Menu

Mode Gelap
5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat, dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar GAMPAR “Gedor” Kejari Lebak, Dugaan Skandal UPK-BUMDesma Kembali Menghangat Aktivis Desak Polda Banten dan Gubernur Banten Bertindak Tegas, Tambang Galian C di Kopo Dinilai Abaikan Keselamatan Pengguna Jalan Aktivis LSM JAPATI Akan Kawal Terus Penanganan Laporan Dugaan Korupsi Dana Desa Pasirkupa Diduga Bertindak Semena-mena, PLN ULP Rangkasbitung Disorot: Pemutusan Listrik Berbekal Surat Tanpa Tanda Tangan Manajer Transformasi UPK Menjadi BUMDesma: Antara Amanat Regulasi dan Dugaan Kejahatan Terstruktur atas Aset PNPM di Kabupaten Lebak

berita

Aliansi Pemuda & Mahasiswa Bersatu Tanggapi Anggaran Setda Kabupaten Serang: “Rakyat Lagi Sulit, Birokrasi Harusnya Berhemat, Bukan Berpesta!”

badge-check


					Aliansi Pemuda & Mahasiswa Bersatu Tanggapi Anggaran Setda Kabupaten Serang: “Rakyat Lagi Sulit, Birokrasi Harusnya Berhemat, Bukan Berpesta!” Perbesar

SERANG — Aliansi Pemuda & Mahasiswa Bersatu melayangkan kritik keras terhadap alokasi anggaran Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Serang tahun 2026 yang menembus angka Rp76,15 miliar. Angka tersebut dinilai tidak masuk akal dan mencerminkan buruknya sensitivitas pemerintah daerah terhadap kondisi masyarakat Kabupaten Serang yang masih berjuang dengan berbagai persoalan mendasar.

 

design4223

Koordinator Aliansi Pemuda & Mahasiswa Bersatu, Riyan Doress, menyebut bahwa besarnya anggaran tersebut “lebih mirip proyek pemanjaan birokrasi ketimbang anggaran pelayanan publik.”

“Angka Rp76,15 miliar untuk gaji, tunjangan, dan operasional Setda itu berlebihan. Di tengah rakyat yang kesulitan, pemerintah malah memilih menggemukkan anggaran internal. Ini bukan sekadar tidak wajar, ini bentuk pengabaian terhadap kondisi sosial masyarakat,” tegas Riyan saat memberikan keterangan resmi.

 

Menyoroti Minimnya Prioritas Publik

Aliansi menilai Pemerintah Kabupaten Serang gagal memahami prioritas. Menurut Riyan, masih banyak kebutuhan mendesak yang jauh lebih membutuhkan anggaran besar, seperti:

1. Penanganan persoalan lingkungan,

2. Perbaikan infrastruktur dasar,

3. Minimnya lapangan pekerjaan,

4. Menyelesaian masalah sampah dan TPS ilegal, serta

5. Pelayanan publik yang masih buruk di berbagai sektor.

 

Berkebalikan dengan Instruksi Presiden

Riyan juga menyebut bahwa pemerintah daerah semestinya memahami arahan Presiden terkait penghematan anggaran dan efisiensi birokrasi, bukan malah bertindak seolah-olah tidak ada krisis.

“Instruksi pusat sudah jelas: efisiensi. Tapi di Serang justru sebaliknya, anggaran internal malah membengkak. Ini ironi dan bertolak belakang dengan semangat reformasi birokrasi,” tambahnya.

Aliansi Menuntut Realokasi Anggaran

Aliansi Pemuda & Mahasiswa Bersatu mendesak agar anggaran Rp76,15 miliar tersebut dievaluasi dan dialihkan untuk kebutuhan publik yang lebih konkret dan mendesak.

 

“Realokasi adalah keharusan. Anggaran sebesar itu harus diarahkan untuk kebutuhan rakyat — bukan untuk mempertebal kenyamanan birokrasi,” tegas Riyan Doress.

 

Seruan Pengawasan Publik

Riyan juga meminta seluruh masyarakat Kabupaten Serang untuk ikut mengawasi anggaran daerah, terutama yang menyangkut belanja birokrasi skala besar.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk aktif mengawasi. Ketika anggaran publik tidak dikelola dengan benar, rakyatlah yang menanggung akibatnya. Pemerintah harus transparan, dan kami akan terus berada di barisan depan untuk memastikan itu,” tutup Riyan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat, dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar

25 Juni 2026 - 13:31 WIB

IMG 20260625 WA00811

Hutan Kabel di Lebak, Bisnis Internet Menjamur, Negara Kehilangan Wibawa?

17 Juni 2026 - 07:02 WIB

Poster ilustrasi opini menampilkan Yudistira, Ketua Umum Barisan Rakyat Lawan Korupsi (BARALAK) Nusantara, dengan latar belakang tiang listrik yang dipenuhi kabel internet semrawut. Gambar memuat elemen berita mengenai dugaan provider internet ilegal, penggunaan aset negara tanpa izin, potensi pungutan liar, serta tuntutan transparansi dan penegakan hukum

Mengaku Wartawan Kompas, Oknum Kepsek di Lebak Diduga Peras Narasumber

29 Mei 2026 - 14:47 WIB

Screenshot 20260529 214125 Gallery

Truk Pasir Diduga Langgar Jam Operasional, Aktivitas PT MQS dan PT Permata Alam Dikeluhkan Warga Sajira

25 Mei 2026 - 12:50 WIB

IMG 20260525 WA0037

Dugaan Larangan Ujian dan Pemisahan Siswa di SD IT Insan Karima Lebak Tuai Sorotan, Dinilai Berpotensi Tekan Psikologis Anak

24 Mei 2026 - 17:12 WIB

IMG 20260524 WA0030

Disambut Jaksa Agung, Adhyaksa FC Banten Targetkan 5 Besar Liga 1

20 Mei 2026 - 10:16 WIB

IMG 20260520 WA0098

Nasabah PNM Mekaar Tunjukkan Perempuan Berdaya Mampu Menggerakkan Ekonomi Keluarga

16 Mei 2026 - 13:07 WIB

IMG 20260516 WA0136

Belanja Pegawai Dominasi RAPBD 2026, Kemiskinan di Kabupaten Serang Jadi Sorotan

15 Mei 2026 - 11:36 WIB

Screenshot 20260515 182934 ChatGPT
Trending Banten