LEBAK | Bantenpopuler.com – Bangunan Madrasah Ash Shafwah di Desa Sukamanah, Kecamatan Rangkasbitung, disorot aktivis terkait kondisi bangunan kelas yang hampir roboh yang dapat membahayakan para siswa saat kegiatan belajar berlangsung.
Berdasarkan informasi yang diperoleh bangunan Madrasah tersebut telah berdiri selama 20 tahun silam. Namun, ironisnya selama berdiri, madrasah tersebut tak pernah tersentuh pembangunan dari pemerintah.

Hasil pantauan wartawan di lokasi, terdapat beberapa ruang kelas yang kondisinya sangat memperihatinkan. Dinding kelas yang sudah banyak retak bahkan bolong, atap plafon yang sudah mulai rapuh bahkan nyaris roboh.
Tentu kondisi seperti ini sangat membahayakan bagi para siswa yang tengah belajar bahkan kegiatan belajar siswa pun akan merasa tidak nyaman karena khawatir bangunan kelas tersebut runtuh.
Fenomena seperti ini menjadi tamparan keras dan momok yang memalukan bagi pemerintah yang nampak acuh terhadap dunia pendidikan.
Kepala Madrasah Ash Shafwah Suhandi menyampaikan, meski di tengah sarana prasarana bangunan sekolah yang tidak layak. Namun, semangat para guru tak pernah sedikit luntur dalam melaksanakan kewajibannya memberikan pendidikan yang maksimal terhadap para siswa.
“Kondisi bangunan memang banyak yang rusak, dinding retak dan atap bocor. Namun, semangat guru-guru di sini tidak pernah surut. Mereka tetap hadir setiap hari, mendampingi anak-anak belajar dengan penuh keikhlasan,” kata Kepala Madrasah Ash Shafwah Suhandi kepada wartawan, Senin, (29/09/2025).
Sementara itu, kritik keras terlontar dari salah seorang aktivis muda Lebak Sapnudi, dirinya menyampaikan bahwa pemerintah jangan tutup mata terhadap realitas pendidikan di pelosok desa.
“Kami mendorong Bupati Lebak, DPRD khususya komisi 3 dan Dindik Lebak untuk ikut turun dalam memberikan solusi nyata. Karena, pendidikan yang layak adalah hak setiap anak, termasuk mereka yang bersekolah di madrasah swasta maupun berbasis masyarakat. Jangan sampai anak-anak harus belajar di ruang kelas yang membahayakan keselamatan mereka,” katanya.
Perlu diketahui, Madrasah Ash Shafwah saat ini menampung puluhan siswa yang sebagian besar berasal dari keluarga sederhana di Desa Sukamanah. Meski dengan kondisi sarana yang terbatas, semangat belajar para siswa tetap tinggi.
Sejumlah wali murid serta tokoh masyarakat setempat berharap kepada pemerintah agar adanya perhatian untuk Madrasah Ash Shafwah karena kondisinya sangat darurat. Mereka berharap khususnya kepada Dindik Lebak, Kemenag Lebak agar secepatnya melalukan pembenahan dan renovasi gedung madrasah. (Sapnadi)
Editor: Aji Permana





















