Menu

Mode Gelap
Warga Lebak Diimbau Teliti Pilih Hewan Kurban, Disnakeswan: Pastikan Sehat dan Sesuai Syariat Jelang Iduladha 2026, Pedagang Hewan Kurban di Lebak Pastikan Sapi dan Kambing Sudah Lolos Pemeriksaan DPW Badak Banten Siap Kawal Program Bang Andra Pemprov Banten Pohon Rimbun di Balong Rancalentah Dikeluhkan Warga, DLH Lebak Diminta Segera Lakukan Pemangkasan Nasabah PNM Mekaar Tunjukkan Perempuan Berdaya Mampu Menggerakkan Ekonomi Keluarga Belanja Pegawai Dominasi RAPBD 2026, Kemiskinan di Kabupaten Serang Jadi Sorotan

Opini

Polemik PBNU dan Ujian Kejernihan Nurani Jam’iyah

badge-check


					Polemik PBNU dan Ujian Kejernihan Nurani Jam’iyah Perbesar

Oleh: Abah Elang Mangkubumi
Pimpinan Majlis Dzikir Bumi Alit Padjadjaran

bantenpopuler.com,- Sebagai bagian dari umat yang menautkan harap kepada para ulama, saya memandang bahwa polemik yang mencuat di tubuh Nahdlatul Ulama bukan sekadar dinamika biasa. Ini adalah ujian kejernihan nurani jam’iyah, sekaligus cermin kedewasaan kita dalam merawat warisan besar para pendiri NU yang dibangun dengan keikhlasan, adab, dan pengorbanan tanpa pamrih.

design4223

Perbedaan pandangan adalah sunnatullah dalam kehidupan organisasi. Namun ketika perbedaan itu berubah menjadi polemik terbuka yang saling melemahkan, yang dipertaruhkan bukan lagi soal siapa benar dan siapa salah, melainkan marwah ulama, kehormatan organisasi, dan kepercayaan umat. NU bukan gelanggang pertarungan kepentingan, tetapi rumah besar perjuangan yang harus dijaga keteduhan dan wibawanya.

Dari laku dzikir dan tirakat kebangsaan yang kami amalkan, satu pesan selalu kami jaga: kekuasaan tanpa adab akan melahirkan kegaduhan, dan kritik tanpa akhlak akan melahirkan perpecahan. Kritik adalah gizi bagi organisasi, tetapi harus disampaikan dengan etika keulamaan, dengan data yang jernih, dan niat yang lurus untuk ishlah, bukan untuk menjatuhkan atau membuka aib jam’iyah di hadapan publik.

Polemik di lingkungan PBNU semestinya diselesaikan dengan cara yang bermartabat melalui tabayyun yang jujur, musyawarah yang arif, dan mekanisme organisasi yang sah. Menyeret konflik ke ruang publik dengan nada saling serang hanya akan memperlebar luka, melemahkan barisan, dan membuka ruang bagi kepentingan luar yang tidak selalu sejalan dengan maslahat NU dan umat.

NU hari ini memikul amanah yang jauh lebih besar dari sekadar urusan internal. Di tengah krisis sosial yang kian kompleks—kemiskinan, ketimpangan, keretakan sosial, dan degradasi moral—umat dan bangsa membutuhkan NU yang kokoh, teduh, dan menjadi penuntun nurani. Bukan NU yang larut dalam konflik berkepanjangan.

Sebagai anak bangsa yang mencintai ulama dan jam’iyah ini, saya menyeru dengan penuh hormat kepada seluruh elemen NU, baik struktural maupun kultural: letakkan persatuan di atas segala kepentingan, kembalikan khidmah sebagai orientasi utama, dan jadikan maslahat umat sebagai tujuan tertinggi. Jangan biarkan NU yang agung ini letih oleh pertarungan ego dan kepentingan sesaat.

Polemik ini seharusnya menjadi jalan muhasabah bersama: apakah kita masih berjalan di atas khittah perjuangan, atau mulai tergelincir dalam pusaran ambisi. Sejarah akan mencatat bukan siapa yang paling lantang, tetapi siapa yang paling tulus menjaga kehormatan jam’iyah dan persatuan umat. (**/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sampah, Pengangguran, Kemiskinan Masih Layakkah Disebut “Bahagia”?

5 Mei 2026 - 11:28 WIB

IMG 20260501 WA0011

Bahagia Belum Sampai ke Dapur Rakyat: Satu Tahun Menunggu Janji Kampanye Ratu Zakiyah

1 Mei 2026 - 08:36 WIB

IMG 20260501 WA0011

Cukup! PBNU Bukan Panggung Politik Siapa Pun

23 April 2026 - 12:06 WIB

IMG 20260423 WA0032

Umsaroh, S.Pd Siap Pimpin PGRI Cibadak, Usung Profesionalisme dan Kesejahteraan Guru

15 April 2026 - 13:03 WIB

Screenshot 20260415 195948 Gallery

Kekerasan terhadap Aktivis Bukan Kebetulan, Ini Cara Pembungkaman

6 April 2026 - 16:16 WIB

IMG 20260406 WA0073 e1775492141209

Di Tengah Keterbatasan, Ibu Irma Bangun Kemandirian dan Gerakkan Disabilitas Lewat PNM Mekaar

25 Maret 2026 - 23:39 WIB

IMG 20260326 WA0007

Abah Elang Mangkubumi: Spiritualitas, Islam, dan Kebangsaan Fondasi Kebangkitan Peradaban Nusantara

12 Maret 2026 - 20:09 WIB

IMG 20260313 WA0004 e1773346153781

Potensi Pemborosan Program Makan Bergizi Gratis Capai Rp1,75 Triliun per Pekan, Celios Desak Evaluasi Total

8 Maret 2026 - 06:58 WIB

Ilustrasi makanan program Makan Bergizi Gratis yang tidak dikonsumsi siswa, terkait temuan Celios tentang potensi pemborosan anggaran hingga Rp1,75 triliun per minggu.
Trending Ekonomi