Menu

Mode Gelap
Plang Penutupan Galian Cadas di Desa Paja Hilang, Diduga Akan Kembali Beroperasi, IMALA Soroti Pengawasan Di Tengah Keterbatasan, Ibu Irma Bangun Kemandirian dan Gerakkan Disabilitas Lewat PNM Mekaar Konsumen Mancanegara Kunjungi Galeri Batik Chanting Lebak, Bukti UMKM Lokal Kian Mendunia Peserta Kecewa, Program “Terima Kasih Muadzin” Dinilai Tak Jelas dan Berpotensi PHP Karang Taruna Kabupaten Serang Perkuat Mental dan Spiritual Pemuda Dari Guru Bantu hingga Kepala Sekolah: Kisah Inspiratif Umsaroh, Pendidik Lebak yang Sukses Bangun UMKM Batik Canting

Daerah

Dua Proyek Miliaran Dinkes Lebak Disorot: CV Bangun Kokoh Sejati Diduga Menang Tender “Pesanan”, Aktivis Ari Cahyadi Siap Lapor APH

badge-check


					Aktivis Banten Ari Cahyadi foto: bantenpopuler.com Perbesar

Aktivis Banten Ari Cahyadi foto: bantenpopuler.com

LEBAK – Bantenpopuler.com
Dua proyek renovasi dan penambahan ruang Puskesmas di Kabupaten Lebak kembali menjadi sorotan publik. Kedua proyek bernilai miliaran rupiah yang bersumber dari DAK Fisik Dinas Kesehatan Lebak tahun anggaran berjalan, masing-masing adalah:

Renovasi / Penambahan Ruang Puskesmas Sobang, Kecamatan Sobang, dengan nilai kontrak Rp2.615.247.302,00

design4223

Penambahan Ruang Puskesmas Pajagan, Kecamatan Sajira, dengan nilai kontrak Rp2.598.805.423,00

Menariknya, kedua proyek itu dikerjakan oleh satu perusahaan yang sama, yakni CV Bangun Kokoh Sejati, yang disebut-sebut baru berdiri sekitar dua tahun terakhir. Fakta ini memunculkan dugaan adanya praktik pengaturan tender di balik meja oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Lebak.

Aktivis senior Banten, Ari Cahyadi, secara tegas menyebut bahwa pola yang digunakan dalam proses tender proyek ini masih berbau “jaman lama”.

“Ini masih memakai pola lama dua puluh tahun kepemimpinan sebelumnya. Sangat bertolak belakang dengan semangat revolusioner Bupati Hasbi Jayabaya yang ingin membawa Lebak menjadi Lebak Ruhay dan menjadikan Banten anti korupsi,” ujar Ari kepada Bantenpopuler.com, Minggu (6/10).

Ari menilai, semangat perubahan yang digaungkan oleh Bupati Hasbi seolah dikangkangi oleh oknum birokrat dan pihak-pihak yang masih bermain dalam urusan proyek.

“Misi revolusioner Pak Bupati seakan ditampar oleh praktek lama seperti ini. Kalau dari awal saja sudah ada indikasi pengaturan tender, jangan harap hasil pembangunan akan maksimal,” tegasnya.

Menurut Ari, pihaknya tengah menyiapkan langkah hukum untuk melaporkan dugaan ketidakberesan proses tender ke aparat penegak hukum (APH).

“Kami akan melaporkan proses lelang dan penentuan pemenang tender yang kami duga sarat kepentingan. CV Bangun Kokoh Sejati ini baru berdiri sekitar dua tahun, dan kami meragukan kapasitas tenaga ahli mereka. Apalagi harus mengerjakan dua proyek besar di lokasi berbeda secara bersamaan,” ujarnya.

Ari juga menantang aparat untuk tidak menutup mata.

“Kita lihat saja nanti, apakah APH berani memanggil direktur utamanya? Kalau tidak ada langkah hukum, kami akan dorong dengan aksi massa ke kantor APH,” katanya menegaskan.

Dari hasil penelusuran lapangan, sejumlah sumber internal menyebut bahwa pemenang tender sudah “dikondisikan” sejak tahap awal. Pola ini, menurut aktivis, menjadi bentuk nyata bahwa reformasi birokrasi di Lebak masih jauh dari harapan.

Indikasi permainan itu diduga melibatkan oknum di ULP yang masih berhubungan dengan jaringan lama, mengabaikan semangat transparansi dan merit system yang ditekankan kepemimpinan baru.

“Kalau proyek-proyek bernilai miliaran ini masih dikelola dengan cara lama, itu sama saja melecehkan visi Banten anti korupsi,” tambah Ari.

Seruan untuk Revolusi Birokrasi

Ari menutup dengan seruan keras agar Bupati Hasbi segera meninjau ulang seluruh proses tender yang melibatkan Dinas Kesehatan.

“Jangan biarkan nama baik Bupati Hasbi Jayabaya tercoreng karena permainan bawahannya. Kalau tidak dibersihkan, publik akan menilai bahwa revolusi yang dijanjikan hanya slogan tanpa makna,” pungkasnya.

Sampai berita dipublis, redaksi bantenpopuler.com masih berupaya untuk melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak yang terkait dengan adanya dugaan “proyek pesanan” yang disebut oleh Aktivis Banten.

editor: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Di Tengah Keterbatasan, Ibu Irma Bangun Kemandirian dan Gerakkan Disabilitas Lewat PNM Mekaar

25 Maret 2026 - 23:39 WIB

IMG 20260326 WA0007

Konsumen Mancanegara Kunjungi Galeri Batik Chanting Lebak, Bukti UMKM Lokal Kian Mendunia

24 Maret 2026 - 16:42 WIB

Pengusaha asal Malaysia melihat dan memeriksa kain batik bersama pengelola di galeri Batik Chanting Lebak dengan motif berwarna cerah

Baralak Nusantara Desak Penertiban Parkir Liar di Pusat Kota Rangkasbitung

15 Maret 2026 - 06:48 WIB

20260315 183913

Kepala SDN Malabar Bantah Isu Jual Beli Jabatan Kepala Sekolah di Cibadak Lebak

14 Maret 2026 - 20:11 WIB

file 000000003544720b8fbec1ed8bbc50d1

Potensi Pemborosan Program Makan Bergizi Gratis Capai Rp1,75 Triliun per Pekan, Celios Desak Evaluasi Total

8 Maret 2026 - 06:58 WIB

Ilustrasi makanan program Makan Bergizi Gratis yang tidak dikonsumsi siswa, terkait temuan Celios tentang potensi pemborosan anggaran hingga Rp1,75 triliun per minggu.

IMALA Demo Kenaikan Dana Reses 22,8 Persen di DPRD Lebak, Soroti Krisis Empati Wakil Rakyat

4 Maret 2026 - 12:00 WIB

Mahasiswa IMALA berorasi di depan gerbang DPRD Lebak saat aksi penolakan kenaikan dana reses, dengan latar spanduk kritik dan aksi pembakaran bebegig
Trending berita