Menu

Mode Gelap
Diduga Bertindak Semena-mena, PLN ULP Rangkasbitung Disorot: Pemutusan Listrik Berbekal Surat Tanpa Tanda Tangan Manajer Transformasi UPK Menjadi BUMDesma: Antara Amanat Regulasi dan Dugaan Kejahatan Terstruktur atas Aset PNPM di Kabupaten Lebak Hutan Kabel di Lebak, Bisnis Internet Menjamur, Negara Kehilangan Wibawa? GAIB-212 Siap Kepung PLN UP3 Banten Selatan, Bongkar Dugaan Pungli dan Carut-Marut Penggunaan Aset Negara Ketua GAIB-212 Lebak Buka Ruang Koordinasi dengan OPD, Namun Tetap Kawal Kepentingan Rakyat Perpisahan Kelas IX SMPN 3 Rangkasbitung Tahun Ajaran 2025-2026 Berlangsung Khidmat dan Penuh Haru

berita

IMALA Demo Kenaikan Dana Reses 22,8 Persen di DPRD Lebak, Soroti Krisis Empati Wakil Rakyat

badge-check


					Seorang mahasiswa IMALA menyampaikan orasi menggunakan pengeras suara di depan gerbang DPRD Kabupaten Lebak, Rabu (4/3/2026), dalam aksi menolak kenaikan dana reses 22,8 persen. (Foto: Dok. IMALA/Istimewa/Bantenpopuler.com) Perbesar

Seorang mahasiswa IMALA menyampaikan orasi menggunakan pengeras suara di depan gerbang DPRD Kabupaten Lebak, Rabu (4/3/2026), dalam aksi menolak kenaikan dana reses 22,8 persen. (Foto: Dok. IMALA/Istimewa/Bantenpopuler.com)

LEBAK | Bantenpopuler.com — Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Lebak (IMALA) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kabupaten Lebak, Rabu (4/3/2026). Aksi tersebut memprotes kenaikan dana reses anggota dewan sebesar 22,8 persen yang dinilai tidak sensitif terhadap kondisi riil masyarakat Kabupaten Lebak.

Dalam demonstrasi itu, massa membentangkan spanduk berisi kritik tajam dan membakar bebegig (orang-orangan sawah) yang ditempeli foto Ketua DPRD Lebak, Juwita Wulandari, sebagai simbol kekecewaan atas kebijakan tersebut.

design4223
Mahasiswa IMALA menggelar aksi unjuk rasa sambil membawa spanduk kritik dugaan kebocoran APBD Lebak di jalan menuju Kantor DPRD Lebak

Belasan mahasiswa yang tergabung dalam IMALA melakukan long march sambil membawa spanduk bertuliskan kritik terhadap dugaan kebocoran APBD Lebak, Rabu (4/3/2026).

Koordinator aksi, Akmal, menegaskan bahwa kebijakan kenaikan dana reses di tengah berbagai persoalan daerah mencerminkan krisis empati wakil rakyat terhadap kebutuhan publik.

“Ini bukan sekadar persoalan teknis anggaran, ini soal moral politik. Ketika rakyat menghadapi krisis gizi, pendidikan, dan ancaman bencana, yang justru dinaikkan adalah anggaran reses tanpa indikator kinerja yang jelas,” tegas Akmal dalam orasinya.

Menurutnya, Kabupaten Lebak masih dihadapkan pada indeks kebencanaan yang tinggi, persoalan stunting, serta angka putus sekolah yang memprihatinkan. Namun, transparansi penggunaan dana reses dinilai belum pernah disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.

“Kenaikan dana reses DPRD Lebak ini mencapai miliaran rupiah. Seharusnya memperkuat representasi rakyat, bukan sekadar agenda seremonial atau konsolidasi elektoral,” ujarnya.

IMALA juga mengingatkan bahwa fungsi dan kewenangan DPRD telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, yang meliputi fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan. Mahasiswa menilai, apabila fungsi anggaran tidak berpihak pada kebutuhan riil masyarakat dan pengawasan tidak berjalan efektif, maka legitimasi moral lembaga perwakilan patut dipertanyakan.

Akmal menambahkan, persoalan mendasar seperti jalan rusak, keterbatasan fasilitas kesehatan, ruang kelas tidak layak, hingga akses ekonomi masyarakat kecil seharusnya menjadi prioritas fiskal pemerintah daerah.

“Prioritas anggaran semestinya menyentuh kebutuhan publik secara langsung, bukan memperbesar belanja internal lembaga,” tandasnya.

Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pimpinan DPRD Kabupaten Lebak terkait tuntutan mahasiswa.

IMALA mendesak DPRD Lebak membuka data penggunaan dana reses secara transparan dan memastikan arah kebijakan fiskal benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat.

Editor | Bantenpopuler.com
(Tegas • Faktual • Tajam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diduga Bertindak Semena-mena, PLN ULP Rangkasbitung Disorot: Pemutusan Listrik Berbekal Surat Tanpa Tanda Tangan Manajer

18 Juni 2026 - 09:51 WIB

Screenshot 20260618 164941 ChatGPT

GAIB-212 Siap Kepung PLN UP3 Banten Selatan, Bongkar Dugaan Pungli dan Carut-Marut Penggunaan Aset Negara

15 Juni 2026 - 13:03 WIB

Screenshot 20260615 200226 ChatGPT

Ketua GAIB-212 Lebak Buka Ruang Koordinasi dengan OPD, Namun Tetap Kawal Kepentingan Rakyat

14 Juni 2026 - 12:56 WIB

Screenshot 20260614 195335 Gallery

AMMCB Soroti Dugaan Pencatutan Nama Media Nasional dan Kesesuaian Nomor WhatsApp, Laporan Resmi Segera Dilayangkan

8 Juni 2026 - 05:24 WIB

Screenshot 20260608 122028 ChatGPT

Inspiratif! Siswa SMPN 3 Rangkasbitung Ubah Momen Kelulusan Menjadi Ajang Menata Masa Depan

3 Juni 2026 - 06:33 WIB

Screenshot 20260603 120609 ChatGPT

Aktivis Baralak Nusantara Desak Dugaan Pencatutan Nama Media oleh Oknum Kepsek di Lebak Diusut Tuntas

1 Juni 2026 - 15:26 WIB

Screenshot 20260601 222447 Gallery

Mengaku Wartawan Kompas, Oknum Kepsek di Lebak Diduga Peras Narasumber

29 Mei 2026 - 14:47 WIB

Screenshot 20260529 214125 Gallery

Truk Pasir Diduga Langgar Jam Operasional, Aktivitas PT MQS dan PT Permata Alam Dikeluhkan Warga Sajira

25 Mei 2026 - 12:50 WIB

IMG 20260525 WA0037
Trending Banten