Menu

Mode Gelap
Tanah Bukan Barang Dagangan : Nobar Pesta Babi di Serang Jadi Forum Kritik Proyek Papua Seleksi PAW Desa Darmasari, Eko Raih Nilai Tertinggi 312 Polres Lebak Bongkar Peredaran Obat Terlarang di Banjarsari, Tiga Pengedar Diciduk Dini Har AMMCB Resmi Laporkan Dugaan Tambang Batu Ilegal ke Kapolda Banten Sampah, Pengangguran, Kemiskinan Masih Layakkah Disebut “Bahagia”? AMMCB Bongkar Dugaan Pembiaran Tambang Batu, Soroti Kerusakan Lingkungan dan Lemahnya Penegakan Hukum

Daerah

Dua Proyek Miliaran Dinkes Lebak Disorot: CV Bangun Kokoh Sejati Diduga Menang Tender “Pesanan”, Aktivis Ari Cahyadi Siap Lapor APH

badge-check


					Aktivis Banten Ari Cahyadi foto: bantenpopuler.com Perbesar

Aktivis Banten Ari Cahyadi foto: bantenpopuler.com

LEBAK – Bantenpopuler.com
Dua proyek renovasi dan penambahan ruang Puskesmas di Kabupaten Lebak kembali menjadi sorotan publik. Kedua proyek bernilai miliaran rupiah yang bersumber dari DAK Fisik Dinas Kesehatan Lebak tahun anggaran berjalan, masing-masing adalah:

Renovasi / Penambahan Ruang Puskesmas Sobang, Kecamatan Sobang, dengan nilai kontrak Rp2.615.247.302,00

design4223

Penambahan Ruang Puskesmas Pajagan, Kecamatan Sajira, dengan nilai kontrak Rp2.598.805.423,00

Menariknya, kedua proyek itu dikerjakan oleh satu perusahaan yang sama, yakni CV Bangun Kokoh Sejati, yang disebut-sebut baru berdiri sekitar dua tahun terakhir. Fakta ini memunculkan dugaan adanya praktik pengaturan tender di balik meja oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Lebak.

Aktivis senior Banten, Ari Cahyadi, secara tegas menyebut bahwa pola yang digunakan dalam proses tender proyek ini masih berbau “jaman lama”.

“Ini masih memakai pola lama dua puluh tahun kepemimpinan sebelumnya. Sangat bertolak belakang dengan semangat revolusioner Bupati Hasbi Jayabaya yang ingin membawa Lebak menjadi Lebak Ruhay dan menjadikan Banten anti korupsi,” ujar Ari kepada Bantenpopuler.com, Minggu (6/10).

Ari menilai, semangat perubahan yang digaungkan oleh Bupati Hasbi seolah dikangkangi oleh oknum birokrat dan pihak-pihak yang masih bermain dalam urusan proyek.

“Misi revolusioner Pak Bupati seakan ditampar oleh praktek lama seperti ini. Kalau dari awal saja sudah ada indikasi pengaturan tender, jangan harap hasil pembangunan akan maksimal,” tegasnya.

Menurut Ari, pihaknya tengah menyiapkan langkah hukum untuk melaporkan dugaan ketidakberesan proses tender ke aparat penegak hukum (APH).

“Kami akan melaporkan proses lelang dan penentuan pemenang tender yang kami duga sarat kepentingan. CV Bangun Kokoh Sejati ini baru berdiri sekitar dua tahun, dan kami meragukan kapasitas tenaga ahli mereka. Apalagi harus mengerjakan dua proyek besar di lokasi berbeda secara bersamaan,” ujarnya.

Ari juga menantang aparat untuk tidak menutup mata.

“Kita lihat saja nanti, apakah APH berani memanggil direktur utamanya? Kalau tidak ada langkah hukum, kami akan dorong dengan aksi massa ke kantor APH,” katanya menegaskan.

Dari hasil penelusuran lapangan, sejumlah sumber internal menyebut bahwa pemenang tender sudah “dikondisikan” sejak tahap awal. Pola ini, menurut aktivis, menjadi bentuk nyata bahwa reformasi birokrasi di Lebak masih jauh dari harapan.

Indikasi permainan itu diduga melibatkan oknum di ULP yang masih berhubungan dengan jaringan lama, mengabaikan semangat transparansi dan merit system yang ditekankan kepemimpinan baru.

“Kalau proyek-proyek bernilai miliaran ini masih dikelola dengan cara lama, itu sama saja melecehkan visi Banten anti korupsi,” tambah Ari.

Seruan untuk Revolusi Birokrasi

Ari menutup dengan seruan keras agar Bupati Hasbi segera meninjau ulang seluruh proses tender yang melibatkan Dinas Kesehatan.

“Jangan biarkan nama baik Bupati Hasbi Jayabaya tercoreng karena permainan bawahannya. Kalau tidak dibersihkan, publik akan menilai bahwa revolusi yang dijanjikan hanya slogan tanpa makna,” pungkasnya.

Sampai berita dipublis, redaksi bantenpopuler.com masih berupaya untuk melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak yang terkait dengan adanya dugaan “proyek pesanan” yang disebut oleh Aktivis Banten.

editor: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Seleksi PAW Desa Darmasari, Eko Raih Nilai Tertinggi 312

9 Mei 2026 - 10:57 WIB

IMG 20260509 WA0064

Polres Lebak Bongkar Peredaran Obat Terlarang di Banjarsari, Tiga Pengedar Diciduk Dini Har

9 Mei 2026 - 02:22 WIB

Barang bukti ratusan butir obat keras jenis Tramadol dan Hexymer hasil pengungkapan Sat Resnarkoba Polres Lebak di Kecamatan Banjarsari

AMMCB Resmi Laporkan Dugaan Tambang Batu Ilegal ke Kapolda Banten

5 Mei 2026 - 12:20 WIB

Screenshot 20260505 191902 ChatGPT

AMMCB Bongkar Dugaan Pembiaran Tambang Batu, Soroti Kerusakan Lingkungan dan Lemahnya Penegakan Hukum

4 Mei 2026 - 07:42 WIB

Ilustrasi aktivitas tambang batu dengan alat berat dan truk di jalan rusak berlumpur, disertai visual protes masyarakat terhadap kerusakan lingkungan dan dugaan pembiaran hukum

Guru Jadi Korban Jalan Hancur, Warga Tuding Keras Aktivitas Galian Batu di Kp Sengkol Kec. Curugbitung

4 Mei 2026 - 06:53 WIB

Seorang pria mendorong sepeda motor di jalan desa yang rusak dan berlumpur di Guradog, sementara sejumlah siswa sekolah dasar berdiri di pinggir jalan menyaksikan kondisi berbahaya

Ahmad Ludin Resmi Daftarkan Diri Bakal Calon Kades PAW Pamubulan

3 Mei 2026 - 04:00 WIB

IMG 20260503 WA0007

Tambang Ilegal Mengamuk di Gunung Pinang, AMMCB Murka: Ada ‘Main Mata’?

25 April 2026 - 08:26 WIB

Screenshot 20260425 151721 ChatGPT

Budaya K3 di PT. Cemindo Dinilai Masih Rendah, Dinas Siapkan Pembinaan Masif

18 April 2026 - 09:04 WIB

IMG 20260418 160022
Trending Banten