Menu

Mode Gelap
Dugaan Pungli Dokumen Lingkungan, BARALAK Layangkan Somasi ke Dinas LHK Banten Dana BOS Mengalir ke SMK Swasta di Tangerang Raya, BARALAK Soroti Ketertiban Izin dan Lemahnya Verifikasi Data BKPSDM Lebak Tegaskan Surat Mutasi ASN yang Beredar adalah Hoaks Peringati HPN 2026, DPW MOI Banten Gelar Bakti Sosial dan Edukasi Sejarah di Situs Salakanagara BPI KPNPA RI Banten Soroti Lambannya Dindik Banten Awasi Sekolah Swasta Bermasalah dan Penyaluran Dana BOS Salah Tulis Jabatan “Sekertaris”, Aktivis Nilai Dindikbud Banten Lalai dan Tak Profesional

Banten

Gelombang Keracunan MBG, Sapnudi Aktivis Muda Lebak Desak Program Dihentikan

badge-check


					Sapnudi, Aktivis Muda Kabupaten Lebak - Banten. Perbesar

Sapnudi, Aktivis Muda Kabupaten Lebak - Banten.

Bantenpopuler.com – Gelombang kasus keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus bergulir. Di Kabupaten Bandung Barat, lebih dari 1.300 siswa dilaporkan jatuh sakit usai menyantap makanan dari program tersebut. Peristiwa serupa juga terjadi di berbagai daerah lain, sehingga jumlah korban di tingkat nasional kini disebut telah menembus ribuan sejak awal tahun.

Fenomena ini menuai kecaman keras dari Sapnudi, aktivis muda asal Lebak. Ia menilai program yang semula digadang-gadang untuk menanggulangi stunting justru menjadi ancaman nyata bagi keselamatan anak-anak di sekolah.

“Program ini seharusnya melindungi dan menyehatkan, bukan malah mencelakakan. Fakta di lapangan menunjukkan banyaknya siswa keracunan adalah bukti nyata bahwa MBG gagal dalam hal pengawasan dan keamanan pangan,” tegas Sapnudi kepada media (26/9/2025).

Ia menjelaskan, berulangnya kasus keracunan memperlihatkan adanya kelemahan mendasar, mulai dari kualitas dapur penyedia, penyimpanan makanan yang tidak higienis, hingga distribusi yang tidak terkontrol. Karena itu, menurutnya, pemerintah harus berani mengambil langkah cepat dan tegas.

Sapnudi mendesak agar pemerintah segera menghentikan sementara jalannya MBG secara nasional hingga ada audit independen terhadap seluruh rantai pasok. Sambil menunggu perbaikan tata kelola, ia mendorong agar anggaran dialihkan menjadi Bantuan Langsung Tunai (BLT) atau voucher pangan yang bisa dimanfaatkan langsung oleh keluarga siswa. Menurutnya, cara ini jauh lebih aman dan memberi kendali penuh kepada orang tua dalam memilih bahan makanan untuk anak-anak mereka.

Menurutnya, program Makan Bergizi Gratis merupakan program yang tidak adil, dimana siswa-siswi yang notabene berasal dari keluarga mampu dan cukup gizi juga merasakan, sedangkan keluarga yang kurang mampu hanya merasakan makan siang gratis tanpa kesejahteraan keluarga didalamnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pemerintah memberikan kompensasi dan pemulihan bagi para korban, serta memastikan ada mekanisme pengaduan cepat di setiap sekolah. Tidak kalah penting, pihak penyelenggara atau penyedia yang lalai harus diberi sanksi tegas, baik administratif maupun pidana, agar kasus serupa tidak terus berulang.

“Jika negara serius menanggulangi stunting dan memperbaiki gizi anak, maka keselamatan harus jadi prioritas utama. Jangan sampai anak-anak terus dijadikan korban hanya demi menjalankan program politik. Hentikan dulu MBG, evaluasi total, dan pastikan ke depan tidak ada lagi korban,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dugaan Pungli Dokumen Lingkungan, BARALAK Layangkan Somasi ke Dinas LHK Banten

11 Februari 2026 - 06:08 WIB

Ilustrasi somasi BARALAK kepada Kepala Dinas LHK Provinsi Banten terkait dugaan pungutan ilegal pengurusan dokumen lingkungan.

Dana BOS Mengalir ke SMK Swasta di Tangerang Raya, BARALAK Soroti Ketertiban Izin dan Lemahnya Verifikasi Data

10 Februari 2026 - 08:19 WIB

Investigasi Dana BOS SMK Swasta di Tangerang Raya oleh BARALAK Nusantara

BKPSDM Lebak Tegaskan Surat Mutasi ASN yang Beredar adalah Hoaks

8 Februari 2026 - 09:16 WIB

Ilustrasi surat mutasi ASN palsu berstempel hoaks di Kabupaten Lebak

Peringati HPN 2026, DPW MOI Banten Gelar Bakti Sosial dan Edukasi Sejarah di Situs Salakanagara

7 Februari 2026 - 19:11 WIB

Kegiatan bakti sosial dan edukasi sejarah DPW MOI Banten dalam rangka HPN 2026 di Situs Salakanagara, Pandeglang

BPI KPNPA RI Banten Soroti Lambannya Dindik Banten Awasi Sekolah Swasta Bermasalah dan Penyaluran Dana BOS

6 Februari 2026 - 06:26 WIB

Ilustrasi pengawasan BPI KPNPA RI terhadap sekolah SMK berizin kedaluwarsa yang diduga tetap menerima Dana BOS di Provinsi Banten

Salah Tulis Jabatan “Sekertaris”, Aktivis Nilai Dindikbud Banten Lalai dan Tak Profesional

4 Februari 2026 - 04:33 WIB

Ilustrasi surat resmi Dindikbud Banten dengan kesalahan penulisan jabatan Sekertaris yang menuai kritik aktivis.
Populer Banten
Verified by MonsterInsights