Menu

Mode Gelap
Adhyaksa FC Pilih Bertahan di Banten, Eko Setyawan: “Ini Klub Milik Wong Banten” Longsor di Jalur Cipanas–Ciparay Lebak Sempat Ganggu Lalu Lintas, Petugas Bergerak Cepat Tanah Bukan Barang Dagangan : Nobar Pesta Babi di Serang Jadi Forum Kritik Proyek Papua Seleksi PAW Desa Darmasari, Eko Raih Nilai Tertinggi 312 Polres Lebak Bongkar Peredaran Obat Terlarang di Banjarsari, Tiga Pengedar Diciduk Dini Har AMMCB Resmi Laporkan Dugaan Tambang Batu Ilegal ke Kapolda Banten

berita

PBNU 2025–2026: Etika Jam’iyyah di Tengah Ujian Kedewasaan

badge-check


					PBNU 2025–2026: Etika Jam’iyyah di Tengah Ujian Kedewasaan Perbesar

SERANG | Bantenpopuler.com — Tahun 2025 menjadi fase penting dalam perjalanan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Bukan karena melemahnya daya hidup jam’iyyah, tetapi karena dinamika internal organisasi tampil ke ruang publik dengan intensitas yang menguji kematangan kolektif kepemimpinan NU.

Yang diuji bukan sekadar kekuatan struktur organisasi, melainkan keluhuran etika kepemimpinan. Bukan hanya kecakapan prosedural, tetapi kebijaksanaan dalam mengelola perbedaan.

design4223

Dalam organisasi sebesar NU, perbedaan pandangan merupakan keniscayaan sejarah. Namun, pengalaman sepanjang 2025 menunjukkan bahwa ketika perbedaan tidak lagi ditata dengan adab musyawarah, kegaduhan menggantikan hikmah. Pada titik ini, persoalan tidak berhenti pada tata kelola, melainkan berubah menjadi kegelisahan moral umat.

Rasulullah ﷺ mengingatkan:

“Sesungguhnya Allah itu Maha Lembut dan mencintai kelembutan dalam segala urusan.” (HR. Muslim)

Hadis tersebut bukan sekadar nasihat personal, tetapi fondasi kepemimpinan sosial. Kelembutan merupakan kecakapan mengelola perbedaan tanpa merusak persaudaraan. Ketika nilai ini terlepas dari cara berorganisasi, yang tersisa adalah ketegangan yang sulit disembuhkan.

Para masyayikh pendiri NU telah meletakkan pagar adab tersebut sejak awal. Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari menegaskan:

«وَالأَدَبُ فَوْقَ العِلْمِ»

Adab itu lebih tinggi daripada ilmu.

Dalam pandangan Rais Akbar NU itu, ilmu, jabatan, dan keputusan hanya bernilai jika ditopang adab. Tanpa adab, kebenaran dapat menjelma sumber perpecahan.

KH. Abdul Wahab Hasbullah juga menegaskan bahwa, “Perbedaan itu rahmat, selama dijaga dalam persaudaraan.” Sementara KH. Bisri Mustofa mengingatkan, “Aja rumangsa paling bener, yen pengin slamet urip bebarengan.”

Memasuki 2026, PBNU berada pada persimpangan penting. Umat tidak sekadar menunggu percepatan agenda, melainkan kedewasaan kolektif, tanda-tanda islah, rekonsiliasi batin, dan kelapangan jiwa bahwa NU jauh lebih besar daripada kepentingan siapa pun yang sedang mengelolanya.

Rasulullah ﷺ kembali menegaskan:

“Tidaklah kelembutan ada pada sesuatu kecuali akan menghiasinya, dan tidaklah dicabut kelembutan dari sesuatu kecuali akan merusaknya.” (HR. Muslim)

Hadis ini menjadi cermin bagi PBNU di ambang 2026. Jika kelembutan kembali menjadi napas kepemimpinan, perbedaan akan menemukan jalannya menuju hikmah, dan keputusan akan kembali dipercaya karena dilahirkan dari adab.

NU akan tetap menjadi jangkar keislaman dan kebangsaan selama para pengembannya mengingat amanah dasar: jam’iyyah ini bukan ruang perebutan kuasa, melainkan titipan peradaban yang hanya dapat dirawat dengan adab, kesabaran, dan kebesaran jiwa.

Editor | Abah Elang Mangkubumi

Dewan Khos PP PSNU Pagar Nusa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Adhyaksa FC Pilih Bertahan di Banten, Eko Setyawan: “Ini Klub Milik Wong Banten”

15 Mei 2026 - 02:40 WIB

IMG 20260515 WA0013

Tanah Bukan Barang Dagangan : Nobar Pesta Babi di Serang Jadi Forum Kritik Proyek Papua

13 Mei 2026 - 14:36 WIB

IMG 20260512 203216 201

Seleksi PAW Desa Darmasari, Eko Raih Nilai Tertinggi 312

9 Mei 2026 - 10:57 WIB

IMG 20260509 WA0064

Ahmad Ludin Resmi Daftarkan Diri Bakal Calon Kades PAW Pamubulan

3 Mei 2026 - 04:00 WIB

IMG 20260503 WA0007

Deki Setiawan Ditempatkan di Sel Maximum Security, AMMCB Soroti Dugaan Ketidakwajaran Sanksi

30 April 2026 - 05:46 WIB

IMG 20260430 WA0021

Tambang Ilegal Mengamuk di Gunung Pinang, AMMCB Murka: Ada ‘Main Mata’?

25 April 2026 - 08:26 WIB

Screenshot 20260425 151721 ChatGPT

Sidang Praperadilan Temi J. Putra di PN Tangerang Ditunda, Kuasa Hukum Soroti Dugaan Kejanggalan Administratif

22 April 2026 - 10:58 WIB

Screenshot 20260422 175708 Gallery

LSM NIL “Kunci” Kasus Tambang Cihara, Desak Polda Banten Buka Terang: Jangan Ada Ruang Gelap

16 April 2026 - 18:55 WIB

Screenshot 20260417 015409 ChatGPT
Trending Daerah