Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Banten

Diduga Tewas Terjatuh dari Ketinggian 27 Meter di PT Aplus, Kecelakaan Kerja Ini Minim Informasi, AMMCB Desak Investigasi Menyeluruh

badge-check

Diduga Tewas Terjatuh dari Ketinggian 27 Meter di PT Aplus, Kecelakaan Kerja Ini Minim Informasi, AMMCB Desak Investigasi MenyeluruhPerbesar

Lebak, Bantenpopuler.com – Sebuah insiden kecelakaan kerja yang diduga merenggut nyawa seorang pekerja PT Aplus pada 17 Juli 2026 hingga kini masih menyisakan banyak tanda tanya. Korban diketahui bernama Gilang, warga Kampung Cikumpul, yang berdasarkan informasi yang dihimpun diduga meninggal dunia setelah terjatuh dari ketinggian sekitar 27 meter saat menjalankan aktivitas pekerjaan.

Berdasarkan informasi yang diterima redaksi dari sejumlah sumber, peristiwa nahas tersebut terjadi di area kerja PT Aplus. Setelah insiden terjadi, korban disebut sempat dievakuasi. Redaksi juga memperoleh informasi bahwa di lokasi kejadian diduga terlihat kehadiran aparat kepolisian, termasuk tim yang disebut sebagai Tim Inafis. Namun, hingga berita ini diterbitkan, informasi tersebut masih dalam proses verifikasi dan belum memperoleh konfirmasi resmi dari pihak kepolisian maupun manajemen perusahaan.

Minimnya informasi yang beredar mengenai insiden tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Hingga lebih dari sepekan setelah kejadian, belum terdapat penjelasan resmi yang memadai mengenai kronologi kecelakaan, penyebab insiden, hasil pemeriksaan awal, maupun langkah-langkah yang telah dilakukan oleh pihak perusahaan dan instansi terkait. Kondisi ini menimbulkan kesan bahwa informasi mengenai peristiwa tersebut belum disampaikan secara terbuka kepada publik.

Menanggapi hal tersebut, Aliansi Mahasiswa, Masyarakat dan Cendekiawan Banten (AMMCB) mendesak agar kasus ini tidak berhenti pada dugaan semata, melainkan diusut secara profesional, transparan, dan akuntabel.

AMMCB mendesak:

  1. Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Banten segera melakukan investigasi menyeluruh atas dugaan kecelakaan kerja yang menyebabkan meninggalnya pekerja tersebut.
  2. Pengawas Ketenagakerjaan memeriksa penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di PT Aplus, khususnya terkait prosedur pekerjaan di ketinggian.
  3. Kepolisian mengusut peristiwa tersebut apabila hasil penyelidikan menemukan adanya dugaan tindak pidana atau kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa pekerja.
  4. PT Aplus memberikan penjelasan resmi kepada publik dan bersikap kooperatif selama proses pemeriksaan berlangsung.
  5. Memastikan seluruh hak almarhum Gilang beserta keluarganya dipenuhi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Koordinator AMMCB, Sapnudi, menegaskan bahwa hilangnya nyawa seorang pekerja tidak boleh berlalu tanpa kejelasan.

“Kami tidak ingin berspekulasi ataupun menyimpulkan siapa yang bersalah. Namun, apabila benar telah terjadi kecelakaan kerja yang menyebabkan pekerja meninggal dunia, maka negara harus hadir melalui investigasi yang independen dan transparan. Publik berhak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan apakah seluruh standar keselamatan kerja telah dijalankan sebagaimana mestinya.”

AMMCB menilai peristiwa ini harus menjadi momentum untuk mengevaluasi penerapan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di sektor industri. Apabila nantinya ditemukan adanya pelanggaran terhadap ketentuan K3 atau unsur kelalaian yang mengakibatkan hilangnya nyawa pekerja, maka proses hukum harus ditegakkan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi resmi dari manajemen PT Aplus, Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Banten, dan pihak Kepolisian mengenai kronologi kejadian, hasil pemeriksaan, serta tindak lanjut penanganan perkara. Demi menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dan asas keberimbangan, setiap keterangan resmi yang diterima akan dimuat sebagai pembaruan berita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Abah Elang Mangkubumi Sentil DPR soal Suket Gibran: Jangan Biarkan Bangsa Ini Diajari Berbohong!

31 Okt 2026 - 13:29 WIB

Abah Elang Mangkubumi Sentil DPR soal Suket Gibran: Jangan Biarkan Bangsa Ini Diajari Berbohong!

Ponpes Al Marjan Mulabaru Borong Enam Penghargaan di MOMB 2026 Tingkat Provinsi Banten

31 Okt 2026 - 12:52 WIB

Ponpes Al Marjan Mulabaru Borong Enam Penghargaan di MOMB 2026 Tingkat Provinsi Banten

Aktivitas Tambang Berhenti, Direktur PT HMD Hamdan Tegaskan Komitmen Patuhi Aturan Perizinan

31 Okt 2026 - 08:20 WIB

Aktivitas Tambang Berhenti, Direktur PT HMD Hamdan Tegaskan Komitmen Patuhi Aturan Perizinan

Aliansi AMMCB Ancam Kepung Kantor PDAM Lebak: “Manajemen Baru Gagal Total, Tak Pernah Belajar dari Kesalahan!

30 Okt 2026 - 22:22 WIB

Aliansi AMMCB Ancam Kepung Kantor PDAM Lebak: “Manajemen Baru Gagal Total, Tak Pernah Belajar dari Kesalahan!

Bakti Pemuda Daerah 2026 Resmi Dibuka, 70 Pemuda Siap Mengabdi di Tiga Desa Cipanas

29 Okt 2026 - 11:39 WIB

Bakti Pemuda Daerah 2026 Resmi Dibuka, 70 Pemuda Siap Mengabdi di Tiga Desa Cipanas

*Izasah di tahan perusahaan, FKMS desak Polda Banten usut tuntas dugaan pelanggaran hak pekerja*

28 Okt 2026 - 19:36 WIB

*Izasah di tahan perusahaan, FKMS desak Polda Banten usut tuntas dugaan  pelanggaran hak pekerja*

Bakti Pemuda Daerah 2026 Kolaborasikan Organisasi Kepemudaan dan Mahasiswa

27 Okt 2026 - 15:23 WIB

Bakti Pemuda Daerah 2026 Kolaborasikan Organisasi Kepemudaan dan Mahasiswa

Di Duga Mandor Disebut Tidur Saat Pekerjaan Berlangsung, Pengawasan Proyek di Prepedan Dalam Dipertanyakan

27 Okt 2026 - 10:57 WIB

Di Duga Mandor Disebut Tidur Saat Pekerjaan Berlangsung, Pengawasan Proyek di Prepedan Dalam Dipertanyakan
Trending berita