Lebak|Bantenpopuler – Kasus kekerasan yang dilakukan Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Cimarga DF terhadap siswa berujung damai, keluarga siswa dan kuasa hukumnya telah mencabut laporannya di Polres Lebak
Dalam keterangannya DF yang didampingi Anggota DPRD Banten, Musa Weliansyah menyampaikan, ucapan terimakasih kepada orang tua siswa serta kuasa hukumnya yang telah memaafkan dan mencabut berkas laporannya di Polres Lebak.

“Saya ucapkan terimakasih kepada pihak kuasa hukum siswa Ibu Resti yang telah mencabut laporannya serta ucapan terimakasih saya kepada Pak Gubernur,” kata DF saat ditemui di Polres Lebak, Kamis (16/10/2025).
Ia mengungkapkan hasil pertemuan kemarin dengan siswa dan Pak Gubernur sudah berdamai. Namun untuk sekarang pertemuannya dengan orang tua siswanya.
“Allhamdulilah kami sudah berdamai dan saya kembali diaktifkan sebagai Kepsek di SMA 1 Cimarga,” ungkapnya.
Sementara itu Anggota DPRD Banten Fraksi Partai PPP, Musa Weliansyah dalam kesempatan yang sama dirinya memberikan masukan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Sekretariat Daerah (Sekda) Banten bahwa setiap sekolah harus kembali mengfungsikan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK).
“Jadi jika TPPK difungsikan kembali Kepsek dapat memerintahkan tim tersebut untuk dapat membina siswa jika ada siswa yang melanggar. Dan allhamdulilah Kepsek mengakui kesalahannya dan berjanji tidak akan mengulanginya,” katanya.
Mengenai isu dugaan adanya oknum guru yang menunggangi insiden ini. Musa mengungkapkan sampai saat ini dirinya belum mengetahui terkait hal itu.
“Sampai saat ini saya tidak menemukan itu. Akan tetapi adanya ketidak harmonisan antara kepsek dengan para guru memang iya,” ungkapnya.
Dirinya menegaskan, dari Pemerintah Provinsi Banten dan DPRD akan terus memonitor agar kegiatan belajar mengajar di SMA 1 Cimarga ini terus berjalan.
“Bukan hanya hari ini bahkan minggu depan kami akan berkunjung kembali ke SMA 1 Cimarga untuk melakukan langkah langkah persuasif kepada guru dan orang tua siswa dan siswa yang penting kami ingin kegiatan belajar mengajar tetap berjalan,” katanya. (Koyod)
Editor: Aji Permana





















