Menu

Mode Gelap
Dugaan Pungli Dokumen Lingkungan, BARALAK Layangkan Somasi ke Dinas LHK Banten Dana BOS Mengalir ke SMK Swasta di Tangerang Raya, BARALAK Soroti Ketertiban Izin dan Lemahnya Verifikasi Data BKPSDM Lebak Tegaskan Surat Mutasi ASN yang Beredar adalah Hoaks Peringati HPN 2026, DPW MOI Banten Gelar Bakti Sosial dan Edukasi Sejarah di Situs Salakanagara BPI KPNPA RI Banten Soroti Lambannya Dindik Banten Awasi Sekolah Swasta Bermasalah dan Penyaluran Dana BOS Salah Tulis Jabatan “Sekertaris”, Aktivis Nilai Dindikbud Banten Lalai dan Tak Profesional

berita

Di Titik Ini, Persatuan NU Harus Lebih Tinggi dari Alasan Pribadi

badge-check


					Di Titik Ini, Persatuan NU Harus Lebih Tinggi dari Alasan Pribadi Perbesar

SERANG | Bantenpopuler.comDi saat-saat tertentu, organisasi besar tidak lagi memerlukan penjelasan panjang, melainkan keputusan moral yang menenangkan umat. Nahdlatul Ulama (NU) kini berada pada titik itu.

Pernyataan Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terkait ketidakhadirannya dalam Musyawarah Akbar di Lirboyo merupakan hak personal yang patut dihormati. Namun, dalam tradisi NU, hak personal selalu berada di bawah amanat kolektif jam’iyyah. Ketika kegelisahan warga telah diformalkan melalui forum musyawarah, maka ukuran utama bukan lagi kelengkapan alasan, melainkan kesediaan merawat persatuan.

Musyawarah Akbar Lirboyo tidak hadir secara tiba-tiba. Forum tersebut merupakan simpul dari ikhtiar panjang para kasepuhan NU yang ditempuh melalui sowan, tabayyun, dan pertemuan-pertemuan senyap. Sejak awal, tujuan ikhtiar itu tunggal: mencegah retak sebelum berubah menjadi belah. Ketika ikhtiar sunyi belum berbuah, jamaah NU memilih jalan paling beradab dalam tradisinya, yakni musyawarah terbuka yang berlandaskan rambu etik, tenggat waktu, dan tata krama jam’iyyah.

Amanat musyawarah tersebut jelas. Islah harus didahulukan dan diberi ruang waktu. Apabila belum tercapai, tersedia mekanisme lanjutan. Jika tetap menemui jalan buntu, maka konstitusi jam’iyyah menyediakan langkah terakhir. Semua ini bukan bentuk tekanan, apalagi ancaman, melainkan tata kelola organisasi—cara NU menjaga marwahnya agar perbedaan tidak menjelma menjadi keterbelahan.

Hari ini bukan sekadar penanda waktu administratif. Hari ini merupakan batas langkah pertama amanat musyawarah—batas etik, bukan formalitas struktural. Pada titik ini, NU tidak menunggu klarifikasi tambahan atau penegasan posisi. NU menunggu tindakan yang menenangkan umat: perjumpaan untuk islah.

Pelajaran dari kasepuhan NU konsisten dan sederhana. Islah lebih mulia daripada klarifikasi. Duduk bersama lebih tinggi nilainya daripada menang sendiri. Dalam tradisi NU, mengalah demi persatuan bukanlah kekalahan, melainkan kedewasaan. Wibawa ulama justru tumbuh ketika ego menyusut dan umat kembali teduh.

Harapan tersebut tentu ditujukan kepada seluruh pihak yang berseteru. Namun, beban etik terbesar secara simbolik berada pada Rais ‘Aam, bukan semata karena jabatan, melainkan karena makna keteladanan yang melekat padanya. Islah yang dimulai dari seorang Rais ‘Aam tidak akan dibaca sebagai kelemahan, melainkan dikenang sebagai keputusan yang menyelamatkan jam’iyyah.

NU hari ini tidak kekurangan dalil, forum, maupun mekanisme organisasi. Yang dibutuhkan hanyalah keberanian untuk menghentikan alasan dan memulai persatuan. Sejarah NU tidak akan menilai panjangnya penjelasan, melainkan mencatat siapa yang memilih memeluk persatuan ketika amanat jam’iyyah memanggil.

Di titik ini, panggilan itu telah jelas.

Oleh: Abah Elang Mangkubumi

Editor | Bantenpopuler.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dugaan Pungli Dokumen Lingkungan, BARALAK Layangkan Somasi ke Dinas LHK Banten

11 Februari 2026 - 06:08 WIB

Ilustrasi somasi BARALAK kepada Kepala Dinas LHK Provinsi Banten terkait dugaan pungutan ilegal pengurusan dokumen lingkungan.

Dana BOS Mengalir ke SMK Swasta di Tangerang Raya, BARALAK Soroti Ketertiban Izin dan Lemahnya Verifikasi Data

10 Februari 2026 - 08:19 WIB

Investigasi Dana BOS SMK Swasta di Tangerang Raya oleh BARALAK Nusantara

BKPSDM Lebak Tegaskan Surat Mutasi ASN yang Beredar adalah Hoaks

8 Februari 2026 - 09:16 WIB

Ilustrasi surat mutasi ASN palsu berstempel hoaks di Kabupaten Lebak

Peringati HPN 2026, DPW MOI Banten Gelar Bakti Sosial dan Edukasi Sejarah di Situs Salakanagara

7 Februari 2026 - 19:11 WIB

Kegiatan bakti sosial dan edukasi sejarah DPW MOI Banten dalam rangka HPN 2026 di Situs Salakanagara, Pandeglang

BPI KPNPA RI Banten Soroti Lambannya Dindik Banten Awasi Sekolah Swasta Bermasalah dan Penyaluran Dana BOS

6 Februari 2026 - 06:26 WIB

Ilustrasi pengawasan BPI KPNPA RI terhadap sekolah SMK berizin kedaluwarsa yang diduga tetap menerima Dana BOS di Provinsi Banten

Salah Tulis Jabatan “Sekertaris”, Aktivis Nilai Dindikbud Banten Lalai dan Tak Profesional

4 Februari 2026 - 04:33 WIB

Ilustrasi surat resmi Dindikbud Banten dengan kesalahan penulisan jabatan Sekertaris yang menuai kritik aktivis.
Populer Banten
Verified by MonsterInsights