Menu

Mode Gelap
Plang Penutupan Galian Cadas di Desa Paja Hilang, Diduga Akan Kembali Beroperasi, IMALA Soroti Pengawasan Di Tengah Keterbatasan, Ibu Irma Bangun Kemandirian dan Gerakkan Disabilitas Lewat PNM Mekaar Konsumen Mancanegara Kunjungi Galeri Batik Chanting Lebak, Bukti UMKM Lokal Kian Mendunia Peserta Kecewa, Program “Terima Kasih Muadzin” Dinilai Tak Jelas dan Berpotensi PHP Karang Taruna Kabupaten Serang Perkuat Mental dan Spiritual Pemuda Dari Guru Bantu hingga Kepala Sekolah: Kisah Inspiratif Umsaroh, Pendidik Lebak yang Sukses Bangun UMKM Batik Canting

berita

PBNU 2025–2026: Etika Jam’iyyah di Tengah Ujian Kedewasaan

badge-check


					PBNU 2025–2026: Etika Jam’iyyah di Tengah Ujian Kedewasaan Perbesar

SERANG | Bantenpopuler.com — Tahun 2025 menjadi fase penting dalam perjalanan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Bukan karena melemahnya daya hidup jam’iyyah, tetapi karena dinamika internal organisasi tampil ke ruang publik dengan intensitas yang menguji kematangan kolektif kepemimpinan NU.

Yang diuji bukan sekadar kekuatan struktur organisasi, melainkan keluhuran etika kepemimpinan. Bukan hanya kecakapan prosedural, tetapi kebijaksanaan dalam mengelola perbedaan.

design4223

Dalam organisasi sebesar NU, perbedaan pandangan merupakan keniscayaan sejarah. Namun, pengalaman sepanjang 2025 menunjukkan bahwa ketika perbedaan tidak lagi ditata dengan adab musyawarah, kegaduhan menggantikan hikmah. Pada titik ini, persoalan tidak berhenti pada tata kelola, melainkan berubah menjadi kegelisahan moral umat.

Rasulullah ﷺ mengingatkan:

“Sesungguhnya Allah itu Maha Lembut dan mencintai kelembutan dalam segala urusan.” (HR. Muslim)

Hadis tersebut bukan sekadar nasihat personal, tetapi fondasi kepemimpinan sosial. Kelembutan merupakan kecakapan mengelola perbedaan tanpa merusak persaudaraan. Ketika nilai ini terlepas dari cara berorganisasi, yang tersisa adalah ketegangan yang sulit disembuhkan.

Para masyayikh pendiri NU telah meletakkan pagar adab tersebut sejak awal. Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari menegaskan:

«وَالأَدَبُ فَوْقَ العِلْمِ»

Adab itu lebih tinggi daripada ilmu.

Dalam pandangan Rais Akbar NU itu, ilmu, jabatan, dan keputusan hanya bernilai jika ditopang adab. Tanpa adab, kebenaran dapat menjelma sumber perpecahan.

KH. Abdul Wahab Hasbullah juga menegaskan bahwa, “Perbedaan itu rahmat, selama dijaga dalam persaudaraan.” Sementara KH. Bisri Mustofa mengingatkan, “Aja rumangsa paling bener, yen pengin slamet urip bebarengan.”

Memasuki 2026, PBNU berada pada persimpangan penting. Umat tidak sekadar menunggu percepatan agenda, melainkan kedewasaan kolektif, tanda-tanda islah, rekonsiliasi batin, dan kelapangan jiwa bahwa NU jauh lebih besar daripada kepentingan siapa pun yang sedang mengelolanya.

Rasulullah ﷺ kembali menegaskan:

“Tidaklah kelembutan ada pada sesuatu kecuali akan menghiasinya, dan tidaklah dicabut kelembutan dari sesuatu kecuali akan merusaknya.” (HR. Muslim)

Hadis ini menjadi cermin bagi PBNU di ambang 2026. Jika kelembutan kembali menjadi napas kepemimpinan, perbedaan akan menemukan jalannya menuju hikmah, dan keputusan akan kembali dipercaya karena dilahirkan dari adab.

NU akan tetap menjadi jangkar keislaman dan kebangsaan selama para pengembannya mengingat amanah dasar: jam’iyyah ini bukan ruang perebutan kuasa, melainkan titipan peradaban yang hanya dapat dirawat dengan adab, kesabaran, dan kebesaran jiwa.

Editor | Abah Elang Mangkubumi

Dewan Khos PP PSNU Pagar Nusa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Plang Penutupan Galian Cadas di Desa Paja Hilang, Diduga Akan Kembali Beroperasi, IMALA Soroti Pengawasan

27 Maret 2026 - 13:46 WIB

IMG 20260325 WA0056 e1774619314453

Di Tengah Keterbatasan, Ibu Irma Bangun Kemandirian dan Gerakkan Disabilitas Lewat PNM Mekaar

25 Maret 2026 - 23:39 WIB

IMG 20260326 WA0007

Konsumen Mancanegara Kunjungi Galeri Batik Chanting Lebak, Bukti UMKM Lokal Kian Mendunia

24 Maret 2026 - 16:42 WIB

Pengusaha asal Malaysia melihat dan memeriksa kain batik bersama pengelola di galeri Batik Chanting Lebak dengan motif berwarna cerah

Peserta Kecewa, Program “Terima Kasih Muadzin” Dinilai Tak Jelas dan Berpotensi PHP

19 Maret 2026 - 20:25 WIB

Screenshot 2026 03 20 03 13 31 55 1c337646f29875672b5a61192b9010f9

Karang Taruna Kabupaten Serang Perkuat Mental dan Spiritual Pemuda

19 Maret 2026 - 11:50 WIB

IMG 20260319 WA0110

Baralak Nusantara Desak Penertiban Parkir Liar di Pusat Kota Rangkasbitung

15 Maret 2026 - 06:48 WIB

20260315 183913
Trending berita