WIB

IMG 20260319 WA0110

IMALA Soroti Kualitas Makanan MBG di Lebak, Desak Sidak Dapur dan Penutupan Jika Tak Penuhi Standar

14 Maret 2026 - 16:38 WIB

IMG 20260314 170920

Koalisi Aktivis Lebak Bersatu Surati ESDM Banten, Minta Audiensi dan Verifikasi Lapangan Terkait Galian Tanah Cadas di Desa Paja

14 Maret 2026 - 00:05 WIB

Screenshot 2026 03 14 07 02 42 99 439a3fec0400f8974d35eed09a31f914

IMALA Soroti Dugaan Markup Program MBG di Lebak, Desak Audit dan Ingatkan Tanggung Jawab Korwil

13 Maret 2026 - 11:15 WIB

IMG 20260313 WA0037 e1773400450522

Abah Elang Mangkubumi: Spiritualitas, Islam, dan Kebangsaan Fondasi Kebangkitan Peradaban Nusantara

12 Maret 2026 - 20:09 WIB

IMG 20260313 WA0004 e1773346153781
Trending Banten