Menu

Mode Gelap
Plang Penutupan Galian Cadas di Desa Paja Hilang, Diduga Akan Kembali Beroperasi, IMALA Soroti Pengawasan Di Tengah Keterbatasan, Ibu Irma Bangun Kemandirian dan Gerakkan Disabilitas Lewat PNM Mekaar Konsumen Mancanegara Kunjungi Galeri Batik Chanting Lebak, Bukti UMKM Lokal Kian Mendunia Peserta Kecewa, Program “Terima Kasih Muadzin” Dinilai Tak Jelas dan Berpotensi PHP Karang Taruna Kabupaten Serang Perkuat Mental dan Spiritual Pemuda Dari Guru Bantu hingga Kepala Sekolah: Kisah Inspiratif Umsaroh, Pendidik Lebak yang Sukses Bangun UMKM Batik Canting

Opini

Investor Nakal Dilindungi Skandal Mie Gacoan Rangkasbitung Bongkar Wajah Buram Pemerintahan Lebak

badge-check


					Investor Nakal Dilindungi Skandal Mie Gacoan Rangkasbitung Bongkar Wajah Buram Pemerintahan Lebak Perbesar

Penulis: Aji Permana

Opini | Bantenpopuler.com – Kabupaten Lebak kini menjadi magnet bagi investor. Letaknya strategis dekat Jakarta dan akses transportasi yang semakin baik membuat banyak pengusaha menanamkan modal di daerah ini. Dampaknya memang terlihat PAD meningkat, lapangan kerja terbuka, angka pengangguaran berkurang.

design4223

Namun, di balik hingar-bingar investasi, muncul persoalan serius. Kasus Mie Gacoan Rangkasbitung menjadi cermin buram wajah investasi di Lebak. Meski hadir membawa label brand nasional, perusahaan ini justru menuai sorotan keras.

Perusahaan waralaba besar ini diduga melanggar aturan ketenagakerjaan pemberian upah di bawah UMK, bahkan pemotongan gaji pekerja untuk seragam. Lebih ironis lagi, Mie Gacoan belum mengantongi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), tapi tetap dibiarkan beroperasi berbulan-bulan.

Fakta ini memunculkan dugaan adanya kongkalikong antara pengusaha dan pemerintah daerah. Jika tidak, bagaimana mungkin pelanggaran yang dilakukan terang terangan bisDPa lolos tanpa sanksi? Di sisi lain kaum buruh diperas dengan upah murah, di sisi lain regulasi seakan jadi formalitas belaka.

Adanya investasi memang penting untuk daerah, akan tetapi jika pemerintah menutup mata dan justru bermain mata dengan pengusaha, maka yang lahir bukan kemajuan melainkan ketidakadilan. Kabupaten Lebak tidak boleh menjadi surga bagi investor nakal yang dilindungi kekuasaan.

Jika kondisi ini dibiarkan, ini menjadi pintu masuk investasi para investor yang semena-mena, merugikan pekerja dan mengabaikan aturan hukum. Investor memang penting, tapi penegakan hukum dan perlindungan tenaga kerja jauh lebih penting bagi masa depan Lebak.

Pemkab Lebak hingga DPRD jangan hanya mendengar dan melihat namun tidak bersikap apa apa. Jika pemerintah dan legislatif peduli terhadap rakyat dan kemajuan Bumi Multatuli berikan sanksi tegas jangan duduk manis di atas kursi yang empuk sedangkan rakyatnya menderita atas perlakuan kaum kapitalis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Abah Elang Mangkubumi: Spiritualitas, Islam, dan Kebangsaan Fondasi Kebangkitan Peradaban Nusantara

12 Maret 2026 - 20:09 WIB

IMG 20260313 WA0004 e1773346153781

Potensi Pemborosan Program Makan Bergizi Gratis Capai Rp1,75 Triliun per Pekan, Celios Desak Evaluasi Total

8 Maret 2026 - 06:58 WIB

Ilustrasi makanan program Makan Bergizi Gratis yang tidak dikonsumsi siswa, terkait temuan Celios tentang potensi pemborosan anggaran hingga Rp1,75 triliun per minggu.

Abah Elang Mangkubumi Ingatkan Arah Pembangunan Tetap Berbasis Kebudayaan

27 Februari 2026 - 21:46 WIB

Abah Elang mangkubumi

Abah Elang Mangkubumi Tegur Perjanjian Dagang Indonesia–AS

23 Februari 2026 - 07:31 WIB

IMG 20260110 WA0069 e1768025257106

Wacana Penghapusan Pemilihan Langsung Dinilai Mengingkari Kedaulatan Rakyat

10 Januari 2026 - 06:04 WIB

IMG 20260110 WA0069 e1768025257106

Demokratisasi Pizza, Bagaimana Pizza Askar Menghapus Sekat Ekonomi di Rangkasbitung

7 Januari 2026 - 07:38 WIB

IMG 20260107 WA0021
Trending Opini